Toyota Cresta Nyaris Terlupakan, Sedan Mewah RWD Ini Punya Mesin J1Z dan 2JZ

Author: Qoo Media

Toyota Cresta jarang masuk daftar mobil JDM yang paling dulu diingat, padahal model ini punya resep yang sangat kuat. Di saat AE86, Supra, dan Soarer terus jadi bintang di meet, trek, dan event drift, Cresta justru lama berada di bayang-bayang karena ketersediaannya terbatas.

Itulah yang membuat Cresta terasa underrated. Mobil ini bukan sekadar trim dari model lain, melainkan diperlakukan sebagai model tersendiri dengan posisi sebagai penengah antara Mark II atau Cressida dan Toyota Crown bagi pembeli yang menginginkan nuansa lebih mewah.

Posisi unik di keluarga Toyota

Cresta punya identitas yang sedikit rumit, karena dalam beberapa wilayah ia berbagi basis dengan Mark II atau Cressida. Namun Toyota memberi nama sendiri dan memperlakukannya sebagai model terpisah, bukan sekadar varian.

Secara fungsi, Cresta menempati ruang yang menarik di pasar. Mobil ini menyasar konsumen yang ingin kenyamanan dan kemewahan lebih tinggi, tetapi belum masuk ke level Crown.

Toyota sendiri tidak memasukkan generasi pertama Cresta, X50 series dari 1980 sampai 1984, ke dalam lini sejarah model di situs resminya. Salah satu penjelasan yang masuk akal adalah distribusinya yang juga eksklusif, karena model ini hanya dijual melalui dealer tertentu di Jepang.

Mesin turbo sejak awal

Cresta mulai menarik perhatian lebih luas saat generasi kedua X70 hadir pada Agustus 1984. Pada masa itu, Toyota sudah termasuk lebih awal dalam mengadopsi mesin turbo, dan Cresta menjadi salah satu contoh paling jelas.

Varian utamanya memakai mesin 2.0 liter inline-six turbo yang menghasilkan 145 horsepower. Di samping itu, tersedia pula dua pilihan inline-six naturally aspirated, satu opsi empat silinder, dan bahkan varian turbo diesel.

Pada 1985, Toyota menambahkan Cresta GT dengan mesin enam silinder twin-turbo. Tenaganya mencapai 182 horsepower, yang membuat model ini semakin jauh dari citra sedan mewah biasa.

Semakin mewah, semakin kuat

Generasi ketiga X80 hadir pada 1988 dengan desain yang diperbarui dan interior yang lebih mewah. Pilihan mesinnya juga tetap beragam, termasuk beberapa mesin inline-six twin-turbo, empat silinder, dan turbo diesel.

Poin penting lain datang pada 1989, ketika Toyota menambahkan mesin legendaris 1JZ twin-turbo six-cylinder. Kehadiran mesin ini mengangkat status Cresta di mata penggemar yang mencari kombinasi antara kenyamanan dan performa.

Generasi berikutnya, X90, meluncur pada 1992 dan lebih dikenal sebagai bagian dari keluarga JZX90. Saat dipadukan dengan 2JZ, model ini juga dikenal sebagai JZX91, dan banyak penggemar JDM menganggapnya sebagai Cresta paling ikonik.

Mobil ini membawa fitur modern seperti ABS dan torque-sensing LSD. Dengan mesin 1JZ dan 2JZ, Cresta menawarkan karakter sedan mewah yang tetap punya tenaga besar dan kemampuan yang serius.

Akhir perjalanan yang sering terlupakan

Generasi terakhir Cresta muncul pada September 1996 dan menjadi versi paling modern sekaligus paling bertenaga dari seluruh lini. Tenaganya disebut mencapai 276 horsepower dari mesin 1JZ twin-turbo, angka yang mengikuti batas yang disepakati para produsen mobil Jepang pada masa itu.

Perubahan pada generasi terakhir ini tidak terlalu ekstrem secara mekanis dibanding pendahulunya. Toyota lebih fokus pada penambahan tenaga, sedikit pembesaran ukuran, dan penyegaran desain agar tetap relevan.

Produksi Cresta berakhir pada 2001, bersamaan dengan Chaser. Namun nama Cresta tetap lebih jarang dibicarakan dibanding Chaser dan Mark II, meski ketiganya berada dalam lingkaran produk yang sangat dekat.

Padahal, Cresta membawa banyak hal yang dicari penggemar mobil Jepang klasik. Ia rear-wheel-drive, nyaman, punya gaya khas Toyota, dan didukung kombinasi mesin 1JZ dan 2JZ yang membuatnya pantas mendapat perhatian lebih besar.

Terbaru