Huawei dan GAC Group bersiap membawa Aistaland ke panggung utama pasar EV premium China melalui GT7, model pertama merek ini yang dijadwalkan meluncur pada 26 Juni. Langkah itu penting karena GT7 menjadi pintu masuk resmi Aistaland ke segmen yang sangat kompetitif, dengan target pembeli muda yang mencari desain dinamis dan teknologi pintar mutakhir.
Peluncuran ini juga menandai upaya Huawei memperluas model kerja samanya dengan produsen otomotif China. Aistaland adalah salah satu merek yang dibentuk Huawei bersama mitra lokal, setelah sebelumnya perusahaan itu meluncurkan lima merek lain di bawah bisnis HIMA atau Harmony Intelligent Mobility Alliance.
Mulai pre-order, harga, dan posisi pasar
GT7 sudah dibuka untuk pre-sales pada 29 Mei. Harga pre-order awalnya dimulai dari 219.900 yuan, lalu berlanjut ke 249.900 yuan, 279.900 yuan, dan 309.900 yuan untuk empat varian yang ditawarkan.
Model ini masuk ke format shooting-brake coupe berukuran menengah hingga besar. Segmen tersebut pernah dianggap niche di China, tetapi keberhasilan Zeekr 001 beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa pasar untuk bodi bergaya sporty praktis itu ternyata jauh lebih besar dari perkiraan banyak pihak.
Aistaland menempatkan GT7 sebagai produk pembuka untuk membangun citra merek di kelas premium. Kehadiran mobil ini menjadi sinyal bahwa perusahaan ingin bersaing bukan hanya lewat elektrifikasi, tetapi juga lewat kombinasi desain, performa, dan sistem bantuan berkendara yang canggih.
Dimensi besar dan platform 800 volt
Secara ukuran, GT7 memiliki panjang 5.050 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 3.000 mm. Proporsi itu membuatnya berada di kelas yang cukup besar untuk sebuah shooting-brake coupe.
Mobil ini dibangun di atas arsitektur tegangan tinggi 800 volt. Aistaland juga membekali GT7 dengan baterai Qilin generasi baru dari CATL yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh listrik murni hingga 900 kilometer.
Dari sisi pengisian daya, GT7 mendukung pengisian ultra-cepat 6C. Sistem itu disebut mampu menambah satu kilometer jarak tempuh per detik, sebuah angka yang menonjol untuk calon pembeli yang mengutamakan efisiensi waktu isi ulang.
Varian tertinggi GT7 memakai sistem tiga motor. Versi ini diklaim mampu melaju dari 0 ke 100 km/jam dalam 2,98 detik, memperlihatkan bahwa Aistaland tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga performa tinggi.
Teknologi Huawei di pusat paket GT7
Salah satu daya tarik utama GT7 ada pada sistem bantuan berkendaranya. Mobil ini memakai Qiankun ADS 5 terbaru dari Huawei, dengan perangkat persepsi yang mencakup sensor LiDAR 896 saluran milik Huawei.
Sensor itu disebut sebagai unit mass-produced dengan spesifikasi tertinggi di dunia saat ini. Aistaland juga menyebut GT7 telah memperoleh izin uji jalan untuk autonomous driving level 3 di Guangzhou dan telah menuntaskan 200.000 kilometer pengujian jalan nyata pada level tersebut.
Fakta itu memberi bobot tambahan pada posisi GT7 sebagai produk teknologi, bukan sekadar EV bergaya premium. Untuk pasar yang makin padat, kombinasi perangkat lunak, sensor, dan pengujian nyata bisa menjadi pembeda penting.
Ekspansi showroom dan model berikutnya
Menjelang peluncuran GT7, Aistaland juga mempercepat pembangunan jaringan penjualan. Brand ini menargetkan pembukaan 300 toko di 70 kota di seluruh China pada akhir Juni.
Di luar GT7, Aistaland sudah mengembangkan model kedua berupa SUV besar lima kursi yang disebut GX7. Foto spy yang beredar menunjukkan mobil itu membawa bahasa desain keluarga GT7, dengan fascia depan tertutup dan lampu belakang full-width.
Menurut laporan Yiche, GX7 diperkirakan meluncur pada musim gugur. SUV tersebut juga disebut akan memakai powertrain listrik murni serta sistem bantuan berkendara dan kokpit pintar terbaru dari Huawei, memperlihatkan bahwa strategi produk Aistaland akan bergerak cepat setelah debut GT7.
