SUV Bekas Terasa Limbung Saat Belok? Bisa Jadi Suspensi Mulai Rusak, Cek Tanda Ini

Author: Qoo Media

Suspensi yang mulai rusak pada mobil SUV bekas tidak selalu langsung terlihat dari luar. Namun gejalanya bisa cepat terasa saat mobil dipakai harian, dan dampaknya menyentuh dua hal penting sekaligus, yakni kenyamanan serta keamanan.

Pada mobil yang posturnya lebih tinggi seperti SUV, gangguan pada suspensi juga bisa membuat kestabilan mobil menurun saat bermanuver. Karena itu, pemeriksaan awal perlu dilakukan sejak muncul tanda-tanda kecil seperti ayunan berlebih, limbung, atau bunyi tidak wajar dari kolong mobil.

Fungsi utama suspensi adalah meredam guncangan dari berbagai kontur jalan. Ketika komponen ini melemah atau rusak, mobil tidak lagi mampu menjaga redaman dengan baik saat melewati jalan rusak, polisi tidur, maupun saat berbelok.

Salah satu cara sederhana untuk mendeteksi gejala kerusakan bisa dilakukan saat mobil dalam kondisi diam. Pemilik bengkel rekondisi kaki-kaki Uban Jaya Motor, Uban, menyarankan untuk menggoyangkan mobil dengan mendorong atau menekan tulang sasis di salah satu tepi sisi mobil.

Jika saat ditekan suspensi terasa mudah ambles, itu sudah menjadi tanda awal yang perlu dicermati. Gejala lain yang lebih jelas adalah ketika ayunan bodi mobil bergerak lebih dari dua kali setelah ditekan, karena kondisi itu menunjukkan suspensi sudah melemah.

Pemeriksaan sederhana ini berguna untuk membaca kemampuan redam suspensi. Saat komponen masih sehat, gerakan mobil setelah ditekan umumnya tidak akan memantul berulang kali.

Gejala saat mobil dikendarai

Tanda kerusakan suspensi juga bisa lebih mudah dirasakan ketika mobil diajak berjalan. Jika gejala saat posisi diam belum terlihat jelas, mobil bisa dibawa ke jalan yang cukup mulus lalu setir diputar dengan gerakan sedikit mendadak.

Pengujian lain bisa dilakukan dengan manuver belok halus di tikungan pada kecepatan yang cukup tinggi. Gejala serupa juga dapat terasa saat mobil berbelok di persimpangan jalan.

Menurut Uban, suspensi yang rusak akan membuat mobil terasa limbung dan tidak stabil di kecepatan tinggi. Bahkan, kemiringan bodi bisa cukup terasa meskipun mobil hanya melakukan belok patah di persimpangan.

Pada SUV bekas, gejala ini penting diperhatikan karena karakter bodinya yang tinggi membuat perubahan kestabilan lebih mudah terasa. Jika bodi mobil terasa terlalu banyak bergeser atau miring saat berbelok, kondisi itu patut dicurigai sebagai tanda suspensi tidak lagi bekerja optimal.

Bagian yang patut dicermati

Salah satu kemungkinan masalah ada pada oli suspensi yang sudah mati. Dalam kondisi seperti itu, suspensi tidak lagi mampu menahan rebound atau gerak balik suspensi dengan baik.

Akibatnya, bodi mobil memantul lebih lama dan kehilangan kontrol redaman yang seharusnya menjaga gerak mobil tetap tenang. Inilah yang kemudian memunculkan rasa limbung, tidak stabil, dan membuat pengemudi merasa mobil kurang meyakinkan saat dipacu.

Bagian lain yang juga perlu diperhatikan adalah seal pada suspensi. Uban menjelaskan, bunyi jedug dari kolong mobil saat melewati jalan rusak atau polisi tidur bisa menandakan seal pecah.

Saat seal pecah, selongsong bisa mentok ketika terjadi rebound. Gejala ini biasanya muncul dalam bentuk bunyi keras dari bawah mobil, terutama ketika roda menerima hentakan lalu suspensi bergerak balik.

Bunyi jedug seperti itu tidak sebaiknya diabaikan. Selain mengganggu kenyamanan, suara tersebut menandakan ada kerja suspensi yang tidak normal dan berpotensi memengaruhi kestabilan mobil.

Mengapa gejala ini penting pada SUV bekas

Mobil bekas, terutama yang sudah sering dipakai di berbagai kondisi jalan, berisiko mengalami penurunan performa kaki-kaki termasuk suspensi. Pada SUV, kerusakan ini bisa terasa lebih mengganggu karena kendaraan sering dipakai untuk membawa beban, melewati jalan bergelombang, atau menghadapi permukaan jalan yang tidak rata.

Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya melihat tampilan luar mobil. Gejala seperti ambles saat ditekan, ayunan lebih dari dua kali, mobil limbung ketika berbelok, hingga bunyi jedug di kolong justru menjadi petunjuk penting untuk menilai kondisi suspensi.

Mendeteksi tanda-tanda ini sejak awal membantu calon pemilik atau pemakai SUV bekas mengenali masalah sebelum gangguannya semakin besar. Pada akhirnya, suspensi yang sehat bukan hanya soal rasa nyaman di kabin, tetapi juga soal kemampuan mobil menjaga kestabilan di berbagai situasi jalan.

Terbaru