Langkah Xiaomi di bisnis mobil listrik memasuki fase baru setelah perusahaan menunjuk Declan Rice sebagai brand ambassador untuk SUV listrik YU7. Kehadiran gelandang Arsenal dan Timnas Inggris itu langsung dibaca sebagai sinyal bahwa ekspansi global Xiaomi semakin dekat.
Penunjukan Rice menarik perhatian karena dilakukan saat YU7 baru meluncur di China dan mulai diposisikan sebagai penantang serius Tesla Model Y. Di saat yang sama, Xiaomi juga sedang menikmati laju bisnis EV yang sangat cepat berkat kesuksesan sedan SU7.
Akun resmi Xiaomi di Weibo menampilkan poster Declan Rice, lalu unggahan itu diperkuat oleh CEO Xiaomi, Lei Jun. Dalam unggahan pada Jumat (12/6/2026), Xiaomi menyambut Rice sebagai duta YU7 dan menyebutnya sebagai tokoh terkemuka di sepak bola Inggris serta salah satu maestro lini tengah paling populer di dunia.
Xiaomi menilai Rice sebagai figur yang identik dengan energi tinggi dan ketenangan di lapangan. Citra itu selaras dengan upaya perusahaan membangun identitas YU7 sebagai SUV listrik premium yang menggabungkan performa dan teknologi.
Pilihan terhadap Rice juga dinilai strategis karena popularitasnya di Eropa sangat kuat. Langkah ini memberi bobot pemasaran yang lebih besar jika Xiaomi benar-benar mendorong YU7 ke pasar internasional dalam waktu dekat.
Menariknya, penunjukan itu juga memunculkan permainan kata yang kerap dibahas publik. Nama “Xiaomi” sendiri berarti “beras merah” atau red rice dalam bahasa Mandarin, sehingga keterkaitannya dengan nama belakang Declan Rice ikut menambah daya tarik kampanye.
Sinyal ekspansi setelah sukses besar di China
YU7 resmi meluncur di China pada 21 Mei 2026. Model ini hadir saat Xiaomi sedang mempercepat ambisinya di sektor kendaraan listrik setelah sedan SU7 mencatat penerimaan pasar yang sangat kuat.
Sejak SU7 diperkenalkan pada Maret 2024, bisnis EV Xiaomi berkembang pesat. Pada 2025, SU7 bahkan berhasil menembus 400.000 unit pesanan, angka yang memperlihatkan skala permintaan terhadap merek baru di industri otomotif listrik.
Kesuksesan itu menjadi fondasi penting bagi peluncuran YU7. Dengan basis pasar domestik yang sudah terbentuk, Xiaomi kini tampak mulai menyiapkan langkah berikutnya lewat penguatan citra global.
Penunjukan figur sepak bola Inggris seperti Declan Rice tidak lepas dari konteks tersebut. Bagi banyak pengamat, langkah ini lebih dari sekadar promosi produk karena juga mencerminkan kesiapan merek untuk berbicara kepada konsumen di luar China.
YU7 disiapkan untuk menekan Tesla Model Y
Xiaomi menempatkan YU7 sebagai penantang dominasi Tesla Model Y. SUV coupe ukuran menengah ini ditawarkan dalam tiga varian utama, yaitu Standard, Pro, dan Max.
Varian Max menjadi sorotan utama karena membawa spesifikasi performa paling tinggi. Model ini menggunakan sistem powertrain 800 volt dengan tenaga hingga 681 bhp.
Akselerasinya diklaim mampu menembus 0-62 mph dalam 3,23 detik. Kecepatan tertingginya mencapai 157 mph, menjadikannya salah satu aspek yang paling agresif dalam positioning YU7.
Tenaga besar itu disalurkan lewat sistem dual motor. Konfigurasinya terdiri dari motor depan 295 bhp dan motor belakang 386 bhp.
Untuk menopang performa, Xiaomi membekali YU7 Max dengan sistem pengereman Brembo empat piston. Paket ini disiapkan untuk menjaga kontrol dan keamanan saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.
Lei Jun juga memperkenalkan “True Standard Edition” dengan harga 233.500 yuan. Varian ini diposisikan langsung untuk menjegal Tesla Model Y di pasar China.
Xiaomi menyebut jangkauan model tersebut mencapai 643 km. Angka itu disebut lebih jauh 50 km dibanding Model Y standar, sementara harganya juga dipatok lebih rendah.
Fitur kabin dan teknologi jadi nilai jual penting
Selain performa, Xiaomi menonjolkan sisi gaya hidup pada YU7. Kabinnya dilengkapi kulkas pintar berkapasitas 4,6 liter, dua bantalan pengisian daya nirkabel 80 watt, serta antarmuka yang mendukung Apple CarPlay.
Pengguna juga bisa mengakses kontrol jarak jauh melalui Apple Watch. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Xiaomi membawa logika ekosistem perangkat pintar ke dalam mobil listrik.
Di sektor bantuan berkendara, YU7 dibekali chip Nvidia AGX Thor terbaru. Sistem itu dipadukan dengan 11 kamera definisi tinggi untuk menunjang kemampuan otonom kendaraan.
Menurut CarNewsChina, Xiaomi juga mengklaim teknologi pada YU7 mampu mengurangi kemungkinan mabuk perjalanan hingga 51 persen. Klaim ini menjadi bagian dari upaya Xiaomi menonjolkan kenyamanan, bukan hanya angka performa.
Dari sisi desain, YU7 disebut memiliki sentuhan estetika yang mengingatkan pada McLaren di area lampu depan. Siluet bodinya juga disebut menyerupai DBX, meski Xiaomi tetap berupaya mempertahankan identitas desainnya sendiri.
Permintaan awal terhadap YU7 ikut memperkuat optimisme Xiaomi. Model ini diprediksi bisa memicu ledakan pesanan seperti saat debut awalnya yang mencapai 200.000 pesanan dalam tiga menit pertama.
Dengan kombinasi citra global lewat Declan Rice, basis permintaan yang kuat di China, dan positioning yang agresif terhadap Tesla Model Y, YU7 kini menjadi salah satu produk paling penting dalam ekspansi otomotif Xiaomi. Langkah berikutnya akan sangat menentukan seberapa cepat merek teknologi itu bisa mengubah keberhasilan domestik menjadi kekuatan baru di pasar mobil listrik dunia.
Source: www.suara.com






