B50 Disebut Lebih Kering Dari B40, ESDM Yakin Siap Tekan Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengeklaim biodiesel B50 memiliki kadar air lebih rendah dibanding B40. Klaim itu muncul setelah pemerintah menjalankan uji coba di berbagai mesin dan kendaraan untuk menyiapkan mandatori B50.

Pemerintah menargetkan B50 mulai beredar pada 1 Juli 2026. Di saat yang sama, pemerintah juga membidik penghentian total impor BBM jenis solar pada periode tersebut.

Bahlil mengatakan hasil uji teknis menunjukkan perbedaan kadar air antara B40 dan B50. Ia menyebut hasil pengujian tim ESDM yang dipimpin Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi berjalan menggembirakan.

Uji coba itu tidak hanya dilakukan pada satu jenis kendaraan. Pemerintah menguji B50 di transportasi darat, perkeretaapian, angkutan laut, alat berat di sektor pertambangan, hingga alat mesin pertanian.

Bahlil juga menyebut pengujian sudah mencakup kapal, kereta api, ekskavator, dan berbagai alat pertanian. Menurut dia, cakupan ini penting untuk memastikan B50 siap dipakai di banyak sektor sekaligus.

“Insya Allah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026 1 Juli,” kata Bahlil. Ia menambahkan, penerapan B50 diharapkan mengurangi atau bahkan menghentikan impor solar, khususnya jenis C48.

Spesifikasi yang lebih ketat

Eniya sebelumnya menyampaikan bahwa spesifikasi B50 sudah disepakati seluruh pemangku kepentingan. Ia mengatakan produsen juga sudah sanggup memenuhi parameter kualitas yang lebih ketat dibanding program B40.

Menurut Eniya, salah satu penyesuaian teknis ada pada water content yang turun 20 PPM. Ia juga menyebut parameter lain seperti monogliserida ikut diperhatikan dalam spesifikasi yang baru.

Pemerintah saat ini merampungkan dua Keputusan Menteri sebagai dasar kebijakan B50. Satu Kepmen mengatur mandatori penggunaan B50 secara nasional, sedangkan satu lagi mengatur alokasi volume biodiesel untuk semester kedua tahun ini.

Eniya mengatakan Kepmen mandatori tinggal ditandatangani oleh Menteri ESDM. Sementara itu, Kepmen kedua masih dibahas bersama Direktorat Jenderal Migas karena perlu revisi dari aturan yang berlaku tahun ini.

Hitung pasokan dan kebutuhan

Selain aturan, pemerintah juga menghitung kebutuhan volume biodiesel secara lebih rinci. Perhitungan itu mempertimbangkan proyeksi kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru, sekaligus memastikan kesiapan pasokan Fatty Acid Methyl Ester atau FAME.

Eniya menegaskan pasokan FAME harus siap agar distribusi tetap stabil saat mandatori B50 dimulai. Ia menyebut pemerintah sedang memastikan seluruh volume cukup sebelum kebijakan dijalankan penuh.

Dengan persiapan teknis, pengaturan volume, dan uji coba di banyak sektor, pemerintah menempatkan B50 sebagai tahap lanjutan program biodiesel nasional. Fokus utamanya kini bergeser pada kesiapan implementasi agar target 1 Juli 2026 bisa tercapai sesuai rencana.

Source: www.cnnindonesia.com

Terkait