Harga BBM Pertamina per 22 Juni 2026 masih bertahan tanpa perubahan, dan perhatian terbesar tertuju pada Pertamax Green 95 yang dijual Rp17.000 per liter di sejumlah wilayah. Di saat yang sama, selisih harga antarkota dan antarpulau tetap lebar, membuat pilihan BBM masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan.
Harga yang berlaku saat ini masih mengacu pada penyesuaian sejak 10 Juni 2026 di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Kondisi itu membuat daftar harga BBM menjadi informasi penting, terutama bagi pengguna mobil yang mengandalkan BBM nonsubsidi untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Di wilayah Jawa, Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Pertamax dijual Rp16.250 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
Untuk konsumen yang mencari BBM beroktan lebih tinggi, Pertamax Green 95 tercatat Rp17.000 per liter di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Produk ini tidak tersedia di Bali, Nusa Tenggara Barat, maupun di beberapa wilayah lain yang menampilkan tanda strip pada daftar harga.
Harga berbeda di tiap wilayah
Pertamina masih menerapkan harga yang tidak sama di setiap daerah. Perbedaan itu dipengaruhi biaya distribusi, kondisi geografis, dan status kawasan tertentu seperti Free Trade Zone atau FTZ yang mendapat perlakuan harga berbeda dari wilayah reguler.
Di Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax dijual Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo berada di Rp21.200 per liter, sementara Dexlite Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga bergerak sedikit lebih tinggi. Pertamax dibanderol Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
FTZ juga menunjukkan rentang harga yang lebih rendah dibanding wilayah reguler. Di Sabang, Pertamax dipatok Rp15.250 per liter dan Dexlite Rp21.550 per liter, sedangkan di Batam Pertamax tercatat Rp15.500 per liter dan Pertamina Dex Rp23.550 per liter.
Kawasan timur dan luar Jawa
Di Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur, Pertamax berada di Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo di Rp21.200 per liter. Untuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Pertamax naik menjadi Rp17.000 per liter dan Pertamax Turbo Rp21.650 per liter.
Seluruh wilayah Sulawesi mengikuti pola harga yang serupa dengan banyak provinsi di Sumatera dan Kalimantan bagian lain. Pertamax dijual Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.
Di Maluku dan Maluku Utara, Pertamax masih ada di Rp16.650 per liter, tetapi Pertamax Turbo tidak tercantum. Papua juga mencatat Pertamax Rp16.650 per liter, namun Pertamina Dex tidak tersedia di wilayah tersebut.
Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah sama-sama menampilkan Pertamax Rp16.650 per liter serta Pertalite Rp10.000 per liter. Pada kelompok wilayah itu, Pertamax Turbo tidak tercantum, sementara Dexlite tetap berada di Rp23.500 per liter dan Biosolar subsidi di Rp6.800 per liter.
Pilihan BBM tetap dibedakan sesuai kebutuhan kendaraan
Di lini bensin, rentang harga tetap lebar mulai dari Pertalite hingga Pertamax Turbo. Pertamax Turbo ditujukan untuk kendaraan berperforma tinggi yang membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi.
Di lini diesel, Pertamina masih menawarkan Biosolar bersubsidi, Dexlite, dan Pertamina Dex. Dua produk terakhir menyasar kendaraan diesel modern yang membutuhkan kualitas pembakaran lebih baik berkat angka cetane yang lebih tinggi.
Pada kendaraan di Nusa Tenggara Timur, daftar harga juga menunjukkan opsi tambahan berupa Biosolar non-subsidi seharga Rp22.900 per liter. Sementara itu, Pertamax tetap di Rp16.250 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter di wilayah tersebut.
Meski tidak ada perubahan harga pada periode ini, setiap produk BBM tetap punya segmentasi dan peruntukan berbeda sesuai spesifikasi kendaraan. Pemilihan bahan bakar yang tepat dapat membantu menjaga kinerja mesin, efisiensi konsumsi, dan umur komponen kendaraan dalam jangka panjang.
