Di tengah dominasi mobil listrik kompak berpenggerak roda depan, Geely Star Wish justru mengambil jalur yang berbeda. Mobil listrik mungil ini memakai penggerak roda belakang, sebuah keputusan teknis yang membuat karakter berkendaranya terasa lebih menarik dibanding mayoritas EV sekelasnya.
Pilihan ini bukan sekadar pembeda di atas kertas. Geely menempatkan sistem tersebut untuk menghadirkan sensasi berkendara yang lebih dinamis, lebih stabil saat berakselerasi, dan terasa lebih premium dalam penggunaan harian.
Kebanyakan mobil listrik kompak memakai sistem Front-Wheel Drive atau FWD karena lebih efisien dalam hal ruang dan biaya produksi. Tata letak itu memang praktis, terutama untuk kendaraan kecil yang menuntut kemasan kabin ringkas dan efisien.
Namun, Star Wish menunjukkan bahwa pendekatan berbeda bisa memberi keuntungan nyata. Dengan motor listrik ditempatkan di poros belakang, distribusi bobot kendaraan menjadi lebih merata antara bagian depan dan belakang, mendekati rasio ideal 50:50.
Mengapa RWD Terasa Lebih Asyik?
Distribusi bobot yang lebih seimbang memberi efek langsung pada karakter mobil. Saat mobil listrik melakukan akselerasi instan, bobot kendaraan secara alami berpindah ke bagian belakang.
Pada sistem Rear-Wheel Drive atau RWD, perpindahan bobot itu justru membantu roda belakang mendapatkan daya cengkeram lebih kuat ke permukaan jalan. Hasilnya, mobil dapat melesat dengan lebih stabil dan gejala selip roda bisa ditekan.
Keuntungan lain muncul pada rasa kemudi saat tenaga besar langsung disalurkan sejak pedal diinjak. Karena roda depan tidak bertugas menyalurkan tenaga penggerak, mobil terhindar dari gejala setir yang tertarik ke salah satu arah atau torque steer.
Ini menjadi nilai penting untuk mobil listrik, karena karakter motor listrik identik dengan torsi instan. Pada Star Wish, penyaluran tenaga ke roda belakang membantu menjaga arah mobil tetap lebih tenang ketika akselerasi terjadi.
Bukan Cuma Kencang, Tapi Juga Lincah
Keunggulan Star Wish tidak berhenti pada stabilitas saat melaju lurus. Sistem RWD juga memberi manfaat besar untuk kelincahan, terutama di area perkotaan yang sempit.
Karena roda depan tidak dibebani poros penggerak dari motor listrik, roda depan memiliki kebebasan sudut belok yang lebih besar. Dengan kata lain, roda depan bisa menekuk lebih dalam ketika kemudi diputar maksimal.
Dampaknya terasa pada radius putar yang sangat kecil. Untuk mobil kompak, hal ini menjadi keuntungan besar karena memudahkan putar balik di jalan sempit dan mempermudah manuver di area parkir padat.
Karakter seperti ini membuat pengalaman berkendara tidak hanya terasa lebih menyenangkan, tetapi juga lebih praktis. Pengemudi mendapat dua manfaat sekaligus, yaitu respons dinamis saat melaju dan kemudahan saat bermanuver dalam kecepatan rendah.
Nilai Lebih di Kelas EV Kompak
Di segmen mobil listrik mungil, pembeli biasanya berhadapan dengan kompromi antara efisiensi, biaya, dan rasa berkendara. Banyak model memilih konfigurasi yang paling umum dan ekonomis, sehingga pengalaman berkendaranya cenderung fungsional semata.
Star Wish menawarkan pendekatan yang berbeda dengan menonjolkan aspek teknik yang biasanya lebih lekat dengan mobil berkarakter pengemudi. Itu sebabnya sistem penggerak roda belakang pada model ini terasa menonjol, bukan hanya sebagai spesifikasi, tetapi sebagai fondasi pengalaman berkendara.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa ukuran kompak tidak selalu harus identik dengan karakter biasa-biasa saja. Justru pada kendaraan kecil, kombinasi bodi ringkas dan radius putar kecil bisa membuat manfaat RWD terasa lebih jelas dalam pemakaian sehari-hari.
Ketika melesat dari posisi diam, mobil terasa lebih mantap karena traksi belakang bekerja sesuai perpindahan bobot alami kendaraan. Saat diajak bermanuver di ruang sempit, roda depan yang lebih bebas bergerak memberi keuntungan yang langsung bisa dirasakan pengemudi.
Dengan kata lain, sensasi lebih asyik pada Geely Star Wish lahir dari keputusan teknik yang sangat spesifik. RWD pada mobil listrik kompak ini bukan sekadar pembeda dari tren pasar, melainkan solusi yang menyatukan stabilitas akselerasi, kemudi yang lebih bersih, dan kemampuan manuver yang lebih mudah di lingkungan kota.







