VinFast menargetkan memiliki 150 diler nasional sampai akhir tahun ini. Target itu berarti ada tambahan sekitar 110 diler baru dari posisi saat ini yang sudah mencapai 40 outlet di berbagai wilayah Indonesia.
Ekspansi ini menunjukkan langkah agresif VinFast untuk memperkuat penjualan dan layanan purnajual di tengah penetrasi kendaraan listrik yang terus meningkat. Bagi konsumen, perluasan jaringan menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan akses servis, pembelian, dan dukungan purna jual.
Head of Training Department VinFast Indonesia Rinaldi Ramdani mengatakan jaringan diler yang ada saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia. Menurut dia, beberapa diler baru juga akan segera diresmikan di kota-kota lain dalam beberapa bulan ke depan.
Rinaldi menyebut target 150 diler nasional dipatok untuk akhir tahun ini. Setelah itu, VinFast juga berencana menambah lebih banyak diler lagi pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan target tersebut, VinFast tidak hanya fokus pada penjualan unit, tetapi juga memperluas jangkauan layanan agar lebih mudah dijangkau konsumen. Strategi ini penting karena pertumbuhan pasar kendaraan listrik sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung.
Jaringan diler biasanya menjadi titik utama interaksi konsumen dengan merek otomotif. Di lokasi inilah konsumen mencari informasi produk, melakukan pembelian, hingga memperoleh layanan purnajual secara langsung.
Dalam konteks kendaraan listrik, keberadaan diler yang luas juga memberi rasa aman tambahan bagi calon pembeli. Konsumen umumnya mempertimbangkan kemudahan perawatan dan kepastian layanan sebelum memutuskan membeli kendaraan elektrifikasi.
VinFast juga membawa pendekatan lain yang diklaim menjadi salah satu keunggulan layanannya, yakni program battery subscription atau langganan baterai. Skema ini dirancang agar layanan baterai tidak berhenti pada pemilik pertama kendaraan.
Menurut Rinaldi, garansi baterai dalam skema subscription tidak melekat pada pemilik pertama. Layanan mengikuti status langganan baterai, sehingga pemilik berikutnya tetap bisa memperoleh perlakuan yang sama selama melanjutkan program tersebut.
Model ini menjadi perhatian karena pasar kendaraan bekas kerap dibayangi kekhawatiran soal garansi pabrikan. Pada banyak kasus, konsumen mobil bekas mempertimbangkan apakah perlindungan komponen utama masih berlaku atau tidak.
VinFast mencoba menjawab kekhawatiran itu melalui sistem langganan baterai. Jika pemilik pertama menjual kendaraannya, pemilik kedua cukup meneruskan pembayaran langganan baterai untuk tetap mendapatkan layanan yang sama seperti saat kendaraan dibeli baru.
Rinaldi menegaskan program itu tidak membedakan pemilik pertama, kedua, atau ketiga. Selama pengguna mengikuti battery subscription, pelayanan yang diberikan tetap sama.
Pendekatan seperti ini dapat menjadi nilai tambah saat jaringan diler terus diperluas. Semakin banyak outlet, semakin besar pula kebutuhan akan skema layanan yang seragam agar pengalaman konsumen tetap konsisten di berbagai kota.
Ekspansi diler dan skema baterai berlangganan memperlihatkan bahwa VinFast membangun pasar bukan hanya lewat produk, tetapi juga melalui infrastruktur layanan. Hal itu penting dalam fase awal pertumbuhan merek, terutama di segmen kendaraan listrik yang masih menuntut edukasi dan kepercayaan konsumen.
Saat ini, 40 diler yang dimiliki VinFast menjadi fondasi awal bagi perluasan tersebut. Jika target 150 diler tercapai sampai akhir tahun, maka jangkauan merek ini di Indonesia akan meningkat tajam dalam waktu relatif singkat.
Penambahan 110 diler baru juga menunjukkan skala investasi jaringan yang tidak kecil. Langkah itu mengindikasikan bahwa VinFast melihat Indonesia sebagai pasar yang membutuhkan kehadiran fisik yang kuat, bukan sekadar distribusi terbatas.
Keberadaan outlet di lebih banyak kota akan memudahkan konsumen yang selama ini belum terjangkau layanan langsung. Selain mempermudah pembelian, konsumen juga berpeluang mendapat akses servis dan dukungan purnajual yang lebih dekat.
Di sisi lain, perluasan jaringan diler dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap merek yang sedang berkembang. Dalam industri otomotif, skala jaringan sering menjadi indikator keseriusan pabrikan dalam melayani pelanggan untuk jangka panjang.
VinFast sebelumnya juga telah memperlihatkan dukungan ekosistem melalui keberadaan SPKLU yang didukung V-Green di berbagai titik di Indonesia. Kehadiran infrastruktur seperti itu melengkapi penguatan jaringan diler yang kini dipercepat.
Dengan target 150 diler nasional sampai akhir tahun ini, fokus VinFast tampak mengarah pada perluasan akses dan peningkatan kenyamanan konsumen. Kombinasi antara jaringan fisik yang lebih luas dan skema battery subscription menjadi bagian dari upaya merek ini memperbesar pijakan di pasar kendaraan listrik Indonesia.
