Pasar Mobil China Masih Lesu, Penjualan Anjlok 23 Persen dan Tekanan Makin Berat

Pasar mobil China kembali menunjukkan sinyal lemah pada Juni 2026, meski kendaraan elektrifikasi tetap menjaga laju industri. Penjualan ritel mobil penumpang sepanjang 1 hingga 21 Juni tercatat 913.000 unit, turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tekanan itu mempertegas bahwa pasar otomotif terbesar dunia ini masih berada dalam fase penyesuaian. Namun, di saat mobil konvensional melemah, kendaraan listrik dan hybrid masih memegang peran utama dalam menopang permintaan domestik.

Ritel dan grosir sama-sama tertekan

Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan penjualan ritel mobil penumpang di China sepanjang 2026 mencapai 8,01 juta unit. Angka itu turun 20 persen secara tahunan dan menggambarkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Meski begitu, jika dibandingkan dengan Mei 2026, penjualan ritel pada Juni justru naik 7 persen. Pola serupa juga terlihat pada pasar grosir, yang mengisyaratkan perbaikan bulanan tetapi belum cukup kuat untuk membalik tren tahunan.

Sepanjang 1-21 Juni 2026, pengiriman mobil penumpang mencapai 999.000 unit. Angka itu turun 14 persen dari tahun lalu, tetapi masih naik 9 persen dibandingkan periode yang sama pada Mei 2026.

Secara kumulatif, penjualan grosir mobil penumpang sepanjang 2026 mencapai 11,18 juta unit. Capaian tersebut masih turun 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

NEV tetap jadi penopang utama

Di tengah pelemahan pasar, New Energy Vehicle atau NEV tetap menjadi penyangga utama industri otomotif China. Penjualan ritel NEV pada tiga pekan pertama Juni mencapai 583.000 unit, turun 10 persen secara tahunan, namun naik 11 persen dibandingkan Mei 2026.

Tingkat penetrasi NEV juga bertahan di level 63,8 persen. Angka ini menunjukkan kendaraan listrik dan hybrid masih mendominasi pasar domestik China.

Pada sisi grosir, kinerja NEV justru lebih kuat. Distribusi NEV pada per Juni 2026 mencapai 673.000 unit, naik 8 persen dibandingkan tahun lalu dan melonjak 17 persen dari bulan sebelumnya.

Secara kumulatif, penjualan grosir NEV sepanjang 2026 sudah mencapai 5,98 juta unit. Angka itu tumbuh 2 persen secara tahunan dan memberi sinyal bahwa produsen masih melihat ruang permintaan yang kuat pada paruh kedua tahun ini.

Peralihan produksi makin tajam

Pergeseran ke elektrifikasi juga terlihat dari sisi produksi. Pada dua pekan pertama Juni, produksi mobil berbahan bakar bensin hanya mencapai 225.000 unit, anjlok 44 persen dibandingkan tahun lalu.

Sebaliknya, produksi mobil hybrid dan plug-in hybrid mencapai 160.000 unit. Meski turun 16 persen secara tahunan, volumenya masih relatif stabil dibandingkan Mei 2026.

Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap produsen mobil konvensional kian besar. Sementara itu, pemain di segmen elektrifikasi tetap berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menjaga volume dan menyesuaikan strategi produksi.

Dorongan ekspor dan kompetisi global

Pelemahan penjualan domestik berpotensi mendorong produsen China seperti BYD, Geely, dan Chery untuk semakin agresif memperluas ekspor. Langkah itu bisa menjadi salah satu cara menjaga volume penjualan ketika permintaan di pasar dalam negeri masih berat.

Bagi industri otomotif global, data terbaru dari China juga menegaskan bahwa persaingan kendaraan listrik dan hybrid akan semakin ketat. Di saat yang sama, investasi pada teknologi baterai, kendaraan listrik, dan rantai pasok energi bersih diperkirakan terus meningkat seiring perubahan arah industri.

Terkait