Membuka kaca mobil sekitar 1 sentimeter saat parkir pada siang hari disebut bisa membantu menghindarkan kendaraan dari sasaran maling pecah kaca. Imbauan ini disampaikan kepolisian di Bandar Lampung di tengah maraknya pencurian dengan pemberatan dengan modus memecahkan kaca mobil.
Saran itu menarik perhatian karena terdengar sederhana, tetapi muncul dari kondisi lapangan yang sedang rawan. Dalam sepekan terakhir menjelang Lebaran, Polresta Bandar Lampung menerima setidaknya dua laporan korban terkait aksi curat dengan modus pecah kaca mobil.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat memarkir kendaraan. Salah satu tips yang ia sampaikan adalah tidak menutup kaca mobil secara penuh saat parkir.
Menurut Devi, kaca mobil saat parkir pada siang hari sebaiknya dibuka paling tidak 1 sentimeter. Tujuannya agar ada sirkulasi udara di dalam kabin mobil.
Imbauan di Tengah Maraknya Pecah Kaca
Peringatan ini tidak muncul tanpa alasan. Di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan modus pecah kaca mobil sedang marak.
Kondisi tersebut membuat pemilik kendaraan diminta tidak lengah, terutama saat meninggalkan mobil terparkir. Polisi juga masih memburu para pelaku yang terlibat dalam rangkaian kasus tersebut.
Hingga kini, aparat kepolisian setempat disebut masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Meski begitu, polisi telah mengamankan tersangka lain dalam penanganan kasus yang berkaitan.
Situasi itu menunjukkan bahwa ancaman pencurian kendaraan dengan cara merusak kaca masih nyata. Karena itu, langkah pencegahan kecil saat parkir dinilai penting untuk diperhatikan.
Kenapa Kaca Dibuka Sedikit?
Penjelasan yang disampaikan Kompol Devi Sujana berfokus pada sirkulasi udara. Saat mobil diparkir pada siang hari, membuka kaca sekitar 1 sentimeter disebut bertujuan agar udara tetap bersirkulasi.
Ia menyampaikan bahwa kaca yang tidak ditutup rapat dapat membantu menciptakan aliran udara di dalam mobil. Dalam imbauan tersebut, aspek sirkulasi menjadi alasan utama yang ditekankan kepolisian.
Meski terlihat sepele, imbauan seperti ini biasanya mudah diterapkan oleh pengendara. Pengemudi cukup memastikan ada celah kecil pada kaca saat mobil ditinggalkan parkir di siang hari.
Namun, imbauan itu tetap harus dibaca dalam konteks kewaspadaan umum. Polisi tidak menyebut langkah ini sebagai satu-satunya cara, melainkan bagian dari upaya agar mobil tidak mudah menjadi sasaran pencurian.
Waspada Saat Meninggalkan Mobil
Kasus yang terjadi di Bandar Lampung menjadi pengingat bahwa kejahatan terhadap kendaraan kerap memanfaatkan momen ketika mobil ditinggal dalam keadaan parkir. Karena itu, pemilik kendaraan diminta lebih peka terhadap kondisi sekitar sebelum meninggalkan mobil.
Peringatan dari kepolisian juga menunjukkan bahwa modus pecah kaca masih digunakan pelaku kejahatan. Dalam situasi seperti ini, pengendara perlu memperhatikan kebiasaan parkir yang aman dan tidak mengabaikan imbauan aparat.
Setidaknya dua laporan dalam satu pekan menjelang Lebaran menjadi gambaran bahwa intensitas kejadian sempat meningkat. Angka itu belum termasuk potensi kasus lain yang masih dalam penelusuran aparat.
Karena penyelidikan masih berjalan, masyarakat juga diminta mengikuti arahan kepolisian dan tetap waspada. Fokus utamanya adalah menekan peluang kendaraan menjadi target tindakan kriminal.
Imbauan membuka kaca sekitar 1 sentimeter saat parkir pada siang hari kini menjadi salah satu pesan yang paling disorot. Di tengah maraknya modus pecah kaca mobil, langkah kecil yang menjaga sirkulasi udara itu disebut dapat membantu membuat pelaku kejahatan kelabakan.







