CATL Bikin Sel Baterai Lebih Tipis, Mobil Listrik Rendah Tak Lagi Harus Berkompromi

CATL mendorong batas baru pada desain baterai mobil listrik dengan mengembangkan sel yang lebih tipis untuk sedan listrik berprofil rendah. Langkah ini ditujukan untuk mengatasi masalah ruang vertikal yang selama ini menyulitkan pengemasan baterai pada kendaraan dengan bodi rendah.

Melansir Carnewschina, inovasi itu hadir lewat paten perangkat keras yang baru disetujui. CATL menempatkan area tipis terintegrasi tepat di bawah penutup terminal agar tab elektroda bisa dilipat lebih rapat tanpa menyentuh dinding luar berbahan logam.

Mengurangi hambatan ruang di mobil listrik rendah

Masalah ketebalan paket baterai memang kerap menjadi kendala besar pada mobil listrik berprofil rendah. Pada banyak model dengan baterai prismatik besar, produsen harus menaikkan atap mobil atau mengorbankan kenyamanan ruang penumpang belakang.

Desain baru CATL diarahkan untuk memangkas dimensi vertikal sel baterai. Dengan begitu, sasis yang lebih rendah tetap bisa digunakan tanpa mengorbankan ruang kabin.

Pendekatan ini penting bagi sedan listrik berperforma tinggi yang menuntut posisi bodi rendah. Di segmen ini, kompromi antara bentuk aerodinamis dan kapasitas baterai sering menjadi tantangan utama.

Fokus juga pada keamanan fisik

Selain mengejar efisiensi ruang, struktur baru itu juga dirancang untuk meningkatkan keselamatan. Konfigurasi tersebut membantu mengurangi risiko korsleting mikro saat kendaraan mengalami getaran selama penggunaan.

CATL menyebut penyempurnaan geometri sel ini sebagai lapisan perlindungan mekanis. Fungsinya adalah memisahkan komponen kelistrikan internal dari dinding wadah baterai ketika terjadi tekanan dari berbagai arah.

Arah pengembangan itu sejalan dengan strategi keselamatan perusahaan sebelumnya. CATL sebelumnya berfokus pada penguatan desain perangkat keras di tingkat paket baterai untuk meminimalkan risiko kegagalan termal.

Didukung belanja R&D besar

Pengembangan teknologi ini tidak lepas dari investasi riset dan pengembangan yang besar. Sepanjang 2025, CATL mengalokasikan 22,147 miliar yuan untuk berbagai proyek inovasi.

Dana itu tidak hanya dipakai untuk meningkatkan teknologi baterai elektrolit cair. Sebagiannya juga mendukung pengembangan baterai solid-state generasi berikutnya.

Dengan dukungan modal tersebut, CATL dapat memberi porsi lebih besar pada peningkatan keamanan fisik baterai. Perusahaan juga tetap melanjutkan pengembangan perangkat lunak di lini teknologinya.

Kinerja bisnis ikut menguat

Belanja R&D yang besar itu berjalan seiring dengan kinerja keuangan CATL yang terus menguat. Pada kuartal pertama 2026, perusahaan membukukan laba bersih 20,7 miliar yuan atau sekitar Rp47 triliun.

Capaian itu bahkan melampaui total laba bersih gabungan sejumlah produsen otomotif besar asal China, termasuk BYD, Geely, dan Chery. Angka tersebut menunjukkan skala bisnis CATL yang semakin besar di industri kendaraan listrik.

Dominasi pasar baterai domestik

Dari sisi pasar, posisi CATL juga makin kokoh. Berdasarkan data registrasi bulanan China EV DataTracker, total pemasangan baterai CATL mencapai 33,08 GWh pada Mei 2026.

Angka itu naik 13,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan melonjak 35,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut membuat CATL menguasai pangsa pasar baterai kendaraan listrik domestik sebesar 46,1 persen.

Teknologi baterai lithium iron phosphate atau LFP masih menjadi penyumbang terbesar dari total pemasangan perusahaan. Di bawahnya, baterai lithium nickel manganese cobalt atau NMC juga tetap memberi kontribusi penting.

Source: voi.id

Terkait