Rush Turun Tipis Di Mei 2026, Kok Terios Justru Naik Sendiri?

Author: Qoo Media

Toyota Rush kembali menunjukkan posisinya sebagai tulang punggung segmen low SUV, tetapi penjualannya tetap turun pada Mei 2026. Di saat yang sama, Daihatsu Terios justru bergerak berlawanan dan menjadi sorotan karena mampu naik tipis saat pasar LSUV melemah.

Total penjualan LSUV pada Mei 2026 tercatat 5.123 unit, turun 16,2 persen dibanding April yang mencapai 6.116 unit. Penurunan itu memperlihatkan bahwa tekanan pasar tidak hanya dirasakan satu model, melainkan hampir seluruh pemain di kelas ini.

Rush masih menjadi model paling kuat di segmen tersebut milik Toyota dengan penjualan 2.704 unit sepanjang Mei. Namun angka itu tetap lebih rendah 5,8 persen dibanding April 2026, ketika Rush masih mencatat 2.871 unit.

Di sisi lain, Terios justru mencatat kenaikan 2,8 persen. Model kembar dari Daihatsu itu terjual 1.285 unit pada Mei, naik 35 unit dari 1.250 unit pada April, dan menjadi satu-satunya model di segmen LSUV yang membukukan kenaikan penjualan.

Rush turun, Terios naik tipis

Pergerakan yang berbeda antara Rush dan Terios membuat dinamika di kelas LSUV terlihat menarik. Walau sama-sama bermain di segmen yang sama, hasil penjualan keduanya justru berlawanan pada bulan yang sama.

Rush memang masih jauh di atas para pesaingnya, tetapi penurunan tipis tetap penting dicermati karena terjadi saat pasar LSUV sedang tertekan. Terios, yang posisinya lebih kecil, justru berhasil menjaga momentumnya di tengah kondisi itu.

XL7 terpukul lebih dalam

Suzuki XL7 berada di posisi ketiga, tetapi penjualannya jatuh jauh lebih tajam. Pada Mei, model ini hanya terjual 828 unit, turun 35,5 persen dari 1.283 unit di bulan April.

Penurunan XL7 menjadi yang paling besar di antara tujuh model LSUV yang dijual. Ada dugaan penurunan itu dipengaruhi oleh persiapan peluncuran facelift, meski pasar juga menempatkan XL7 di bawah dua model Jepang yang lebih laris, yakni Rush dan Terios.

Pemain lain ikut melemah

Hyundai Stargazer X juga turun dari 177 unit menjadi 112 unit. Meski begitu, angka tersebut cukup untuk mengangkat posisinya dari peringkat 5 ke 4, sekaligus mengungguli Mitsubishi Xpander Cross yang hanya mencatat 58 unit.

Honda BR-V juga bergerak turun menjadi 105 unit, dari sebelumnya 134 unit. Citroen C3 Aircross mencatat 31 unit, turun tipis satu unit saja, dan tetap menjadi model dengan penjualan paling sedikit di kelasnya.

C3 Aircross memang terlihat stabil di kisaran 30 unit dalam beberapa bulan terakhir. Namun kondisi itu tetap menegaskan betapa sempitnya ruang gerak model tersebut di tengah persaingan LSUV yang semakin ketat.

Pasar melemah, Toyota masih dominan

Toyota masih memegang pangsa pasar terbesar di segmen LSUV dengan 52,8 persen. Dominasi itu membuat Toyota tetap unggul jauh dari para rival, termasuk Terios sebagai kembaran Rush.

Meski begitu, data Mei 2026 menunjukkan tekanan pasar tidak bisa diabaikan. Penurunan penjualan terjadi bukan hanya di low SUV, tetapi juga nyaris di seluruh segmen mobil di Indonesia.

Salah satu penyebabnya adalah konsumen yang menunda pembelian mobil baru. Di saat yang sama, nilai mata uang yang tidak stabil membuat harga berpotensi naik, sementara para kompetitor baru terus bermunculan dengan banderol yang lebih murah namun tetap menawarkan kualitas yang dianggap terjaga.

Kondisi itu membuat pertarungan di segmen LSUV kian menantang, termasuk bagi Toyota yang sejauh ini masih paling kuat. Namun, dengan Rush yang masih menembus lebih dari 2.700 unit dan pangsa segmen di atas 50 persen, pertanyaan besarnya kini bukan hanya soal dominasi, melainkan seberapa lama posisi itu bisa dipertahankan.

Source: ridertua.com
Terbaru