Penjualan Changan Lumin Baru 119 Unit, Ada Apa di Balik Melambatnya Mobil Listrik Ini?

Author: Qoo Media

Changan Lumin belum bergerak secepat ekspektasi pasar. Mobil listrik hatchback ini baru mencatat 119 unit hingga bulan Mei lalu, padahal sejak meluncur akhir tahun lalu sempat diprediksi bisa menembus lebih dari 1.000 unit.

Angka itu memunculkan tanda tanya, terutama karena segmen hatchback listrik di Indonesia sedang ramai. Di sisi lain, Changan tetap menempatkan Lumin sebagai andalan untuk pasar BEV entry level, terpisah dari Deepal S07 yang bermain di kelas SUV listrik mewah.

Pasokan Jadi Hambatan Utama

Menurut penjelasan Changan yang dikutip ridertua.com, penjualan Lumin yang belum maksimal dipengaruhi gangguan pasokan. Kondisi itu membuat pengiriman ke konsumen tersendat, meski model ini sudah dirakit lokal.

Artinya, masalahnya tidak hanya soal minat pasar. Ada dugaan bahwa produksi atau distribusi masih belum berjalan mulus, sehingga unit yang tersedia belum bisa mengejar permintaan yang diharapkan.

Model Posisi Pasar Catatan
Changan Lumin BEV entry level Baru 119 unit hingga bulan Mei lalu
Deepal S07 SUV listrik mewah Menjadi produk lain Changan di segmen berbeda

Harga Naik Bertahap

Selain pasokan, perubahan harga juga ikut membentuk persepsi pasar. Saat pertama kali dirilis, harga termurah Lumin disebut berada di Rp 178 juta, lalu naik bertahap hingga kini varian paling murah tembus Rp 222 jutaan.

Bagi sebagian konsumen, banderol itu sudah tidak lagi terasa seperti mobil murah. Meski begitu, posisinya masih tergolong terjangkau untuk sebuah hatchback listrik karena tetap berada di bawah Rp 300 jutaan.

Changan tampaknya masih ingin mempertahankan Lumin sebagai opsi alternatif bagi pembeli yang mencari mobil listrik berdesain retro-modern. Dengan harga dan karakter seperti itu, model ini masih ditempatkan sebagai lawan bagi nama-nama seperti BYD Atto 1, Geely EX2, sampai Chery Q yang belum dirilis.

Persaingan Hatchback Listrik Makin Padat

Segmen hatchback listrik di Indonesia memang tidak longgar. EX2 sudah hadir sejak akhir tahun lalu dan langsung menjadi salah satu BEV terlaris, sementara Atto 1 sempat menyandang status mobil listrik terlaris tahun lalu sebelum penjualannya turun drastis akibat transisi ke produksi lokal.

Di saat yang sama, Chery juga menyiapkan model Q untuk menghadang para rival. Situasi ini membuat Lumin harus bertarung di pasar yang semakin ramai, sementara Changan sendiri memilih tidak menempatkannya sebagai rival langsung untuk produk Deepal.

Lumin Tetap Jadi Pintu Masuk Changan

Untuk saat ini, Lumin masih menjadi satu-satunya model yang diisi Changan di Indonesia. Deepal nantinya akan menambah dua mobil lagi lewat Deepal S05, yang disiapkan dalam varian REEV dan BEV.

Langkah itu sekaligus memperlihatkan arah strategi Changan di pasar Indonesia. Lumin diposisikan sebagai hatchback listrik yang lebih terjangkau, sedangkan Deepal bergerak ke kelas yang berbeda tanpa saling berebut calon pembeli.

Terbaru