Penjualan Mobil LCGC Merosot pada 2026, Cuma Toyota Calya yang Masih Tumbuh

Penjualan mobil LCGC pada Januari–Mei 2026 memang melemah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Data wholesales GAIKINDO menunjukkan hampir seluruh model utama di segmen ini mencatat penurunan, dengan hanya satu nama yang masih tumbuh.

Fakta itu penting karena LCGC selama ini dikenal sebagai tulang punggung pasar mobil terjangkau di Indonesia. Saat segmen ini ikut melambat, pergeseran minat konsumen dan tekanan di pasar mobil massal menjadi lebih mudah terlihat.

Gambaran Umum Penjualan

Dalam lima bulan pertama 2026, lima model utama LCGC tidak bergerak seragam. Toyota Calya menjadi satu-satunya model yang mencatat kenaikan, sementara Daihatsu Sigra, Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla semuanya turun.

Toyota Calya mencatat total 13.543 unit pada Januari–Mei 2026. Angka ini naik 6,6 persen dari 12.697 unit pada periode yang sama tahun 2025.

Sebaliknya, Daihatsu Sigra turun ke 11.885 unit dari 17.287 unit. Penurunannya mencapai 31,2 persen dan menjadi salah satu kontraksi terbesar di segmen ini.

Honda Brio juga melemah cukup dalam. Total penjualannya turun menjadi 11.742 unit dari 17.952 unit, atau terkoreksi 34,6 persen.

Toyota Agya mencatat 6.179 unit pada periode yang sama. Dibandingkan 7.087 unit pada 2025, model ini turun 12,8 persen.

Daihatsu Ayla menjadi model dengan tekanan paling dalam. Penjualannya turun menjadi 3.610 unit dari 5.887 unit, atau menyusut 38,7 persen.

Calya Jadi Pengecualian

Kenaikan Toyota Calya ditopang oleh dua varian utama. Varian G MT naik dari 8.373 unit menjadi 8.828 unit, sedangkan G AT naik dari 3.547 unit menjadi 4.006 unit.

Di saat yang sama, dua varian lain justru turun. E MT turun dari 496 unit menjadi 453 unit, sementara E Std turun dari 281 unit menjadi 256 unit.

Pola ini menunjukkan pertumbuhan Calya tidak merata di semua lini. Namun, penguatan pada varian-volume besar cukup untuk mengangkat total penjualannya ke zona positif.

Kontraksi Sigra di Hampir Semua Varian

Daihatsu Sigra memperlihatkan pelemahan yang lebih luas di hampir seluruh varian. R MT turun dari 8.487 unit menjadi 6.130 unit, lalu M MT turun dari 3.394 unit menjadi 1.971 unit.

Varian D MT bahkan turun lebih dalam, dari 2.956 unit menjadi 1.368 unit. R AT juga melemah dari 1.985 unit menjadi 1.238 unit, sementara X MT turun dari 1.104 unit menjadi 768 unit.

Hanya satu varian yang masih tumbuh, yakni X AT. Varian ini naik dari 361 unit menjadi 410 unit, atau tumbuh 13,6 persen saat varian lain justru tertekan.

Brio Turun, tetapi Ada Satu Varian yang Melonjak

Pada Honda Brio, tekanan terbesar terlihat di Satya E MT. Penjualannya jatuh dari 3.521 unit menjadi 208 unit, atau turun 94,1 persen.

Satya E CVT juga turun dari 11.939 unit menjadi 8.732 unit. Varian RS CVT melemah dari 1.800 unit menjadi 868 unit, sedangkan RS MT turun dari 120 unit menjadi 30 unit.

Di tengah penurunan itu, Satya S MT justru melonjak tajam. Varian ini naik dari 572 unit menjadi 1.904 unit, atau tumbuh 232,7 persen.

Meski ada lonjakan pada satu varian, total Brio tetap terkoreksi cukup dalam. Ini menunjukkan pertumbuhan pada Satya S MT belum mampu menutup penurunan besar di varian lain.

Agya dan Ayla Sama-sama Melemah

Toyota Agya mencatat penurunan total yang lebih moderat dibanding beberapa pesaingnya. Pada 2026, varian G CVT FMC membukukan 2.224 unit dan G MT FMC 2.069 unit.

Varian Stylix CVT tercatat 1.216 unit, sedangkan Mi CVT 664 unit. Yang paling menonjol justru penurunan pada varian GR-S, dari total 60 unit pada 2025 menjadi hanya 6 unit pada 2026, atau turun 88,9 persen.

Daihatsu Ayla memperlihatkan pelemahan yang konsisten di seluruh varian utama. X MT turun dari 1.888 unit menjadi 1.200 unit, lalu M MT turun dari 1.512 unit menjadi 921 unit.

R MT turun dari 799 unit menjadi 549 unit. X CVT terkoreksi dari 961 unit menjadi 540 unit, sementara R CVT turun dari 727 unit menjadi 400 unit.

Apa Arti Data Ini bagi Segmen LCGC

Jika melihat data per model, penurunan penjualan LCGC pada 2026 bukan sekadar isu, melainkan tercermin jelas dalam angka wholesales Januari–Mei. Mayoritas model turun dua digit, dan hanya Toyota Calya yang masih mampu membukukan pertumbuhan total.

Meski begitu, data juga memperlihatkan dinamika di dalam masing-masing model. Beberapa varian masih tumbuh, seperti Calya G AT, Sigra X AT, dan Brio Satya S MT, tetapi kenaikan itu belum cukup untuk membalikkan arah segmen LCGC secara keseluruhan pada lima bulan pertama 2026.

Source: www.suara.com
Terkait