Pabrik Alfa Dibuka ke Publik, Motor Listrik Buatan Indonesia Ternyata Dirakit dengan Sistem Serba Digital

Keraguan terhadap klaim “produk Indonesia” pada sejumlah merek kendaraan listrik masih sering muncul. Menjawab hal itu, Alfa membuka pabriknya di Cikarang, Jawa Barat, kepada publik untuk memperlihatkan langsung bagaimana motor listrik mereka diproduksi.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa Alfa tidak hanya melakukan perakitan sederhana. Perusahaan menyatakan memiliki fasilitas manufaktur sendiri, lengkap dengan proses produksi dan pengujian yang terintegrasi di dalam negeri.

Sorotan utama dari kunjungan tersebut ada pada penggunaan teknologi manufaktur modern di lini produksi. Alfa menerapkan sistem Automatic Guided Vehicle atau AGV untuk mendistribusikan komponen dari gudang ke area perakitan secara otomatis.

Sistem itu digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan risiko kesalahan dalam proses produksi. Di tahap perakitan, operator juga dibantu sistem digital yang memastikan baut dan komponen dipasang sesuai standar yang telah ditentukan.

Setiap tahapan produksi terekam secara digital. Dengan pola ini, riwayat produksi tiap kendaraan bisa ditelusuri kembali bila ditemukan kendala di kemudian hari.

Pabrik dan pengembangan produk

Fasilitas manufaktur Alfa berdiri di atas lahan sekitar 17.000 meter persegi. Luas bangunannya mencapai sekitar 12.000 meter persegi.

Pabrik ini mulai dibangun pada Juni 2022. Pembangunannya berjalan paralel dengan persiapan peluncuran merek Alfa yang resmi diperkenalkan pada Agustus 2022.

Saat ini Alfa memiliki lebih dari 300 karyawan. Sebagian besar bekerja di fasilitas produksi yang berlokasi di kawasan industri Cikarang.

Dalam kunjungan itu, pengunjung juga diperlihatkan sejumlah konsep desain motor yang dikembangkan perusahaan. Beberapa di antaranya termasuk prototipe yang pernah terlihat saat menjalani pengujian jalan sebelum peluncuran resmi.

Alfa menyebut seluruh desain motor dikerjakan oleh tim di Indonesia. Dalam proses desain dan pengujian produk, perusahaan juga mendapat masukan dari mitra internasional.

Kandungan lokal dan kapasitas produksi

Selain menampilkan proses manufaktur, Alfa juga mengungkap tingkat kandungan dalam negeri pada produknya. Alfa One dan Alfa Servo disebut sudah mencapai sekitar 43 persen TKDN.

Sejumlah komponen seperti suspensi, rem, rangka, dan berbagai bagian lain telah diproduksi secara lokal. Namun beberapa komponen utama, termasuk baterai, masih menggunakan pasokan impor karena industri pendukung di dalam negeri dinilai belum mencukupi.

Perusahaan menegaskan komitmen untuk terus menambah porsi komponen lokal. Langkah itu disebut akan mengikuti perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

Dari sisi kapasitas, pabrik Alfa saat ini mampu memproduksi hingga 100.000 unit motor listrik per tahun. Meski begitu, kapasitas tersebut belum dipakai penuh karena perusahaan masih menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Lini produksi di pabrik ini juga dirancang fleksibel. Artinya, beberapa model motor dapat diproduksi secara bersamaan tanpa harus menghentikan jalur produksi yang sedang berjalan.

Uji ketat sebelum sampai ke konsumen

Hal lain yang ditonjolkan Alfa adalah proses pengujian kendaraan sebelum dikirim ke konsumen. Di area belakang pabrik, perusahaan memiliki trek khusus untuk menguji berbagai aspek performa motor.

Lintasan itu terdiri atas jalur lurus, tanjakan, speed trap, dan kolam air. Kedalaman kolam air tersebut mencapai 30 sampai 50 sentimeter.

Pengujian dilakukan untuk memastikan kendaraan memenuhi standar internal perusahaan. Salah satu kemampuan yang diperlihatkan adalah Alfa Servo yang dapat melewati genangan air hingga setengah meter.

Kemampuan itu didukung sertifikasi IP67 pada sistem motor listrik. Selain itu, motor tersebut juga memakai desain drainase yang membantu pembuangan air lebih cepat.

Motor juga diuji pada tanjakan hingga 17 derajat. Pengujian ini ditujukan untuk memastikan performa sistem penggerak yang menggunakan teknologi gearbox dan Next Generation Powertrain.

Melalui pembukaan pabrik ke publik ini, Alfa berupaya menunjukkan bahwa motor listrik buatannya bukan sekadar produk rakitan. Perusahaan ingin menegaskan bahwa kendaraan yang dipasarkan lahir dari proses manufaktur yang terstruktur, diuji ketat, dan dikerjakan dengan dukungan teknologi modern di Indonesia.

Terkait