Produsen mobil China semakin sulit dibendung di pasar otomotif Indonesia, terutama di segmen kendaraan listrik domestik. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan grosir merek-merek asal Negeri Tirai Bambu mencapai 63.274 unit pada Januari hingga Mei 2026.
Laju itu setara lonjakan 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah persaingan yang makin padat, sejumlah merek China juga mulai menempatkan diri sebagai pemain utama di pasar mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan.
BYD dan Jaecoo paling agresif
Nama BYD dan Jaecoo muncul sebagai dua merek yang paling menonjol dalam pergerakan pasar mobil China di RI. BYD membukukan pengiriman 17.993 unit ke jaringan dealer, sedangkan Jaecoo mencatat 14.284 unit.
Wuling menyusul di posisi berikutnya dengan distribusi 6.534 unit. Dua nama teratas itu bahkan berhasil masuk jajaran 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia tahun ini, dengan BYD berada di peringkat keenam dan Jaecoo di peringkat ketujuh.
| Merek | Wholesales Januari-Mei 2026 | Peringkat |
|---|---|---|
| BYD | 17.993 unit | 6 |
| Jaecoo | 14.284 unit | 7 |
| Wuling | 6.534 unit | Tidak disebutkan |
Pangsa pasar melonjak, NEV jadi mesin pertumbuhan
Secara akumulatif, belasan produsen mobil China itu telah menguasai 17,6 persen pangsa pasar dari total penjualan otomotif domestik. Angka ini memperlihatkan bahwa ekspansi mereka tidak lagi sekadar soal pertumbuhan merek, tetapi juga soal pengaruh yang semakin besar di pasar nasional.
jambiindependent.disway.id mencatat, pemain seperti BYD hingga Geely kini menjadi penggerak utama di ceruk kendaraan ramah lingkungan, terutama New Energy Vehicle atau NEV berbasis baterai murni. Pertumbuhan banyak merek China juga melaju di atas rata-rata industri otomotif nasional.
GAC Aion membukukan kenaikan penjualan 84 persen, sementara GWM atau Great Wall Motor mencatat lonjakan performa yang hampir menyentuh 200 persen. Di sisi lain, ekspansi tersebut juga menandai bahwa pasar EV domestik semakin menjadi arena penting bagi pabrikan China.
Ekspor dari Indonesia ikut bergerak
Seiring lokalisasi perakitan di dalam negeri, sebagian pabrikan China tidak hanya membidik pasar Indonesia. Mereka juga menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ekspor ke pasar luar negeri.
Wuling menjadi contoh yang disebut paling nyata dalam strategi itu. Selama lima bulan pertama tahun ini, pabrikan tersebut mengapalkan 1.188 unit mobil rakitan Indonesia ke luar negeri dalam bentuk CBU dan CKD.
EV makin dilirik, tapi pembeli perlu cermat
Minat terhadap kendaraan listrik ikut terdorong oleh dorongan menuju target Net Zero Emission pada 2060. Menurut definisi yang dijelaskan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM, NZE adalah kondisi ketika volume karbon yang diproduksi tidak melebihi kapasitas bumi untuk menyerapnya.
EV juga dinilai lebih efisien dalam penggunaan biaya harian. Ditjen EBTKE menggambarkan sepeda motor konvensional memerlukan 1 liter Pertalite sekitar Rp10.000 untuk menempuh 30 km, sedangkan motor listrik dengan jarak yang sama hanya menghabiskan 1 kWh dengan tarif sekitar Rp1.600.
Bagi calon pembeli, ada empat hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan membeli EV. Pertama, pastikan kebutuhan mobilitas harian benar-benar sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dipilih.
Kedua, cek lokasi pengisian daya terdekat dari rumah atau rute harian. Ketiga, pahami sistem mekanis dan perangkat lunak, termasuk cara kerja pembaruan software dan metode pengisian baterai yang aman.
Keempat, pelajari regulasi dan skema pajak karena kendaraan listrik tetap dikenakan pajak tahunan, meski nominalnya umumnya lebih rendah dibanding mobil berbasis BBM.
Perawatan baterai dan pengisian daya
Perawatan mobil listrik juga menuntut kebiasaan berbeda. Salah satu anjuran yang disebutkan adalah mengatur siklus pengisian agar tidak dilakukan setiap hari, melainkan sekitar dua hari sekali untuk menjaga kondisi baterai.
Pengguna juga disarankan menjaga kapasitas daya pada rentang 40 persen hingga 60 persen, dengan batas pengisian ideal 80 persen sampai 90 persen. Pengisian rumah diperkirakan memakan waktu sekitar 17 jam, sedangkan SPKLU bisa memangkas durasi menjadi sekitar 3 jam atau sekitar 1 jam dengan fast charging.
Untuk pengisian di SPKLU melalui aplikasi Charge.IN, langkahnya dimulai dari menyambungkan gun pengisi daya yang sesuai, menempelkan kartu NFC untuk verifikasi, lalu memindai QR code guna melihat estimasi biaya. Setelah itu, pembayaran dilakukan secara digital sebelum daya diisi hingga cukup.
Mobil listrik juga tetap butuh pengecekan rutin pada komponen umum seperti air radiator, filter AC, dan ketebalan kampas rem. Selain itu, pemilik disarankan menghindari paparan panas terik yang intens agar komponen elektronik dan baterai tidak mudah mengalami overheat.
