PT Pertamina Patra Niaga kembali menyesuaikan harga BBM nonsubsidi di sejumlah area pulau. Di wilayah Sulawesi, penurunan harga resmi berlaku mulai 1 Juta 2026 pukul 00.00 WITA dan mencakup beberapa produk bensin beroktan tinggi serta diesel.
Langkah ini menjadi perhatian karena penurunannya cukup terasa pada beberapa jenis BBM. Produk diesel dan gasoline tertentu turun signifikan, sementara BBM subsidi dan Pertamax justru dipertahankan pada level sebelumnya.
Area yang masuk dalam penyesuaian ini meliputi seluruh Sulawesi. Cakupannya meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, hingga Gorontalo.
Corporate Communication Vice President Pertamina Niaga, Kitty Andhora, menyebut penyesuaian harga tersebut merupakan agenda rutin perusahaan. Kebijakan itu diambil setelah mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah di pasar global, kondisi fiskal, serta kemampuan daya beli masyarakat.
Pertamina juga menegaskan bahwa kebijakan harga tidak dilakukan secara seragam untuk semua produk. Perusahaan bersama pemerintah memilih tidak mengubah harga BBM subsidi maupun Pertamax RON 92 untuk menjaga kemampuan ekonomi masyarakat.
Di kelompok bensin nonsubsidi, Pertamax Turbo atau RON 98 mengalami penurunan Rp1.450 per liter. Harga produk ini kini menjadi Rp19.750 per liter dari sebelumnya Rp21.200, atau turun sekitar 6,8 persen.
Penurunan paling dalam terjadi pada kelompok solar berkualitas tinggi. Pertamina Dex dengan CN 53 turun dari Rp25.350 menjadi Rp21.650 per liter, atau merosot Rp3.700 setara sekitar 14,60 persen.
Dexlite dengan CN 51 juga ikut terkoreksi cukup besar. Harganya turun Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter dari sebelumnya Rp23.500, atau sekitar 14,26 persen.
Sementara itu, Pertamax RON 92 tidak mengalami perubahan harga. Produk tersebut tetap dipatok Rp16.650 per liter di wilayah Sulawesi.
Untuk BBM subsidi, tidak ada penyesuaian pada Pertalite dan Biosolar. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bertahan di Rp6.800 per liter.
Pertamina menyebut daftar harga terbaru itu sudah termasuk Pajak Atas Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB sebesar 7,5 persen. Informasi ini penting karena memberi gambaran harga yang langsung dibayar konsumen di wilayah tersebut.
Daftar harga terbaru di wilayah Sulawesi
| Jenis BBM | Harga terbaru per liter | Perubahan |
|---|---|---|
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp19.750 | Turun Rp1.450 |
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp21.650 | Turun Rp3.700 |
| Dexlite (CN 51) | Rp20.150 | Turun Rp3.350 |
| Pertamax (RON 92) | Rp16.650 | Tetap |
| Pertalite | Rp10.000 | Tetap |
| Biosolar | Rp6.800 | Tetap |
Dari susunan harga itu, terlihat bahwa evaluasi kali ini lebih menonjol pada BBM nonsubsidi tertentu. Produk dengan karakter oktan tinggi dan diesel performa lebih tinggi menjadi yang paling banyak mengalami koreksi harga.
Pertamina menilai penyesuaian harga bukan hanya soal menjaga daya saing di pasar. Perusahaan juga menekankan bahwa mutu produk tetap menjadi prioritas agar konsumen memperoleh performa mesin yang maksimal serta efisiensi bahan bakar yang baik.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan pendekatan yang lebih selektif dalam evaluasi harga energi. Saat harga beberapa produk diturunkan, jenis lain yang dinilai sensitif bagi masyarakat luas tetap dipertahankan agar beban konsumen tidak bertambah.
Bagi pengguna kendaraan di Sulawesi, perubahan ini terutama akan terasa pada konsumen yang memakai Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Sementara pengguna Pertamax, Pertalite, dan Biosolar tidak akan melihat perubahan pada tarif pembelian per liter.
Evaluasi harga BBM nonsubsidi seperti ini disebut Pertamina sebagai bagian dari agenda rutin. Faktor eksternal seperti pergerakan harga minyak mentah global tetap menjadi salah satu penentu utama, namun kondisi fiskal dan daya beli masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam penetapan harga di lapangan.
