Honda mempercepat dorongan kendaraan listriknya lewat kerja sama baru dengan QuantumScape di bidang baterai solid-state. Kolaborasi ini menjadi sorotan karena target teknologinya bukan sekadar efisiensi, tetapi juga jarak tempuh yang bisa mencapai 620 mil dalam sekali isi daya.
Langkah itu penting karena pasar EV kini bergerak ke arah yang sama: baterai yang lebih aman, lebih padat energi, dan lebih cepat diisi. Di tengah kompetisi tersebut, Honda dan QuantumScape memilih fokus pada tantangan yang paling sulit, yaitu membuat sel baterai solid-state bisa diproduksi dalam skala besar.
Fokus pada pengembangan dan produksi
Honda dan QuantumScape telah meneken kesepakatan riset bersama yang berpusat pada sel baterai solid-state dan persoalan produksi massalnya. Menurut QuantumScape, kerja sama itu mencakup rencana multi-tahun yang berfokus pada pengembangan baterai solid-state serta proses manufaktur yang terkait.
Honda disebut sudah lebih dulu mengevaluasi teknologi QuantumScape di balik layar sebelum akhirnya membuka kemitraan ini ke publik. Di sisi lain, QuantumScape baru-baru ini memulai pilot run sel lithium-metal di lini manufaktur otomatis di San Jose.
Pendekatan QuantumScape juga berbeda dari model pemasok baterai tradisional. Perusahaan itu menyatakan ingin produsen mobil melisensikan kekayaan intelektual dan proses manufakturnya, bukan sekadar membeli baterai jadi.
Mengapa baterai solid-state jadi incaran
Baterai solid-state dipandang sebagai salah satu lompatan paling menjanjikan dalam teknologi EV. Perbedaannya ada pada bahan utama di dalam sel, karena baterai ini memakai elektrolit padat, bukan elektrolit cair seperti pada baterai lithium-ion saat ini.
Perubahan itu berpotensi menghasilkan paket baterai yang lebih aman, energi yang lebih tinggi, dan pengisian yang lebih cepat. Karena itu, banyak pelaku industri menyebutnya sebagai “holy grail” teknologi baterai untuk kendaraan listrik.
Honda sempat menyampaikan pada 2024 bahwa baterai solid-state buatannya bisa berukuran setengah lebih kecil, 35% lebih ringan, dan 25% lebih murah diproduksi dibanding sel saat ini. Dalam skenario itu, jarak tempuhnya dapat mencapai 620 mil saat baterai penuh.
Target 620 mil dan dampaknya bagi konsumen
Jika angka-angka tersebut terwujud, dampaknya akan terasa langsung bagi pengguna EV. Perjalanan jarak jauh bisa menjadi lebih mudah, jumlah berhenti untuk mengisi daya bisa berkurang, dan harga kendaraan berpotensi ikut turun jika biaya produksi benar-benar lebih rendah.
Honda juga menyebut teknologi ini tidak hanya terbatas untuk mobil penumpang. Perusahaan itu melihat ada “beragam aplikasi, termasuk otomotif” untuk sel buatan QuantumScape, yang membuka ruang penggunaan lebih luas di luar kendaraan pribadi.
Tantangan terbesar masih di skala produksi
Meski prospeknya besar, hambatan utama tetap sama, yakni memproduksi teknologi ini secara andal dalam volume tinggi. Tantangan skala inilah yang selama ini membuat baterai solid-state belum segera masuk pasar massal.
Karena itu, kemitraan Honda dan QuantumScape dibaca sebagai langkah penting menuju baterai EV yang lebih cepat, lebih andal, dan lebih siap untuk produksi komersial. Dalam persaingan global menuju generasi berikutnya, kemampuan membawa teknologi dari laboratorium ke lini produksi bisa menjadi faktor penentu.







