Low MPV FWD Tak Sepayah yang Dibayangkan, Pakar Ungkap Tanjakan dan Jalan Licin Jadi Kelebihan

Keraguan terhadap mobil low MPV berpenggerak roda depan masih sering muncul, terutama soal kemampuan menanjak saat membawa banyak penumpang. Namun pandangan itu dinilai tidak sepenuhnya tepat karena mobil jenis ini sudah dirancang dan diuji sebelum dipasarkan.

Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, menilai penggerak roda depan atau Front-Wheel Drive (FWD) punya sejumlah keunggulan nyata untuk kendaraan penumpang. Menurut dia, perbedaan FWD dan Rear-Wheel Drive (RWD) lebih terlihat pada karakter keunggulan masing-masing, bukan pada anggapan bahwa salah satunya pasti lebih lemah.

Performa dan efisiensi penyaluran tenaga

Salah satu keunggulan utama FWD ada pada jalur penyaluran tenaga yang lebih langsung. Tenaga mesin disalurkan langsung ke dua roda depan tanpa perlu melalui poros panjang untuk diteruskan ke roda belakang.

Konstruksi seperti itu membuat kehilangan tenaga bisa ditekan. Rifat menyebut tenaga yang sampai ke roda pada sistem penggerak belakang dapat terpangkas cukup besar, sedangkan pada FWD tetap ada kehilangan tenaga tetapi tidak sebesar itu.

Keuntungan lain datang dari bobot kendaraan yang lebih ringan. Karena komponennya lebih sedikit dan tidak membutuhkan poros serta gigi penyalur ke roda belakang, sistem ini membantu mobil bekerja lebih efisien dari sisi mekanis.

Rifat juga menilai performa FWD bisa terasa maksimal untuk kebutuhan kendaraan penumpang. Dengan mekanisme yang lebih ringkas, tenaga mesin dinilai lebih efektif tersalurkan ke roda penggerak.

Kabin lebih senyap dan ruang lebih lega

Keunggulan FWD tidak hanya terasa saat mobil berjalan, tetapi juga di dalam kabin. Absennya propeller shaft dan gardan belakang membuat kabin dapat dibuat lebih senyap.

Efek lain yang penting untuk low MPV adalah fleksibilitas penataan interior. Tanpa kebutuhan komponen penggerak ke belakang, desainer punya ruang lebih leluasa untuk mengatur area kabin belakang.

Lantai kabin juga bisa dibuat lebih rata. Bagi mobil keluarga, detail seperti ini penting karena memberi kenyamanan tambahan bagi penumpang, terutama saat menempuh perjalanan jauh.

Pada segmen low MPV yang mengutamakan fungsi angkut penumpang, ruang kabin yang nyaman menjadi nilai jual utama. Karena itu, desain FWD memberi keuntungan bukan hanya pada teknis kendaraan, tetapi juga pada kenyamanan sehari-hari.

Handling dinilai lebih mudah

Rifat juga menyoroti sisi pengendalian. Menurut dia, mobil FWD cenderung mudah dikendalikan sehingga pengemudi lebih gampang mengarahkan kendaraan sesuai keinginan.

Karakter ini menjadi relevan untuk pengguna low MPV yang sebagian besar dipakai sebagai kendaraan harian keluarga. Mobil yang mudah diarahkan memberi rasa percaya diri lebih besar, terutama saat dipakai di lalu lintas padat atau dalam perjalanan jarak jauh.

Kelebihan handling tersebut melengkapi karakter FWD yang ringan dan sederhana secara mekanis. Kombinasi itu membuat mobil terasa ramah digunakan oleh banyak tipe pengemudi.

Bagaimana dengan tanjakan dan beban penumpang?

Anggapan bahwa FWD tidak sanggup menaklukkan tanjakan masih kerap terdengar. Namun Rifat menilai, untuk kendaraan penumpang, perbedaan daya jelajah dan kemampuan menanjak antara penggerak depan dan belakang nyaris tidak ada.

Menurut dia, perbedaan besar baru lebih terasa pada kendaraan pembawa beban berat seperti truk. Artinya, untuk low MPV yang fungsi utamanya mengangkut penumpang, FWD tetap relevan dan dapat diandalkan.

Pernyataan ini sekaligus menepis vonis bahwa penggerak depan otomatis kalah saat mobil terisi penuh. Selama kendaraan berada dalam peruntukan normalnya sebagai mobil penumpang, kemampuan dasarnya tetap diperhitungkan oleh pabrikan sejak tahap pengembangan.

Lebih unggul di jalan licin

Keunggulan lain yang banyak disorot adalah traksi saat jalan basah atau licin. Pada FWD, roda depan bertugas menarik kendaraan, bukan mendorong dari belakang seperti pada RWD.

Posisi mesin yang berada di depan juga memberi beban lebih besar pada roda penggerak. Beban tersebut membantu meningkatkan gaya gesek ban dengan permukaan jalan sehingga traksi dinilai lebih aman saat hujan atau ketika kondisi jalan licin.

Rifat menilai kondisi itu justru menjadi salah satu nilai lebih mobil FWD. Karena itu, anggapan bahwa mobil penggerak depan kurang andal di jalan licin tidak sejalan dengan karakter teknis sistem tersebut.

Contoh yang ia singgung adalah Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross. Menurut penjelasannya, penggunaan penggerak roda depan pada model itu justru memberi keuntungan pada traksi saat melintas di permukaan jalan yang licin.

Bagi pasar low MPV, kombinasi kabin yang lebih lega, suara kabin yang lebih senyap, handling yang mudah, serta traksi yang baik di jalan licin membuat FWD tetap punya daya tarik kuat. Dalam konteks kendaraan penumpang, sistem ini bukan sekadar alternatif, tetapi pilihan yang punya manfaat jelas bagi pengguna harian.

Terkait