Mobil listrik kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga bisa menjadi sumber listrik cadangan saat rumah padam. Lewat fitur Vehicle to Load atau V2L, kendaraan dapat dipakai layaknya power bank berukuran besar untuk menyalakan perangkat elektronik dalam kondisi darurat.
Kebutuhan ini terasa relevan ketika sejumlah wilayah di Jawa mengalami pemadaman listrik bergilir. PLN sebelumnya menjelaskan, gangguan terjadi karena dua pembangkit listrik besar yang dioperasikan produsen listrik swasta keluar sementara dari sistem akibat kendala teknis.
Apa yang dimaksud dengan V2L
V2L adalah teknologi yang memungkinkan daya baterai mobil listrik dialirkan ke luar kendaraan. Dengan cara itu, mobil tidak hanya menyimpan energi untuk bergerak, tetapi juga menyalurkannya untuk menghidupkan perangkat elektronik di luar mobil.
Hyundai Indonesia menjelaskan, fitur ini membuat mobil listrik bisa berperan seperti power bank berukuran besar. Secara teknis, arus searah atau DC dari baterai diubah menjadi arus bolak-balik atau AC yang setara listrik stopkontak rumah.
Arus itu bisa keluar lewat adaptor yang dicolok ke port pengisian daya, atau melalui soket bawaan yang tersedia di kabin. Karena itu, mobil listrik yang mendukung V2L dapat dipakai sebagai sumber daya sementara saat akses listrik rumah terganggu.
Cocok untuk kondisi darurat
Chery Indonesia menyebut V2L bisa membantu memasok listrik sementara untuk kebutuhan rumah seperti lampu, kulkas, hingga Wi-Fi. Fungsi ini membuat mobil listrik punya nilai tambah di luar perannya sebagai kendaraan harian.
Kapasitas baterai menjadi alasan utama fitur ini cukup berguna. Emporia Energy menggambarkan baterai mobil listrik yang umumnya berada di kisaran 60 hingga 100 kWh, jauh di atas power station portabel kelas atas yang hanya sekitar 2 hingga 3 kWh.
Meski begitu, V2L tetap bukan pengganti instalasi listrik rumah. Perangkat disambungkan langsung ke mobil, bukan dialirkan ke jaringan listrik rumah, sehingga konsepnya berbeda dari vehicle to home atau V2H yang membutuhkan perangkat dan pemasangan khusus.
Ada batas daya dan cara pakai
Keluaran daya V2L juga terbatas, umumnya sekitar 3,6 kW pada mobil seperti Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6. Artinya, fitur ini lebih cocok untuk beban kecil hingga menengah, sedangkan perangkat berdaya besar mungkin harus dinyalakan bergantian.
Penggunaan V2L juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Fitur ini umumnya dipakai saat mobil berhenti atau parkir, meski pada mobil listrik Hyundai soket di kabin masih bisa digunakan saat mobil berjalan.
Sementara itu, adaptor di port luar hanya berfungsi ketika mobil dalam keadaan berhenti. Batas ini penting agar penyaluran daya tetap aman dan sesuai fungsi yang disediakan pabrikan.
Sistem menjaga baterai tetap aman
Pengguna juga bisa menyetel batas pemakaian baterai melalui layar head unit. Pada Hyundai dan Chery, rentangnya ada di 20 hingga 80 persen, dan penyaluran daya akan berhenti otomatis saat batas itu tercapai.
Auto2000 menjelaskan, seluruh proses ini diatur oleh Battery Management System atau BMS. Sistem tersebut menjaga kestabilan tegangan, mengontrol batas daya, dan mencegah baterai kepanasan akibat pemakaian berlebih.
Setiap daya yang dipakai untuk perangkat elektronik juga mengurangi energi yang tersedia untuk berkendara. Karena itu, V2L paling tepat dipandang sebagai penolong sementara saat listrik padam, bukan sumber listrik utama untuk rumah.
Source: www.cnnindonesia.com






