Motor matic bekas masih menjadi incaran banyak pembeli karena bisa menjawab kebutuhan mobilitas harian tanpa menekan anggaran terlalu besar. Di segmen ini, Honda punya sejumlah pilihan yang harganya mulai Rp5 jutaan dan tetap diminati karena irit, praktis, serta perawatannya relatif mudah.
Dengan dana di bawah Rp10 juta, pembeli masih bisa menemukan beberapa model matic Honda yang layak dipakai harian. Faktor seperti suku cadang yang melimpah, konsumsi bahan bakar yang efisien, dan kenyamanan berkendara membuat motor-motor ini tetap relevan di pasar bekas.
Pilihan murah yang tetap dicari
Salah satu opsi paling terjangkau datang dari Honda Vario keluaran awal 2010-an. Motor ini dipasarkan di pasar bekas pada kisaran Rp5 juta hingga Rp7,5 juta, dengan mesin 125 cc dan teknologi ISS atau Idling Stop System.
Vario dikenal punya bodi yang lebih besar dan jok lebar. Karakter itu membuatnya dinilai nyaman untuk penggunaan harian, termasuk untuk perjalanan yang lebih jauh.
Di rentang harga serupa, Honda Scoopy keluaran 2012 juga masih banyak dicari. Harga bekasnya berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp8 juta, dengan daya tarik utama pada desain retro yang khas.
Scoopy memakai mesin 110 cc dan dibekali fitur seperti brake lock serta side stand switch. Kombinasi tampilan bergaya dan fitur keamanan itu membuatnya tetap menarik, terutama bagi pengguna muda.
Honda Spacy juga masuk daftar motor matic bekas yang masih layak dilirik. Meski produksinya sudah dihentikan, unit bekasnya masih beredar dengan harga sekitar Rp6 juta sampai Rp9 juta.
Spacy menonjol lewat bagasi yang luas dan mesin yang efisien. Karakter ini membuatnya cocok untuk pengguna yang sering membawa barang, termasuk pekerja lapangan atau ibu rumah tangga.
Model populer yang tetap jadi primadona
Honda BeAT menjadi salah satu nama paling kuat di pasar motor bekas. Model keluaran 2012–2016 masih banyak diburu dengan harga sekitar Rp7 juta hingga Rp9 juta.
Popularitas BeAT tidak lepas dari karakter motornya yang ringan, lincah, dan hemat bahan bakar. Motor ini juga dinilai cocok untuk anak muda maupun pekerja kantoran yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.
Kelemahan BeAT ada pada kapasitas bagasi yang kecil. Namun, kemudahan perawatan dan ketersediaan suku cadang yang melimpah membuat kekurangan itu sering dianggap tidak terlalu mengganggu.
Pilihan lain di harga serupa adalah Honda BeAT FI generasi awal. Motor ini dijual di kisaran Rp7 juta hingga Rp9 juta dan membawa sistem injeksi PGM-FI yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik dibanding versi karburator.
BeAT FI tetap disukai karena desainnya sporty dan performanya lincah. Ditambah biaya perawatan yang rendah, model ini masih menjadi favorit bagi pembeli yang mencari motor matic ekonomis.
Mengapa motor matic Honda bekas masih menarik
Ada beberapa alasan mengapa motor-motor ini tetap bertahan di bursa kendaraan bekas. Selain harga yang terjangkau, pembeli umumnya mempertimbangkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan, serta kemudahan mencari komponen pengganti.
Honda juga diuntungkan oleh basis pengguna yang besar di Indonesia. Hal itu ikut mendukung kemudahan perawatan, karena banyak bengkel yang sudah akrab dengan karakter mesin dan kebutuhan servis model-model tersebut.
Bagi pembeli dengan prioritas gaya, Scoopy menawarkan desain yang menonjol. Untuk yang mencari kepraktisan membawa barang, Spacy punya nilai lebih lewat bagasi besar.
Jika kebutuhan utamanya adalah motor yang lincah untuk selap-selip di lalu lintas harian, BeAT dan BeAT FI menjadi opsi yang paling masuk akal. Sementara itu, Vario cocok untuk pengguna yang mengutamakan bodi lebih besar dan posisi duduk yang lebih nyaman.
Hal penting sebelum membeli
Meski harganya menarik, pembelian motor bekas tetap perlu dilakukan dengan cermat. Pemeriksaan kondisi mesin, kelengkapan dokumen, dan test ride sebelum transaksi menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Kehati-hatian itu diperlukan agar harga murah tidak berubah menjadi beban biaya perbaikan setelah pembelian. Jika pengecekan dilakukan dengan teliti, motor matic Honda bekas di kisaran Rp5 jutaan hingga di bawah Rp10 juta masih bisa menjadi solusi mobilitas harian yang ekonomis dan andal.







