BAIC T1 kini masuk radar pasar mobil listrik Indonesia dan langsung menarik perhatian karena berpotensi menjadi EV murni pertama dari BAIC yang dijual di Tanah Air. Kehadirannya juga mempertegas langkah BAIC dalam memperluas lini kendaraan elektrifikasi, setelah selama ini hanya memiliki model hybrid dan bermesin bensin di Indonesia.
Sinyal kehadiran model ini semakin kuat karena unitnya sudah mulai terlihat dan disebut masuk dalam rencana peluncuran BAIC Indonesia. Di pasar China, T1 berada di bawah naungan Arcfox, merek kendaraan energi baru milik BAIC yang fokus pada mobil listrik dan teknologi masa depan.
EV murni pertama BAIC di Indonesia
Saat ini BAIC Indonesia baru memiliki satu model elektrifikasi, yaitu BJ30 HEV yang mengusung teknologi hybrid. Model lain seperti BJ40 Plus dan X55 II masih memakai mesin bensin konvensional.
Itulah sebabnya BAIC T1 dinilai penting bagi strategi merek asal China tersebut di Indonesia. Jika resmi dipasarkan, model ini akan menjadi mobil listrik murni pertama BAIC di pasar lokal.
Dimensi kompak, kabin dibuat lega
BAIC T1 tampil sebagai SUV kompak dengan dimensi panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi sekitar 1.527 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.770 mm.
Panjang wheelbase itu membantu menciptakan ruang kabin yang lebih lega untuk pengemudi dan penumpang. BAIC juga mengklaim tingkat kekedapan suara kabin mobil ini bisa mencapai 85 persen.
Di dalam kabin, tersedia 32 ruang penyimpanan. Untuk menambah kesan lapang dan premium, BAIC T1 juga dibekali panoramic skyroof berukuran besar.
Fokus pada kenyamanan dan bantuan berkendara
BAIC T1 tidak hanya mengedepankan ruang kabin, tetapi juga fitur yang mendukung kemudahan pemakaian harian. Salah satu fitur yang disorot adalah self-parking, yang membantu pengemudi saat parkir di area sempit.
Mobil listrik ini juga membawa hingga 12 fitur Advanced Driver Assistance System atau ADAS Level 2. Paket teknologi ini dirancang untuk membantu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.
Sudah mendukung fast charging
Untuk kebutuhan mobilitas harian, BAIC T1 sudah mendukung fast charging. Pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 25 menit.
Selain itu, mobil ini juga memiliki fitur Vehicle-to-Vehicle Charging atau V2V Charging. Teknologi ini memungkinkan mobil berbagi daya dengan kendaraan listrik lain.
Ada pula Vehicle-to-Load 3,5 kW yang bisa dipakai sebagai sumber listrik darurat untuk berbagai perangkat elektronik. Fitur-fitur ini membuat BAIC T1 terlihat disiapkan bukan hanya sebagai mobil komuter, tetapi juga sebagai kendaraan listrik yang lebih fleksibel digunakan di beragam situasi.
Jarak tempuh hingga 425 km
Spesifikasi resmi BAIC T1 untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Namun, bila mengacu pada versi China, mobil ini memakai motor listrik bertenaga 70 kW dengan baterai LFP.
Dengan konfigurasi tersebut, BAIC T1 diklaim mampu menempuh jarak hingga 425 km dalam sekali pengisian daya. Jika spesifikasi serupa dipertahankan untuk Indonesia, model ini berpotensi menjadi penantang menarik di segmen SUV listrik kompak yang kini makin ramai.
