43 Merek Mobil Siap Guncang GIIAS 2026, Polytron, Xpeng, dan Icar Jadi Nama yang Menarik Perhatian

GIIAS 2026 datang dengan daftar peserta yang jauh lebih ramai dari yang dibayangkan. Sebanyak 43 merek mobil penumpang, 7 merek kendaraan komersial, dan 13 merek sepeda motor akan memenuhi ajang ini, termasuk nama-nama yang ikut mengubah peta perhatian publik seperti Polytron, Xpeng, dan Icar.

Pameran otomotif tahunan itu akan digelar pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang. Menurut kabarcirebon.pikiran-rakyat.com, GIIAS 2026 juga akan berlangsung di lima kota, dengan total peserta yang disebut mencapai lebih dari 65 merek dari berbagai sektor industri otomotif.

Daftar Merek Mobil Penumpang yang Hadir

Di kategori mobil penumpang, GIIAS 2026 diisi merek-merek besar dari Jepang, Korea, Eropa, Amerika Serikat, Cina, hingga Vietnam. Selain pemain lama seperti Toyota, Honda, Hyundai, dan Mitsubishi Motors, deretan peserta juga mencakup pendatang yang cukup menyita perhatian pasar.

KategoriMerekKeterangan
Mobil penumpang43 merekAletra, Audi, BAIC, BAW, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, DFSK, Ford, GAC Indonesia, Geely, GWM, Honda, Hyundai, Icar, Jaecoo, Jeep, Jetour, KIA, Leapmotor, Lepas, Lexus, Maxus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Polytron, Subaru, Suzuki, Solarky, Toyota, VinFast, Volkswagen, Volvo, Wuling, Xpeng, dan Zeekr
Kendaraan komersial7 merekDFSK, Farizon, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, SAG, dan UD Trucks
Sepeda motor13 merekAlva, Astra Honda Motor, BMW Motorrad, Can-am, Exotic, Harley-Davidson, Kupprum, NUV, Pacific e-bike, Polytron, Royal Enfield, Scomadi, dan Triumph

Di antara nama-nama itu, Polytron tampil di dua segmen sekaligus karena hadir di mobil penumpang dan sepeda motor. Kehadiran Xpeng, Zeekr, VinFast, dan Icar juga menegaskan bahwa GIIAS tahun ini tidak hanya menjadi panggung merek mapan, tetapi juga ruang unjuk kekuatan bagi pemain baru.

Lebih Lengkap, Lebih Banyak Premiers

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, bersama Anton Kumumty selaku Ketua Penyelenggara, menyebut GIIAS 2026 akan menjadi gelaran dengan merek paling banyak sekaligus paling lengkap. Mereka menegaskan ada 10 merek yang baru pertama kali ikut serta di ajang ini, mulai dari kendaraan penumpang, komersial, sepeda motor, hingga karoseri.

Anton juga menyampaikan bahwa GIIAS 2026 akan kembali menjadi panggung utama peluncuran model kendaraan terbaru di tanah air. Ia menyebut hampir seluruh merek kendaraan akan menampilkan teknologi terbaru, kendaraan konsep, hingga berbagai premier kendaraan baru.

Karoseri dan Industri Pendukung Ikut Penuh

GIIAS 2026 tidak hanya berisi merek mobil dan motor. Di sektor karoseri, lima nama besar tanah air juga dipastikan hadir, yaitu Adiputro, Laksana, New Armada, Piala Mas, dan Tentrem.

Dengan total lebih dari 65 merek peserta, seluruh area pameran di ICE BSD City akan diisi kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor, karoseri, dan ratusan merek industri pendukung. Skala ini membuat GIIAS 2026 menjadi salah satu etalase otomotif terbesar yang pernah digelar di Indonesia.

Pasar Otomotif Indonesia Masih Tumbuh

Putu Juli Ardika juga menyoroti daya saing industri otomotif Indonesia yang masih kuat di tengah tantangan ekonomi global. Berdasarkan data GAIKINDO, penjualan domestik pada periode Januari–Mei 2026 mencapai 436.564 unit, naik 58.857 unit atau tumbuh 15,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kinerja ekspor juga bergerak positif. Hingga Juni 2026, total pengiriman mobil tercatat 251.705 unit, naik 7,7 persen dibanding Juni 2025 yang sebanyak 233.648 unit.

Di sisi lain, sektor komponen otomotif mencatat lonjakan paling tajam dengan pertumbuhan 112,9 persen secara tahunan. Total pengiriman komponen itu mencapai 25.718.510 pieces ke berbagai negara tujuan, sementara produksi domestik kendaraan roda empat tumbuh sekitar 14 persen pada kuartal I-2026.

Rangkaian angka tersebut menunjukkan bahwa GIIAS 2026 hadir di tengah pasar yang masih bergerak positif. Karena itu, pameran ini bukan sekadar ajang pajang produk baru, tetapi juga ukuran seberapa kuat industri otomotif Indonesia menjaga momentum di pasar domestik dan ekspor.

Terkait