Toyota Astra Motor kembali menyorot kreativitas anak Indonesia lewat pengumuman pemenang Toyota Dream Car Art Contest atau TDCAC ke-19 untuk musim 2025–2026. Ajang menggambar berskala internasional ini menghimpun lebih dari 7.500 karya dari 36 provinsi di Indonesia, dan para juara utama dari tiap kategori akan mewakili Indonesia ke kompetisi tingkat global di Jepang.
Di balik lomba gambar anak itu, Toyota menempatkan TDCAC sebagai bagian dari pilar pendidikan berkelanjutan melalui program Toyota Berbagi Ilmu. Perusahaan mengajak anak-anak menuangkan imajinasi mereka ke dalam gagasan mobilitas masa depan yang ramah lingkungan dan relevan dengan tantangan sosial di sekitar mereka.
Kurasi Ketat, Juri dari Berbagai Latar
Proses penilaian berlangsung ketat sebelum akhirnya mengerucut dari 300 karya terbaik menjadi 10 besar. Dewan juri diisi oleh komikus Marvel Ario Anindito, ilustrator anak Bambang Rahadian, Debby Rahmalia, Reti Oktania, dan psikolog anak Saskhya Aulia Prima.
Penilaian menitikberatkan pada orisinalitas, keunikan ide, dan empati anak terhadap isu lingkungan sekitar. Dengan pendekatan itu, TDCAC tidak hanya mencari gambar yang menarik, tetapi juga ide yang menunjukkan kepedulian sosial sejak dini.
Takuya Yokohama, President Director PT TAM, mengatakan tema “Inspire the World with Your Dream” menjadi bagian dari kontribusi Toyota dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan pengembangan pemikiran kreatif. Ia juga berharap karya yang lahir dari ajang ini semakin relevan sebagai solusi atas tantangan sosial masyarakat.
Jap Ernando Demily, Vice President Director PT TAM, menambahkan bahwa semangat Toyota Ada Untuk Indonesia tercermin dari upaya membuka ruang berkarya yang lebih inklusif bagi anak-anak dari berbagai daerah. Ia menilai kolaborasi dengan pemangku kepentingan pendidikan membantu meningkatkan kualitas peserta sekaligus memperkaya wawasan guru.
Jangkauan Program Diperluas ke Daerah
Toyota juga memperluas ekosistem pendukung agar kontes ini menjangkau anak-anak di daerah pedalaman. Salah satu bentuknya adalah pelatihan guru berbasis Project Based Learning atau PjBL di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Jaringan diler turut dilibatkan untuk mendekatkan kontes kepada pelanggan di daerah. Sebanyak 29 Group Dealer dengan 192 cabang ikut berkolaborasi dalam pelaksanaan program ini.
Upaya tersebut membuat TDCAC tidak hanya menjadi lomba menggambar. Program ini juga menjadi ruang belajar yang mendorong partisipasi anak dari lebih banyak wilayah, sekaligus memperkuat peran guru dalam proses pengembangan kreativitas.
Para Pemenang Tiap Kategori
Untuk kategori di bawah 8 tahun, tiga pemenang teratas adalah Muhammad Ninoor Firdaus asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan karya “Mobil Penolong Orang & Hewan yang Terkena Rabies”. Posisi berikutnya ditempati Arashya Darmaya dari Bengkulu dengan karya “Mobil Pengubah Kebisingan Menjadi Kenyamanan”, lalu Afsheena Qaireen Zivana dari Jakarta Barat dengan karya “Mobil Lumba-Lumba Penakluk Banjir”.
Di kategori usia 8–11 tahun, juara pertama diraih Khalif Arziqi Nasution dari Surabaya lewat karya “Toyota Hair-House Car”. Dua pemenang lainnya adalah Aqueena Dphilosophia Nofianda dari Bengkulu dengan “Mobil Filter Kata-Kata Kasar” dan Shaqilla Sakina A. Putri dari Yogyakarta dengan “Mobil Mural Sahabat Disabilitas”.
Pada kategori usia 12–15 tahun, Evan Radithya Nio dari Jakarta Utara keluar sebagai pemenang lewat karya “Flood Rescue Car”. Lalu ada Livia Titania Putri dari Bandung dengan “The Driven Sanctuary” dan Aisyah Dzakira Khansa dari Denpasar dengan “The Smart Stroller Car: Mobil Penerjemah Tangisan Bayi”.
Karya Anak dan Pesan Mobilitas Masa Depan
Daftar pemenang menunjukkan bahwa banyak peserta memikirkan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari banjir, kebisingan, perilaku kasar, disabilitas, hingga kesehatan hewan dan kebutuhan bayi, semuanya muncul dalam bentuk gagasan mobil impian.
Arah tema itu sejalan dengan misi TDCAC yang mendorong anak-anak membayangkan solusi mobilitas masa depan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberi dampak sosial. Dari lebih dari 7.500 karya yang masuk, Toyota menegaskan bahwa talenta anak Indonesia punya ruang besar untuk tampil di panggung dunia melalui kompetisi di Jepang.
