Dekade 1960-an masih sering dipandang sebagai era emas mobil. Nama-nama seperti Jaguar E-Type, Mustang generasi awal, dan Lamborghini Miura begitu kuat sampai banyak mobil hebat lain dari masa yang sama ikut tenggelam di belakangnya.
Padahal, ada sejumlah model yang sama menariknya, sama pentingnya, dan sama mewakili zamannya. Enam mobil ini adalah contoh yang paling jelas: Anda hampir pasti pernah melihatnya, tetapi belum tentu bisa langsung menyebut namanya.
Maserati 3500 GT
Maserati 3500 GT lahir saat merek asal Modena itu masih sangat fokus pada balap. Pada masa itu, Maserati sedang kuat di lintasan, termasuk lewat keberhasilan Juan Manuel Fangio di Formula 1 dengan Maserati 250F dan posisi puncak mobil-mobil Maserati di World Sportscar Championship.
Kebutuhan untuk masuk lebih serius ke mobil jalan raya kemudian melahirkan 3500 GT. Proyek ini dipimpin Giulio Alfieri dan memakai mesin 3,5 liter inline-six turunan dari mobil balap 350S, tetapi sudah disetel ulang untuk jalan raya dengan output 217 tenaga kuda.
Tenaga itu disalurkan lewat transmisi manual empat atau lima percepatan. Dipadukan dengan desain Carrozzeria Touring yang panjang dan mengalir, mobil ini jadi sukses komersial dan pantas disebut ikon, meski namanya tidak sepopuler rival-rival Italia lain.
Alfa Romeo Sprint Speciale
Sprint Speciale adalah salah satu mobil Alfa Romeo pertama yang benar-benar serius mengejar aerodinamika. Mobil ini diperkenalkan di Turin Motor Show dan lahir dari studi desain Bertone yang dikenal sebagai Berlina Aerodinamica Tecnica.
Alfa lalu meminta Franco Scaglione dari Bertone menerjemahkan bahasa desain itu ke mobil produksi. Pengujiannya bahkan tergolong awal untuk ukuran saat itu, dengan mobil uji yang ditempeli kain di bodi agar aliran udara bisa diamati dari kendaraan yang mengikuti di belakang.
Bodi aluminiumnya berbentuk bulat dan memanjang, dengan bahasa desain yang mengingatkan pada Disco Volante. Bobotnya hanya sedikit di bawah 1.800 pound, sementara mesin 1600 cc versi belakangan menghasilkan 113 tenaga kuda.
Namun, tampilannya yang sangat mencolok justru membuatnya dianggap berlebihan pada masanya. Produksinya berhenti di angka 2.800 unit, sehingga mobil ini tetap lebih dikenal sebagai karya desain yang indah daripada sukses pasar.
Toyota Sport 800
Saat orang menyebut sport car Toyota era 1960-an, perhatian biasanya langsung tertuju ke 2000GT. Tapi sebelum itu, Toyota sudah punya Sport 800 yang justru bisa disebut sebagai sports car pertama mereka.
Mobil ini awalnya muncul sebagai Publica Sport di Tokyo Motor Show. Di tengah Jepang pascaperang, Toyota memang fokus membuat mobil massal yang murah dan praktis, tetapi ketika ekonomi membaik, permintaan atas mobil yang lebih menyenangkan mulai tumbuh.
Tatsuo Hasegawa kemudian memimpin arah pengembangannya, sementara Shozo Sato menyelesaikan sisi desain. Hasil akhirnya masuk produksi pada 1965 hingga 1969, memakai bodi aluminium, atap Targa yang bisa dilepas, dan bobot hanya 1.280 pound.
Dengan berat serendah itu, mesin 44 tenaga kuda terasa cukup masuk akal. Wujudnya juga mirip mobil-mobil Italia pada masa itu, sehingga Sport 800 tampil sebagai mobil kecil yang cerdas dan berkarakter.
Volvo P1800
Volvo P1800 punya tempat khusus di budaya populer karena tampil dalam serial “The Saint” yang dibintangi Roger Moore sebelum ia jadi James Bond. Di luar layar, mobil ini juga tumbuh menjadi cult classic dan masih sering dijadikan bahan restomod hingga sekarang.
P1800 pertama kali diperkenalkan di Brussels Motor Show dan awal produksinya dilakukan bersama Jensen karena kapasitas industri Volvo belum cukup. Baru pada 1963 Volvo mengambil alih produksi, lalu basisnya memakai lantai sedan 121.
Mobil ini dibekali mesin 1,8 liter inline-four dengan tenaga hingga 120 horsepower pada model belakangan. Konfigurasinya 2+2, tersedia rem cakram pada dua atau empat roda tergantung tahun, dan desainnya dikerjakan Pelle Peterson yang berlatar sebagai desainer kapal pesiar.
Itu menjelaskan kenapa bentuk P1800 terasa ramping, halus, dan tetap elegan sampai sekarang. Volvo mencatat penjualan 39.407 unit hingga akhir produksinya.
Jaguar XJ
Jaguar E-Type begitu terkenal sampai banyak orang lupa bahwa Jaguar juga menyiapkan sedan besar yang sangat penting pada era yang sama. XJ yang diperkenalkan pada 1968 lahir sebagai proyek “experimental Jaguar” dan dipimpin langsung oleh William Lyons.
Setelah Jaguar bergabung dengan British Motor Company, merek ini memiliki terlalu banyak sedan spesialis yang saling tumpang tindih. XJ dirancang untuk menggantikan empat sedan Jaguar sekaligus, dan hasilnya langsung mendapat sambutan besar saat debut.
Generasi pertamanya menawarkan kemewahan dan kualitas setara Rolls-Royce, tetapi dijual dengan harga jauh lebih rendah. Interior berlapis kayu dan kulit terasa senyap berkat insulasi dan subframe kabin yang terisolasi.
Mesin straight-six 2,8 liter menghasilkan 140 horsepower dan mampu membawa mobil ini melaju hingga 117 mph. Dengan kombinasi itu, XJ menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Jaguar tidak hanya hebat di mobil sport.
Porsche 356
Sebelum Porsche 911 menjadi tolok ukur mobil sport, Porsche lebih dulu membangun pondasinya lewat 356. Mobil ini adalah mobil produksi pertama Porsche dan berakar dari ide Ferdinand Porsche Jr. yang ingin sesuatu yang lebih dari Volkswagen Beetle.
Seperti Beetle, 356 juga bermesin belakang dan berpenggerak roda belakang. Produksi dimulai pada 1948, tetapi model ini benar-benar matang ketika masuk empat generasi perkembangan.
Varian 356 B dan 356 C menjadi yang paling relevan untuk era 1960-an. 356 B membawa pembaruan tampilan dan kekakuan struktur, sementara 356 C menyempurnakan formula dengan rem cakram di semua roda dan mesin yang menghasilkan 95 horsepower.
Mobil ini menjadi cetak biru penting bagi salah satu lini sports car paling sukses dalam sejarah. Dari luar tampak sederhana, tetapi pengaruhnya jauh lebih besar daripada statusnya sebagai mobil yang sering luput dari ingatan.
