Aturan Aneh Di Inggris Ini Bisa Menjerat Pengemudi Yang Nyalakan AC Saat Menunggu, Denda Hingga Rp2,3 Juta

Author: Qoo Media

Saat suhu melonjak hingga 104°F atau 40°C di sebagian Inggris dan Wales, pengemudi justru bisa terkena denda jika menyalakan air conditioner saat mesin mobil tetap menyala tetapi kendaraan tidak bergerak. Aturan yang disebut berasal dari hukum emisi di Inggris itu membuat kebiasaan yang terasa wajar di tengah gelombang panas berubah menjadi risiko finansial.

Besaran dendanya tidak kecil. Dalam kondisi tertentu, pengemudi bisa dikenai hingga £110 atau $145, tergantung jenis penindakan dan wilayah penerapannya.

Denda saat mobil diam

Menurut laporan yang dikutip oleh Independent, pengemudi yang menggunakan AC sambil idling dapat didenda £40 atau $53 jika pelanggaran ditangani polisi. Jika penindakan dilakukan oleh petugas penegakan sipil, jumlahnya bisa naik menjadi £80 atau $106.

Namun, denda itu bisa menjadi setengah jika dibayar segera. Di London, petugas penegakan dari Islington Council disebut menjatuhkan denda £110 kepada mereka yang tidak mematuhi permintaan untuk mematikan mesin yang masih menyala saat kendaraan berhenti.

RAC, atau Royal Automobile Club, menyebut mesin yang dibiarkan idle menimbulkan polusi udara. Karena itu, otoritas disebut berupaya mendorong pengemudi agar tidak menggunakan AC ketika kendaraan dalam অবস্থasi diam.

Imbauan untuk menunda perjalanan

Senior policy officer RAC, Rod Dennis, mengatakan pengemudi disarankan menunda perjalanan yang tidak penting sampai gelombang panas berlalu. Ia juga menekankan bahwa AC memang sangat membantu membuat perjalanan terasa nyaman, tetapi menyalakan mesin dan pendingin udara saat mobil tidak bergerak bukan pilihan yang bijak.

Dennis menambahkan bahwa bahkan pengemudi mobil tanpa AC pun disarankan menunda perjalanan yang tidak mendesak pada minggu itu. Ia mengingatkan bahwa duduk di dalam mobil dengan mesin dan AC menyala sambil tidak pergi ke mana-mana tetap berisiko dikenai denda oleh polisi atau petugas penegakan sipil.

Gelombang panas memperbesar sorotan

Kondisi ini muncul saat suhu di beberapa bagian Inggris mencapai 104°F atau 40°C pada Rabu dan Kamis. Di tengah cuaca ekstrem itu, aturan terhadap kendaraan yang diam terasa semakin sensitif karena banyak orang mungkin perlu menyalakan AC untuk waktu singkat.

Gelombang panas tersebut juga diperkirakan melampaui rekor Juni 1976 di Hampshire, ketika suhu mencapai 95.08 derajat atau 35.6°C. Karena itu, masyarakat diminta menghindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 11 pagi hingga 3 sore.

Met Office memperingatkan bahwa dampak panas tidak hanya terkait kesehatan publik. Lembaga itu menyebut cuaca ekstrem juga bisa memicu gangguan pada pasokan air, energi, dan transportasi, lalu mengeluarkan peringatan amber untuk Jumat di Inggris timur dan tengah.

Grahame Madge dari Met Office mengatakan peringatan amber baru telah dikeluarkan untuk Inggris timur dan tengah pada Jumat. Ia juga menyebut pembaruan tambahan mungkin diperlukan saat prakiraan cuaca berkembang dan detail baru menjadi lebih jelas.

Di sisi lain, aturan denda untuk mobil yang diam ini sempat dikaitkan dengan rencana pemerintah konservatif untuk menaikkan sanksi bagi pengemudi yang idle. Rencana itu tidak terwujud, tetapi aturan yang berlaku sekarang tetap membuat penggunaan AC saat berhenti menjadi isu yang memicu perdebatan di tengah cuaca ekstrem.

Terbaru