10.000 Lebih Pelanggan Indonesia Sudah Pakai Mobil Listrik GAC, Jaringannya Kini Makin Agresif

Lebih dari 10.000 pelanggan di Indonesia kini telah menggunakan mobil listrik GAC. Capaian itu muncul saat merek asal China tersebut terus memperluas jaringannya dan mencatat pertumbuhan penjualan yang kuat di pasar domestik.

Bagi pasar kendaraan listrik nasional, angka ini penting karena menunjukkan adopsi yang kian nyata di luar pemain-pemain yang lebih dulu dikenal luas. GAC juga menilai peningkatan jumlah pengguna menjadi alasan utama untuk memperkuat layanan lewat ekspansi dealer di berbagai kota.

Saat ini, GAC telah mengoperasikan 53 jaringan dealer di seluruh Indonesia. Perusahaan berencana terus menambah jaringan distribusi baru hingga akhir 2026 seiring penguatan penerimaan publik terhadap merek tersebut.

CEO GAC Indonesia Andry Ciu menyatakan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi tanggung jawab perusahaan untuk terus memperkuat jaringan dealer. Menurut dia, langkah itu dilakukan agar standar layanan yang dijanjikan bisa dirasakan secara konsisten oleh pelanggan di seluruh Indonesia.

Ekspansi dealer itu tidak semata menjadi bagian dari strategi bisnis. GAC menyebut perluasan jaringan juga merupakan respons atas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik mereka.

Penjualan di Indonesia Tumbuh Cepat

Di tengah persaingan pasar otomotif nasional, GAC mencatat penjualan grosir sebanyak 3.399 unit pada periode Januari-Mei 2026. Data itu mengacu pada catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO.

Kontribusi GAC terhadap penjualan mobil nasional masih sekitar 0,9 persen. Namun, merek ini masuk dalam kelompok yang membukukan pertumbuhan tahunan wholesale paling tinggi, yaitu 84,2 persen.

Pertumbuhan tersebut memberi gambaran bahwa basis pengguna GAC di Indonesia berkembang lebih cepat dibanding skala pasarnya saat ini. Dalam konteks kendaraan listrik, laju itu memperlihatkan pasar masih terbuka bagi merek yang mampu memperluas jangkauan layanan dan produk.

GAC sendiri baru sekitar dua tahun hadir di pasar otomotif domestik. Dalam waktu relatif singkat itu, perusahaan berhasil membangun jaringan dealer puluhan titik sekaligus mendorong jumlah pengguna menembus 10.000 pelanggan.

Peran Model dan Submerek

Di Indonesia, GAC hadir melalui dua submerek di segmen kendaraan listrik, yaitu Aion dan Hyptec. Aion dipasarkan dengan tiga pilihan model kendaraan, sedangkan Hyptec hadir dengan satu model.

Dari jajaran produk yang ada, Aion UT menjadi model terbaru yang dirilis GAC di Indonesia. Model ini juga disebut menjadi pendorong utama penjualan merek dengan kontribusi sekitar 40 persen.

Porsi kontribusi tersebut menunjukkan bahwa satu model baru dapat memberi dampak besar terhadap penjualan keseluruhan. Bagi GAC, performa Aion UT menjadi salah satu penopang penting dalam memperkuat posisi merek di pasar lokal.

Kehadiran dua submerek juga memperlihatkan strategi GAC untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang lebih luas di segmen kendaraan listrik. Dengan pilihan model yang bertambah, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk memperluas basis pelanggan.

Selaras dengan Kinerja Global

Tren positif di Indonesia berjalan seiring dengan kinerja penjualan kumulatif GAC secara global. Pada Januari-Mei 2026, penjualan global perusahaan tumbuh 3,8 persen dengan volume mencapai 628.200 unit.

Dari angka tersebut, segmen kendaraan listrik melalui submerek Aion menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesar. Pengiriman kendaraan Aion naik 62,3 persen menjadi 144.100 unit pada periode yang sama.

Kinerja global ini memberi konteks bahwa penguatan GAC di Indonesia bukan terjadi secara terpisah. Pertumbuhan di pasar domestik ikut ditopang oleh momentum yang juga terlihat pada lini kendaraan listrik perusahaan di tingkat internasional.

Bagi konsumen Indonesia, perkembangan itu dapat berdampak pada keyakinan terhadap keberlanjutan merek dan dukungan produk di masa depan. Apalagi, ekspansi dealer yang sedang dijalankan menunjukkan fokus GAC tidak hanya pada penjualan, tetapi juga pada layanan purnajual dan kehadiran fisik di berbagai wilayah.

Dengan lebih dari 10.000 kendaraan listrik yang sudah digunakan pelanggan di Indonesia, perhatian berikutnya akan tertuju pada kemampuan GAC menjaga kualitas layanan di tengah pertumbuhan cepat. Rencana penambahan dealer hingga akhir 2026 menjadi salah satu indikator penting apakah ekspansi penjualan dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan pemilik kendaraan di lapangan.

Terkait