Ekspor motor “buatan” Indonesia kembali melemah pada Juni. Penurunan ini terjadi serentak pada pengiriman motor utuh, motor terurai, dan komponen kendaraan.
Dilansir oto.detik.com dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ekspor completely built up (CBU) pada Juni hanya 50.067 unit. Angka itu turun 9,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Ekspor turun di semua lini
Tekanan juga terlihat pada ekspor completely knock down (CKD) dan komponen kendaraan. Ekspor CKD turun dari 697.614 unit pada Mei menjadi 644.402 unit pada Juni, sementara ekspor komponen tercatat turun 9,9 persen selama bulan lalu.
Jika dijumlahkan, semester pertama 2026 mencatat ekspor CBU sebanyak 316.819 unit. Pada periode yang sama, ekspor CKD mencapai 3.863.794 unit dan ekspor komponen menembus 81.967.446 bagian.
| Periode | CBU | CKD | Komponen |
|---|---|---|---|
| Januari | 52.924 | 673.703 | 12.643.445 |
| Februari | 57.688 | 636.576 | 14.318.779 |
| Maret | 48.970 | 488.279 | 9.113.331 |
| April | 52.411 | 723.220 | 14.381.642 |
| Mei | 54.759 | 697.614 | 16.577.672 |
| Juni | 50.067 | 644.402 | 14.932.577 |
Pasar domestik justru bergerak naik
Di saat ekspor turun, penjualan motor dalam negeri justru menguat. Sepanjang Juni 2026, tercatat 515.136 unit motor terjual ke konsumen, naik hampir 7,5 persen dibandingkan Mei yang hanya 479.388 unit.
Meski belum setinggi Februari yang berada di kisaran 587 ribuan unit, penjualan Juni kembali menembus level 500 ribuan unit. Sebelumnya, pasar domestik sempat turun ke level 400 ribuan unit.
Secara kumulatif, penjualan motor di Indonesia selama semester pertama 2026 sudah mencapai 3.129.587 unit. Angka itu juga naik 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Melihat pola tersebut, target penjualan 6,4 juta unit sepanjang 2026 masih terbuka. Permintaan roda dua biasanya meningkat tajam saat memasuki semester kedua, yakni dari Juli sampai Desember.
Source: oto.detik.com






