Mazda 6e Muncul Di NJKB RI, Sedan Listrik Ini Disiapkan Mulai Rp413 Juta

Mazda 6e mulai mencuri perhatian di Indonesia setelah namanya tercantum dalam dokumen resmi pemerintah. Sedan listrik ini muncul dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026 terkait Nilai Jual Kendaraan Bermotor, dengan NJKB mulai Rp413 juta.

Kemunculan itu belum berarti mobil ini sudah pasti dijual ke konsumen. Namun, data NJKB sering menjadi sinyal awal bahwa sebuah model sedang disiapkan untuk masuk ke pasar Indonesia, terlebih Mazda sebelumnya sudah lebih dulu menghadirkan MX-30 di segmen kendaraan listrik.

Sinyal awal dari dokumen resmi

NJKB bukan harga jual akhir yang dibayar pembeli. Nilai ini hanya menjadi dasar perhitungan pajak kendaraan dan belum mencakup pajak lain, biaya distribusi, maupun margin agen pemegang merek.

Karena itu, angka Rp413 juta belum bisa dibaca sebagai banderol resmi di showroom. Meski begitu, keberadaan Mazda 6e di data tersebut memberi petunjuk kuat bahwa Mazda sedang mengintip peluang baru di pasar listrik Tanah Air.

Sedan listrik hasil kolaborasi Mazda dan Changan

Mazda 6e pertama kali diperkenalkan secara global pada 2024. Model ini lahir dari kerja sama Mazda dengan Changan Automobile, pabrikan asal China.

Di China, mobil ini memakai nama Mazda EZ-6 dan diposisikan sebagai penerus tidak langsung Mazda 6. Posisi itu membuat 6e membawa beban nama besar sedan Mazda yang sudah lama dikenal sebagai model andalan pabrikan Jepang tersebut.

Meski dikembangkan bersama Changan, identitas desain Mazda tetap terlihat kuat. Bahasa desain Kodo masih mendominasi, tetapi dikemas dengan pendekatan yang lebih modern agar selaras dengan karakter mobil listrik masa kini.

Desain luar tetap khas Mazda

Pada bagian depan, Mazda 6e memakai grille khas Mazda yang dibuat tertutup seperti mobil listrik pada umumnya. Area itu juga dihiasi elemen pencahayaan LED yang terhubung dengan lampu utama, sehingga tampilannya terlihat lebih futuristis.

Dari samping, bodinya tampak ramping dan mengalir. Garis atap yang menurun ke belakang memberi kesan coupe, lalu pelek two-tone 19 inci memperkuat nuansa premium dan sporty.

Bagian belakangnya juga punya karakter menarik. Walau sekilas tampak seperti sedan, Mazda 6e sebenarnya memakai konfigurasi liftback yang membuat pintu bagasi terbuka menyatu dengan kaca belakang.

Desain itu membuat akses barang lebih praktis dibanding sedan biasa. Mazda mengklaim bagasi belakangnya berkapasitas 336 liter, dan bisa meningkat menjadi 1.074 liter saat kursi belakang dilipat.

Kabin modern dengan sentuhan premium

Masuk ke dalam, Mazda 6e menampilkan kabin minimalis dengan tombol fisik yang sangat sedikit. Pusat pengaturan kendaraan dan hiburan bertumpu pada layar sentuh 14,6 inci di tengah dashboard.

Di depan pengemudi tersedia panel instrumen digital 10,2 inci. Konsol tengah dibuat mengambang untuk memberi ruang penyimpanan tambahan, sementara dua wireless charging pad disiapkan untuk kebutuhan perangkat smartphone.

Mazda tetap menjaga nuansa premium lewat material berkualitas tinggi. Kombinasi warna tan dan hitam pada jok serta panel interior memberi kesan mewah yang masih selaras dengan karakter merek tersebut.

Performa dan jarak tempuh yang kompetitif

Untuk pasar global, Mazda 6e dibekali baterai 78 kWh. Bekal itu memungkinkan jarak tempuh hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Pengisian cepat juga menjadi salah satu daya tariknya. Dengan DC fast charging, baterai bisa terisi dari 30 persen ke 80 persen hanya sekitar 15 menit.

Motor listriknya menggerakkan roda belakang dengan tenaga 254 dk dan torsi 290 Nm. Konfigurasi ini membuat Mazda 6e berbeda dari banyak mobil listrik lain yang umumnya memakai penggerak roda depan.

Hingga saat ini, Mazda Indonesia belum mengumumkan peluncuran resminya. Namun, kehadiran Mazda 6e dalam daftar NJKB membuat sedan listrik ini layak dipantau, terutama bagi pasar yang mencari mobil listrik premium dengan desain elegan dan jarak tempuh panjang.

Source: moladin.com

Terkait