Honda memastikan Vario EVO 160 yang tetap memakai rangka enhanced Smart Architecture Frame atau eSAF aman digunakan. Jaminan itu disampaikan langsung saat model terbaru tersebut meluncur di Indonesia.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena eSAF sebelumnya sempat dikeluhkan sejumlah pihak di media sosial. Di tengah perhatian itu, PT Astra Honda Motor menegaskan konsumen tidak perlu khawatir karena rangka skutik tersebut dijamin aman.
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi Putro, mengatakan pihaknya berani menjamin keamanan rangka Vario EVO 160. Menurut dia, jaminan itu didukung garansi rangka hingga lima tahun.
Octavianus menyebut konsumen tak perlu cemas jika menemukan hal yang dirasa janggal. Honda, kata dia, akan melakukan pengecekan melalui jaringan bengkel resmi yang tersedia.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan keluhan rangka dilakukan dengan pendekatan kasus per kasus. Karena itu, pemeriksaan tetap dibuka bagi setiap konsumen yang datang ke jaringan layanan Honda.
Jaminan rangka dan layanan pengecekan
Garansi rangka lima tahun menjadi salah satu dasar keyakinan AHM atas keamanan eSAF di Vario EVO 160. Skema ini sekaligus menjadi bentuk tanggapan atas kekhawatiran yang sempat beredar di ruang publik.
Menurut Octavianus, ketika konsumen datang ke bengkel resmi, pemeriksaan bisa langsung dilakukan. Pengecekan itu bahkan dapat dibantu bersamaan dengan kunjungan servis berkala.
AHM juga menyatakan pintu aduan tetap terbuka meski keluhan terkait rangka disebut nyaris tidak ada saat ini. Jika konsumen menemukan dugaan masalah, mereka diminta segera menghubungi jaringan resmi Honda.
Pernyataan bahwa keluhan sudah hampir tidak ada menjadi bagian penting dari posisi AHM saat ini. Namun perusahaan tetap menekankan kesiapan untuk memeriksa kendaraan bila ada laporan masuk.
Vario EVO 160 tetap pakai eSAF
Honda Vario EVO 160 meluncur di Indonesia pada Rabu (24/6). Pada model ini, perubahan yang dibawa disebut hanya bersifat minor pada tampilan, fitur, dan mesin.
Meski ada pembaruan di sejumlah bagian, struktur rangkanya tidak berubah. Honda tetap mempertahankan eSAF sebagai basis rangka untuk skutik tersebut.
Keputusan mempertahankan eSAF membuat isu keamanan rangka kembali mendapat perhatian. Karena itu, penjelasan dari AHM menjadi konteks penting bagi calon pembeli maupun pengguna Honda yang mengikuti perkembangan model ini.
Dalam keterangannya, AHM tidak hanya menegaskan keamanan produk, tetapi juga menyoroti mekanisme penanganan setelah pembelian. Ini mencakup garansi, pengecekan di bengkel, dan akses konsumen ke jaringan resmi.
Keluhan disebut nyaris tak ada
Octavianus mengatakan AHM selalu terbuka terhadap berbagai masukan dan keluhan terkait rangka kendaraan. Namun ia menyebut kondisi saat ini sudah jauh lebih tenang dibanding masa ketika isu rangka ramai dibahas.
Ia menyatakan keluhan soal rangka kini hampir tidak ada. Meski begitu, konsumen tetap dianjurkan datang ke bengkel resmi jika ingin memastikan kondisi kendaraan mereka.
Pola ini menunjukkan AHM ingin tetap responsif walau intensitas keluhan menurun. Dalam praktiknya, pemeriksaan dapat dilakukan saat pemilik membawa motor untuk servis.
Bagi konsumen, hal ini memberi jalur yang jelas jika ingin meminta pengecekan. AHM juga menegaskan bahwa jaringan mereka siap membantu ketika ada kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.
Harga tiga varian
Honda Vario EVO 160 dipasarkan dalam tiga varian. Seluruh harga yang diumumkan berstatus on the road Jakarta.
Varian CBS dibanderol Rp 28,5 jutaan. Varian Nitro dijual Rp 28,7 jutaan.
Sementara itu, varian ABS menjadi yang paling tinggi dengan harga Rp 31,4 jutaan. Ketiga varian tersebut melengkapi lini Vario EVO 160 yang baru meluncur di pasar Indonesia.
Dengan tetap digunakannya eSAF, perhatian publik terhadap jaminan keamanan rangka ikut menguat. AHM meresponsnya dengan garansi lima tahun, layanan pengecekan di bengkel resmi, dan penegasan bahwa konsumen bisa langsung menghubungi jaringan Honda bila ada temuan pada kendaraan.
Source: oto.detik.com






