Mobil listrik retro dari China kembali menarik perhatian setelah GWM menyiapkan pembaruan besar untuk model yang sebelumnya dikenal sebagai Ora Ballet Cat. Nama barunya diperkirakan menjadi Ora 6, dan ubahan itu datang bersama peningkatan performa yang membuat mobil ini semakin serius di pasar EV global.
Tak hanya mengandalkan desain nostalgia, Ora 6 membawa tenaga yang lebih besar, dimensi yang lebih lega, dan identitas yang mulai disederhanakan oleh GWM. Di tengah banyak mobil listrik modern yang tampil seragam, model ini tetap menonjol karena gayanya yang sangat dekat dengan Volkswagen Beetle klasik.
Nama Baru, Strategi Baru
GWM sebelumnya memakai penamaan bertema “Cat” untuk lini Ora, seperti Ora Good Cat, Ora Ballet Cat, dan Ora Punk Cat. Kini, pabrikan asal China itu mulai merapikan identitas produknya agar lebih mudah diterima di pasar internasional.
Dalam strategi baru tersebut, model yang dulu dikenal sebagai Ora Ballet Cat diperkirakan akan berubah nama menjadi GWM Ora 6. Meski namanya berganti, karakter utama mobil ini tetap dipertahankan sebagai EV retro dengan bentuk membulat dan aura yang kuat mirip VW Beetle.
Desain Retro yang Sulit Diabaikan
Daya tarik utama Ora 6 masih ada pada desain eksteriornya yang serba membulat. Mobil ini memakai lampu depan bulat besar, kap mesin pendek dengan lekukan klasik, banyak aksen krom, serta atap melengkung bergaya coupe retro.
Dimensinya juga jauh lebih besar dibanding VW Kodok lawas. Ora 6 memiliki panjang 4.401 mm, lebar 1.853 mm, tinggi 1.681 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm, sehingga tetap terlihat kompak tetapi memberi ruang kabin yang lebih lega.
| Spesifikasi | Ora 6 | Keterangan |
|---|---|---|
| Panjang | 4.401 mm | Lebih besar dari VW Beetle klasik |
| Lebar | 1.853 mm | Masuk kategori kompak |
| Tinggi | 1.681 mm | Proporsi bodi membulat |
| Jarak sumbu roda | 2.750 mm | Kabin lebih lega |
Perpaduan gaya klasik dan teknologi modern menjadi kekuatan utama mobil ini. GWM membekalinya dengan lampu LED, sistem elektrik penuh, dan kabin futuristis agar tidak hanya bergantung pada tampilan vintage.
Tenaga Naik, Karakter Makin Serius
Bukan cuma desain yang diperbarui. GWM juga meningkatkan sektor performa Ora 6, yang kini memakai motor listrik dengan tenaga maksimum 201 dk atau 150 kW.
Kecepatan maksimumnya disebut mencapai 180 km/jam, naik dari versi awal yang hanya sekitar 169 dk. Untuk baterai, Ora 6 memakai teknologi Lithium Iron Phosphate atau LFP buatan Svolt, perusahaan baterai yang masih berada dalam grup GWM.
| Aspek | Ora 6 | Catatan |
|---|---|---|
| Tenaga maksimum | 201 dk (150 kW) | Naik dari sekitar 169 dk |
| Kecepatan maksimum | 180 km/jam | Lebih responsif untuk penggunaan harian |
| Baterai | LFP | Buatan Svolt |
Paket teknis tersebut membuat mobil ini tidak lagi sekadar tampil unik. Ora 6 kini diposisikan sebagai EV retro yang masih relevan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, tetapi juga punya tenaga yang lebih meyakinkan.
Dua Karakter dalam Satu Lini
Sejak awal, GWM memang memainkan dua karakter berbeda pada lini retro ini. Ora Ballet Cat dibuat lebih elegan dan feminin, sedangkan Ora Punk Cat tampil lebih maskulin dan agresif.
Ora Ballet Cat membawa warna pastel, interior bernuansa mewah, detail kabin vintage, serta lampu depan yang menyerupai bentuk tapal kuda. Sementara itu, Ora Punk Cat memakai kombinasi warna dual tone, bodi lebih gelap, pelek retro, dan lampu depan bulat klasik.
| Model | Karakter | Ciri Utama |
|---|---|---|
| Ora Ballet Cat | Elegan dan feminin | Warna pastel, interior mewah, nuansa vintage |
| Ora Punk Cat | Maskulin dan agresif | Dual tone, bodi gelap, pelek retro |
Palpos.disway.id mencatat bahwa perubahan nama dan pembaruan ini menjadi bagian dari langkah GWM untuk memperkuat posisi Ora di pasar yang lebih luas. Di saat yang sama, karakter desainnya tetap sengaja dipertahankan agar identitas retro yang melekat tidak hilang.
Belum Masuk Indonesia, Tapi Posisinya Sudah Menarik
Untuk pasar Indonesia, GWM saat ini baru menjual Ora 03, model yang sebelumnya dikenal sebagai Ora Good Cat. Mobil itu mengusung bentuk hatchback perkotaan yang lebih kecil dan dipasarkan sekitar Rp379 jutaan.
Sementara itu, Ora 6 atau Ballet Cat belum memiliki kepastian resmi untuk masuk Indonesia. Namun jika kelak hadir, model ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik berbeda dari kebanyakan EV di pasaran.
Kemiripan desainnya dengan Volkswagen Beetle klasik sempat memunculkan perhatian dari pihak Volkswagen. Meski begitu, GWM tetap melanjutkan pengembangan model ini dan kini memberi dorongan baru lewat performa yang lebih kuat serta penamaan yang lebih sederhana.
Dengan kombinasi gaya klasik, teknologi EV modern, dan tenaga yang meningkat, Ora 6 menempati posisi unik di tengah persaingan mobil listrik global. Jika masuk Indonesia, mobil ini hampir pasti langsung mencuri perhatian berkat tampilannya yang tidak biasa.
