Ducati Indonesia resmi membawa DesertX V2 ke pasar Tanah Air. Motor adventure enduro ini hadir dengan pendekatan yang lebih serius untuk pengendara yang ingin menaklukkan jalan raya sekaligus medan offroad.
Kehadirannya menjadi bagian dari strategi bisnis Ducati Indonesia untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Ducatisti di Indonesia. Model ini sebelumnya sudah diperkenalkan secara global lewat Ducati World Première 2026 di Bologna pada Februari.
Pembaruan besar di generasi kedua
DesertX V2 datang sebagai generasi kedua dengan pembaruan menyeluruh. Ducati menyematkan mesin V2 terbaru, rangka monokok yang didesain ulang, dan suspensi baru dengan performa lebih tinggi.
Penyempurnaan itu ditujukan agar motor ini lebih tangguh, lebih andal, dan makin optimal saat melibas offroad. Ducati juga menekankan bahwa karakter barunya dirancang untuk menjawab kebutuhan para petualang.
Motor ini membawa paket elektronik yang lengkap dan canggih. Di dalamnya ada berbagai mode berkendara yang dibuat khusus untuk penggunaan off-road.
Fitur itu membantu pengendara dari berbagai tingkat kemampuan. Ducati menyebut pendekatan ini bisa membantu pengendara mengembangkan teknik berkendara layaknya seorang profesional.
Mesin lebih ringan, tenaga lebih besar
Jantung pacunya menggunakan mesin V2 890 cm3 terbaru. Mesin dua silinder ini disebut sebagai mesin paling ringan dengan empat katup per silinder yang pernah diproduksi Ducati.
Teknologi IVT atau Variable Intake Valve Timing membuat respons mesin terasa cepat saat gas dibuka. Ducati juga menegaskan tenaga hadir merata di seluruh rentang penggunaan.
Outputnya mencapai 110 hp, dengan karakter yang diklaim seimbang antara efektivitas off-road dan kesenangan berkendara di jalan raya. Torsi maksimumnya mencapai 92 Nm dan kurvanya dibuat lebih stabil dibandingkan model sebelumnya.
Elektronik untuk medan sulit
DesertX terbaru mengandalkan paket elektronik generasi terbaru berbasis platform inersia 6-sumbu. Sistem ini dikembangkan Ducati khusus untuk penggunaan off-road dengan memanfaatkan pengalaman para pembalap dan penguji.
Platform tersebut memantau roll, pitch, dan yaw secara real time. Hasilnya, sistem dapat memberi intervensi cepat, presisi, dan terkalibrasi ke berbagai kontrol elektronik di motor.
Perangkat yang terhubung mencakup Cornering ABS, Ducati Traction Control atau DTC, Ducati Wheelie Control atau DWC, dan Engine Brake Control atau EBC. Kombinasi ini membuat DesertX V2 tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga pada kontrol saat kondisi jalan berubah-ubah.
Arah Ducati di segmen petualang
Peluncuran DesertX V2 mempertegas posisi Ducati di segmen adventure enduro. Model ini menempatkan kemampuan jelajah dan karakter teknis sebagai dua hal utama yang berjalan beriringan.
Dengan mesin baru, rangka yang didesain ulang, suspensi yang lebih siap bekerja keras, dan elektronik yang makin lengkap, DesertX V2 diarahkan menjadi opsi yang lebih matang untuk pasar Indonesia. Bagi penggemar petualangan, motor ini datang dengan bekal yang jauh lebih modern untuk menghadapi jalan aspal, jalur tanah, dan medan yang menuntut presisi tinggi.
