BYD M6 Masih Terdepan, Wuling Cortez Darion EV Makin Dekat di Pasar MPV Listrik 2026

Persaingan MPV listrik di Indonesia memasuki fase yang makin ramai pada 2026. Di tengah pilihan yang kian beragam, BYD M6 masih memimpin pasar, sementara Wuling Cortez Darion EV terus menekan dari belakang.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia untuk periode Januari-Mei 2026 menunjukkan bahwa pasar MPV listrik tidak lagi hanya dikuasai satu nama. Model-model di kelas menengah hingga premium sama-sama mencatat distribusi yang bergerak positif, seiring harga yang makin kompetitif dan minat konsumen pada mobil keluarga berbasis baterai.

BYD M6 masih jadi patokan

BYD M6 menutup periode Januari-Mei 2026 di posisi teratas dengan total 5.017 unit. Pada Mei, model ini menambah 197 unit dan mempertahankan jarak dari para pesaing terdekatnya.

Harga jualnya berada di kisaran Rp383 juta-Rp433 juta, sehingga BYD M6 diposisikan sebagai MPV listrik keluarga yang relatif terjangkau. Kombinasi harga kompetitif, kabin lega, dan citra sebagai mobil keluarga listrik menjadi modal utamanya untuk tetap dominan.

Wuling Cortez Darion EV makin menekan

Wuling Cortez Darion EV berada di posisi kedua dengan penjualan 2.765 unit. Model ini justru mencatat kenaikan bulanan paling tinggi di kelompok teratas, yaitu 234 unit sepanjang Mei.

Dengan harga Rp399 juta-Rp459 juta, Wuling mencoba merebut perhatian lewat MPV listrik yang membawa fitur lengkap di segmen menengah. Jika tren pertumbuhan ini berlanjut, selisih dengan BYD M6 berpotensi terus menyempit.

Denza D9 kuat di kelas premium

Di segmen premium, Denza D9 masih belum mendapat lawan sepadan. MPV listrik yang dipasarkan sekitar Rp950 juta itu sudah membukukan 2.359 unit dan menambah 210 unit pada Mei.

Permintaan yang tetap stabil menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik mewah di Indonesia mulai punya basis pembeli yang jelas. Denza D9 pun menjaga posisinya sebagai pilihan utama di kelas atas.

Model lain mulai mengisi pasar

Xpeng X9 berada di urutan keempat dengan 744 unit, setelah menambah 52 unit pada Mei. Aletra L8 menyusul dengan 257 unit dan pertumbuhan 89 unit, menjadikannya salah satu model dengan laju kenaikan yang menonjol.

Kedua model tersebut belum mendekati angka tiga besar, tetapi mulai menarik perhatian sebagai alternatif bagi konsumen yang mencari desain dan teknologi yang lebih modern. Perkembangan ini ikut memperluas peta persaingan MPV listrik di Indonesia.

Maxus dan VW ID. Buzz belum lepas landas

Maxus Mifa 9 mencatat 109 unit, sedangkan VW ID. Buzz membukukan 65 unit, dan keduanya sama-sama menambah 15 unit pada Mei. Di sisi lain, Maxus Mifa 7 masih tertahan di angka 5 unit tanpa tambahan penjualan.

Kondisi itu menunjukkan bahwa pasar MPV listrik tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Harga, jaringan penjualan, dan kepercayaan konsumen terhadap merek tetap menjadi faktor penting dalam mendorong penjualan.

Peta kompetisi ke depan

Melihat pergerakan hingga Mei 2026, persaingan MPV listrik tampak akan semakin sengit. BYD M6 masih menjadi acuan pasar, tetapi Wuling Cortez Darion EV memberi sinyal bahwa pertarungan di kelas menengah belum selesai.

Sementara itu, Denza D9 menjaga pasar premium tetap hidup, dan Xpeng X9 bersama Aletra L8 mulai membangun peluang untuk menambah tekanan di segmen yang selama ini masih berkembang perlahan.

Source: moladin.com

Terkait