Yamaha Ingatkan Jangan Asal Turunkan BBM, Pertalite Tak Cocok Untuk Semua Motor

Author: Qoo Media

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing mengingatkan konsumen agar tidak asal menurunkan jenis bahan bakar dari Pertamax ke Pertalite hanya karena harga BBM naik. Pabrikan menegaskan, pilihan BBM harus tetap mengikuti spesifikasi mesin dan rasio kompresi kendaraan.

Pesan itu jadi penting karena sebagian pengguna kendaraan mulai mempertimbangkan beralih ke BBM dengan RON lebih rendah. Yamaha menilai langkah tersebut tidak bisa dilakukan secara seragam, sebab kebutuhan bahan bakar tiap motor berbeda.

Manager Public Relations, YRA & Community YIMM, Rifkie Maulana, mengatakan tidak semua motor punya spesifikasi mesin yang sama. Karena itu, ia meminta konsumen melihat dulu kompresi mesin sebelum mengganti jenis BBM.

Acuan kompresi mesin

Rifkie menjelaskan, penurunan RON bensin harus mengacu pada rekomendasi pabrikan. Menurut dia, penggunaan BBM yang tidak sesuai rasio kompresi berpotensi memengaruhi performa kendaraan.

Pertamina sendiri merilis petunjuk bahwa bensin RON 90 cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 sampai 10:1. Sementara itu, RON 92 sesuai untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 sampai 11:1.

Motor Yamaha 125 cc dinilai masih cocok

Berdasarkan data tersebut, sejumlah motor Yamaha bermesin 125 cc masih cocok menggunakan Pertalite. Model yang disebut antara lain Gear, Freego, X-Ride, Mio M3, Fino 125, Jupiter Z1, dan Vega Force.

Rifkie membenarkan hal itu dan menyebut mesin 125 cc masih tergolong “friendly”. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa Pertalite masih sesuai untuk sebagian model Yamaha tertentu, selama tetap masuk batas spesifikasi yang dianjurkan.

Risiko jika tidak sesuai spesifikasi

Yamaha menekankan bahwa penggunaan BBM yang tidak sejalan dengan karakter mesin dapat berdampak pada performa. Karena itu, pilihan bahan bakar tidak seharusnya hanya didasarkan pada selisih harga atau kebiasaan pemakaian sebelumnya.

Konteks ini juga muncul di tengah kecenderungan masyarakat mencari alternatif BBM yang lebih terjangkau. Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax RON 92 diduga memicu sebagian pengguna beralih ke Pertalite yang memiliki RON lebih rendah.

Perbedaan Pertalite dan Pertamax

Pertalite merupakan BBM bensin subsidi yang harganya belum naik karena dijaga pemerintah. Sementara itu, Pertamax series dengan RON 92 ke atas telah mengalami penyesuaian harga signifikan mulai dari Rp16.250 per liter.

Perbedaan harga itu membuat isu pemilihan BBM makin sensitif bagi pengguna motor harian. Namun Yamaha menegaskan, aspek teknis mesin tetap harus jadi prioritas utama agar kendaraan tetap bekerja sesuai rancangan pabrikan.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru