Leapmotor resmi merilis D99 di pasar Tiongkok sebagai MPV premium baru yang langsung masuk ke arena persaingan Denza D9 dan Xpeng X9. Kehadirannya menarik perhatian karena tidak hanya menawarkan banyak varian, tetapi juga dua pilihan sistem penggerak, yakni EREV dan BEV.
Rentang harga D99 juga menempatkannya di segmen yang serius. Leapmotor memasarkan model ini mulai 249.800 yuan hingga 319.800 yuan, memberi pilihan yang cukup lebar bagi konsumen MPV listrik premium.
Fokus pada kabin fleksibel
Salah satu daya tarik utama Leapmotor D99 ada di pengaturan kabinnya yang dibuat sangat fleksibel. Mobil ini dirancang bukan sekadar untuk mengangkut banyak penumpang, tetapi juga untuk menciptakan ruang istirahat dan ruang sosial selama perjalanan.
Kursi baris pertama dan kedua dapat direbahkan hingga rata lantai. Sementara itu, kursi baris ketiga bisa dilipat hingga 180 derajat untuk membuka lebih banyak skenario penggunaan kabin.
Leapmotor juga membekali baris kedua dengan zero-gravity aviation seat yang dapat diputar. Fitur ini memungkinkan sudut pandang hingga 90 derajat dan membuat konfigurasi duduk bisa saling berhadapan dengan penumpang di baris ketiga.
Untuk menunjang kenyamanan, tersedia pula meja lipat di area kabin. Pendekatan ini mempertegas posisi D99 sebagai MPV premium yang mengutamakan pengalaman penumpang, bukan hanya spesifikasi teknis.
Di bagian dalam, D99 memakai panel instrumen digital dan layar sentuh tengah model mengambang berukuran besar. Mobil ini juga dilengkapi Head-Up Display dan layar hiburan plafon untuk penumpang belakang.
Dua karakter elektrifikasi
Leapmotor menawarkan D99 dalam enam varian dengan dua pendekatan elektrifikasi yang berbeda. Langkah ini memberi konsumen opsi antara model extended-range dan model listrik murni sesuai kebutuhan penggunaan.
Varian EREV mengusung platform tegangan tinggi 800V. Versi ini memakai sistem penggerak empat roda dual motor extended-range, teknologi Cell-to-Chassis, serta baterai berkapasitas 80,3 kWh.
Di sisi lain, varian BEV hadir dengan sistem kelistrikan penuh 1.000V. Versi ini juga menjadi model pertama yang menggunakan baterai super hybrid 115 kWh dari CATL dengan kombinasi kimia NCM-LFP.
Teknologi baterai tersebut diklaim mampu menghadirkan efisiensi dan performa yang lebih baik dibanding baterai konvensional. Kehadiran dua arsitektur kelistrikan ini membuat D99 tampil tidak biasa di kelas MPV premium.
Desain luar yang menonjol
Dari sisi tampilan, Leapmotor D99 mengadopsi desain membulat dengan wajah depan bergaya bullet-head. Bagian depannya memakai desain split headlamp, dengan unit lampu utama hampir persegi di posisi bawah dan DRL horizontal di bagian atas.
Bentuk DRL itu tampil melipat dan menjadi ciri desain keluarga Leapmotor saat ini. Pendekatan tersebut membuat identitas visual D99 terlihat modern sekaligus berbeda dari banyak MPV lain yang cenderung lebih kaku.
Profil sampingnya dibuat elegan lewat aksen trim perak yang mengikuti garis atap. Pilar D dibuat lebih tebal, sedangkan rel pintu geser disamarkan di bawah kaca baris ketiga agar tampilan bodi terlihat lebih bersih.
Leapmotor juga memasang pelek bergaya cakram dengan sentuhan krom mengilap. Selain itu, panoramic sunroof berukuran besar ikut menambah kesan premium pada mobil ini.
Di bagian belakang, D99 memakai lampu horizontal yang menyatu dengan kaca belakang. Area ini juga dilengkapi teknologi ISD Smart Interactive Lighting, dengan logo LEAPMOTOR ditempatkan tepat di bawahnya.
Posisi di pasar
Dengan format MPV premium, teknologi kelistrikan tinggi, dan kabin yang sangat adaptif, D99 diposisikan sebagai penantang langsung di segmen yang sudah diisi pemain kuat. Denza D9 dan Xpeng X9 menjadi dua nama yang paling dekat dengan positioning model baru ini.
Strategi Leapmotor terlihat jelas lewat kombinasi harga, ragam varian, dan kelengkapan fitur kabin. D99 tidak hanya menjual desain dan elektrifikasi, tetapi juga pengalaman ruang yang lebih serbaguna untuk kebutuhan perjalanan keluarga maupun eksekutif.
