Teknologi bayar tol tanpa berhenti lewat Multi Lane Free Flow (MLFF) memang sudah dipersiapkan, tetapi kapan mulai berlaku masih belum jelas. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebut tahap pra-uji coba masih dalam persiapan teknis dan belum punya target waktu pasti.
Isu yang paling dinanti dari sistem ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kapan pengguna jalan tol benar-benar akan merasakannya. Dalam penjelasan yang dikutip Antara, BPJT masih berkoordinasi dengan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sebagai Badan Usaha Pelaksana untuk menyusun skenario pra-uji coba.
Persiapan teknis masih berjalan
Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati mengatakan koordinasi dengan RITS dilakukan untuk menyiapkan skenario-skenario teknis sebelum pra-uji coba dimulai. Namun, ia menegaskan bahwa waktu pelaksanaannya belum bisa dipastikan karena persiapan harus benar-benar matang terlebih dahulu.
“Kalau persiapan sudah cukup matang, baru kita bisa menentukan targetnya kapan bisa dilakukan pra uji coba,” kata dia.
Lokasi pra-uji coba juga belum ditetapkan. BPJT menyebut penentuan lokasi akan mengikuti skenario yang sudah disusun, sehingga belum ada ruas tol yang diumumkan sebagai tempat pelaksanaan awal.
Bali masih jadi salah satu opsi
Direktur PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) Renaldi Utomo mengatakan bahwa berbagai kemungkinan kondisi di lapangan sedang dibahas sebagai bagian dari persiapan. Bali, yang sejak awal direncanakan sebagai lokasi percontohan, masih menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.
Meski begitu, pengujian tidak harus terbatas di Bali. Menurut Renaldi, MLFF juga bisa diuji di ruas tol lain selama sesuai dengan skenario yang telah disiapkan.
Barier masih dipakai dalam masa transisi
MLFF dirancang untuk meniadakan antrean di gerbang tol dan mengurangi polusi udara akibat kendaraan yang berhenti. Tetapi dalam masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang atau barrier kemungkinan masih tetap digunakan.
“Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung,” kata Renaldi seperti diberitakan Antara.
Dengan begitu, penerapan MLFF belum bergerak ke tahap operasional penuh dalam waktu dekat. Pemerintah dan RITS masih mematangkan skenario teknis, menentukan lokasi uji coba, dan menunggu kesiapan sistem sebelum jadwal resminya diumumkan.
