Xpeng bersiap membawa Mona L03 ke pasar China dan global dengan posisi yang cukup menarik: ini bukan hanya model baru, tetapi juga SUV pertama di lini Mona. Mobil listrik ini juga hadir dengan dua teknologi penggerak sekaligus, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Di atas kertas, kombinasi itu membuat Mona L03 tampil sebagai produk yang lebih fleksibel dibanding banyak SUV listrik lain di kelasnya. Untuk pembaca yang mengikuti perkembangan mobil listrik China, kehadiran model ini penting karena Xpeng menempatkannya sebagai bagian dari strategi ekspansi yang lebih luas, termasuk rencana masuk ke Eropa.
SUV kompak dengan desain modern
Mona L03 masuk kategori Compact SUV dengan ukuran panjang 4.650 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.600 mm, dan jarak sumbu roda 2.850 mm. Proporsi itu membuatnya berada di segmen yang praktis untuk penggunaan harian, tetapi tetap cukup besar untuk membawa identitas SUV yang tegas.
Dari sisi tampilan, Xpeng merancang Mona L03 dengan gaya elegan dan mengalir, namun tetap sporty. Mobil ini memakai lampu depan LED dengan Daytime Running Light (DRL) serta pelek alloy berkelir hitam.
Dua opsi teknologi, dua karakter penggunaan
Untuk varian BEV, Mona L03 dibekali motor listrik bertenaga 183 kW. Xpeng menawarkan dua pilihan baterai, yakni 56 kWh dan 69 kWh, dengan jarak tempuh hingga 625 km berdasarkan standar CLTC.
Efisiensi energinya diklaim mencapai 11,9 kWh per 100 km. Akselerasi 0-100 km per jam disebut bisa dituntaskan dalam 6,6 detik, sehingga varian ini tidak hanya menonjol di sisi efisiensi, tetapi juga masih punya performa yang cukup responsif.
Xpeng juga menyematkan sistem berkendara berbasis Vision-Language-Action (VLA) sebagai fitur standar. Kehadiran fitur ini memperkuat posisi Mona L03 sebagai model yang dipersiapkan untuk pasar teknologi tinggi, terutama di segmen mobil listrik modern.
EREV jadi pembeda utama
Selain BEV, Mona L03 juga tersedia dalam varian EREV. Versi ini menggabungkan mesin penambah jarak tempuh dengan sistem penggerak listrik six in one berpendingin oli.
Kombinasi tersebut memungkinkan jarak tempuh gabungan hingga 1.330 km berdasarkan standar CLTC. Dari total itu, mobil ini bisa melaju hingga 315 km dalam mode listrik murni, sehingga memberi ruang penggunaan yang lebih panjang tanpa sering mengisi daya.
Varian EREV membuat Mona L03 tampil lebih unik di lini Mona karena menawarkan solusi bagi konsumen yang masih membutuhkan fleksibilitas jarak jauh. Di saat yang sama, pendekatan ini juga menandakan Xpeng ingin menjangkau pasar yang lebih luas dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda-beda.
Harga diarahkan ke segmen yang lebih terjangkau
He Xiaopeng sebelumnya menyebut Mona L03 dikembangkan dengan standar kendaraan di harga 300.000 yuan atau sekitar Rp791 jutaan. Meski begitu, harga jualnya dipastikan berada di bawah angka itu.
Pelaku pasar di Tiongkok memperkirakan varian termurah Mona L03 akan dipasarkan sekitar 150.000 yuan atau Rp395 jutaan. Pada rentang harga tersebut, model ini diperkirakan akan berhadapan langsung dengan BYD Atto 3 dan Geely EX5.
Berpotensi hadir di Indonesia
Status Mona L03 sebagai model global membuka peluang mobil ini ikut masuk ke pasar lain, termasuk Indonesia. Peluang itu terasa relevan karena Xpeng sudah lebih dulu memasarkan beberapa model di Tanah Air, seperti X9, G6 Pro, dan G6 AWD.
Dengan kombinasi SUV kompak, dua opsi teknologi, jarak tempuh jauh, dan target harga yang lebih kompetitif, Mona L03 menjadi salah satu model paling penting dalam langkah ekspansi Xpeng. Jika benar melaju ke pasar global sesuai rencana, SUV ini berpotensi menjadi penentu arah baru bagi strategi elektrifikasi merek tersebut.







