Honda disebut sedang menyiapkan kebangkitan kembali Element, SUV kotak yang dulu punya basis penggemar loyal pada era 2000-an. Kali ini, model itu kabarnya tidak akan hadir sebagai nostalgia murni, melainkan sebagai crossover hybrid yang lebih relevan untuk pasar saat ini.
Jika rencana itu berjalan, Element baru akan masuk ke jaringan diler pada 2029. Produksi di Central Ohio disebut akan dimulai pada kuartal kedua tahun itu, menurut Automotive News.
Posisi baru di lini SUV Honda
Element versi anyar dikabarkan akan ditempatkan di antara HR-V dan CR-V. Dengan posisi itu, Honda akan menambah satu penantang lagi di segmen small-SUV yang sudah padat dan kompetitif.
Target penjualannya juga terdengar cukup ambisius. Automotive News melaporkan Honda membidik sekitar 100.000 unit pada tahun pertama, angka yang membuat model ini langsung masuk ke arena yang sama dengan Ford Bronco Sport.
Nama Element sendiri masih punya daya tarik kuat meski sudah lama absen dari pasar. Mobil ini hanya hadir dalam satu generasi, mendapat penyegaran ringan, lalu menghilang 18 tahun lalu, tetapi desainnya yang tegas dan fungsionalitas harian membuatnya tetap sering disebut dalam daftar keinginan para penggemar.
Hybrid jadi kunci kebangkitan
Jika benar hadir sebagai hybrid, Element baru bisa menawarkan kompromi yang menarik. Karakter bodi yang lapang dan mudah dipakai akan berpadu dengan konsumsi bahan bakar yang lebih baik dibanding crossover bermesin bensin biasa.
Bagi pembeli, itu berarti potensi biaya bahan bakar yang lebih rendah dan lebih sedikit kunjungan ke pompa bensin. Selain itu, penggunaan bensin yang lebih efisien juga berarti emisi polusi udara dari pembakaran bahan bakar dapat ditekan.
Langkah ini juga sejalan dengan arah baru Honda. Pabrikan asal Jepang itu dilaporkan menarik diri dari rencana membangun keluarga EV Zero Series di Ohio, dan kini menyebut hybrid akan menjadi pusat bisnisnya.
Perubahan strategi itu penting karena banyak pembeli masih mencari kendaraan yang lebih hemat bensin, tetapi belum siap beralih penuh ke mobil listrik. Element hybrid bisa mengisi celah tersebut dengan menawarkan opsi elektrifikasi yang lebih mudah diterima pasar.
Tantangan yang masih terbuka
Meski kabarnya sudah mulai jelas, Honda belum mengumumkan apa pun secara resmi. Karena itu, harga, desain final, dan tingkat efisiensi hybrid Element baru masih menjadi tanda tanya.
Di sisi lain, mobil listrik penuh tetap menawarkan penghematan terbesar untuk biaya bahan bakar dan perawatan rutin. EV tidak memerlukan penggantian oli dan umumnya punya lebih sedikit komponen bergerak, sehingga biaya kepemilikan jangka panjang bisa lebih rendah.
Namun untuk banyak konsumen, hybrid masih menjadi jalan tengah yang masuk akal. Jika Element kembali dengan paket tersebut, Honda tampaknya tidak hanya menghidupkan kembali nama lama, tetapi juga mencoba merebut ruang di segmen SUV kecil yang kini semakin ramai.







