Pasar pikap listrik di Indonesia mulai bergerak lebih serius dengan munculnya dua nama besar yang saling berhadapan: JAC Trekker T9 EV dan Toyota Hilux EV. Keduanya membawa pendekatan yang berbeda, tetapi sama-sama menyasar kebutuhan kendaraan niaga yang tangguh, bertenaga, dan lebih ramah lingkungan.
Di satu sisi, JAC Trekker T9 EV datang sebagai pendatang baru dengan ukuran lebih bongsor dan baterai besar. Di sisi lain, Hilux EV membawa reputasi panjang Toyota serta pendekatan teknis yang lebih matang untuk medan kerja berat.
Perbedaan Dimensi dan Karakter
Dari sisi bodi, Trekker T9 EV tampil lebih besar dengan panjang 5.330 mm, lebar 1.965 mm, tinggi 1.920 mm, dan wheelbase 3.110 mm. Proporsinya memberi kesan gagah sekaligus stabil, terutama untuk penggunaan di medan berat.
Hilux EV sedikit lebih ringkas dengan panjang 5.320 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.800 mm, serta wheelbase 3.085 mm. Meski ukurannya lebih kompak, model ini tetap menonjolkan fungsi dek kargo yang luas untuk kebutuhan komersial maupun pribadi.
| Model | Dimensi Utama | Wheelbase | Karakter |
|---|---|---|---|
| JAC Trekker T9 EV | 5.330 x 1.965 x 1.920 mm | 3.110 mm | Lebih bongsor dan agresif |
| Toyota Hilux EV | 5.320 x 1.855 x 1.800 mm | 3.085 mm | Lebih ringkas dan fungsional |
Baterai dan Jarak Tempuh Jadi Pembeda Utama
Perbedaan paling mencolok ada pada kapasitas baterai. Trekker T9 EV mengusung baterai 88,02 kWh LFP dengan klaim jarak tempuh 340 km berdasarkan metode C-WTVC.
Hilux EV dibekali baterai 59,2 kWh dengan jarak tempuh 315 km. Toyota menempatkan efisiensi energi dan kestabilan performa sebagai daya tarik utama, meski kapasitasnya lebih kecil.
| Model | Kapasitas Baterai | Jarak Tempuh | Catatan |
|---|---|---|---|
| JAC Trekker T9 EV | 88,02 kWh LFP | 340 km | Berdasarkan C-WTVC |
| Toyota Hilux EV | 59,2 kWh | 315 km | Mengutamakan efisiensi |
Tenaga dan Sistem Penggerak
Hilux EV menggunakan Dual Electric Motor atau 2XM dengan tenaga gabungan 144 kW setara 193 hp. Torsi depan mencapai 205,5 Nm dan belakang 268,6 Nm, sementara sistem AWD dan transmisi single speed membantu distribusi tenaga lebih merata.
Trekker T9 EV mengandalkan motor tunggal dengan tenaga hingga 201 hp. Angka ini membuatnya unggul di atas kertas untuk konsumen yang memprioritaskan tenaga murni dan kemampuan membawa beban berat.
| Model | Sistem Motor | Tenaga | Penggerak |
|---|---|---|---|
| JAC Trekker T9 EV | Motor tunggal | 201 hp | Tidak dijelaskan |
| Toyota Hilux EV | Dual Electric Motor (2XM) | 144 kW atau 193 hp | AWD, single speed |
Suspensi, Ban, dan Kenyamanan
Hilux EV dibekali suspensi depan Double Wishbone dan belakang De-Dion Tube, ditopang ban 265/65 R17 serta pelek aluminium. Sistem pengereman cakram 17 inci di semua roda dan Electric Parking Brake juga menambah rasa aman serta nyaman.
Trekker T9 EV menggunakan ban 265/60 R18 yang lebih besar, sehingga tampil lebih kekar. Namun detail suspensi belum banyak diungkap, sehingga aspek kenyamanan berkendara masih menunggu penjelasan resmi lebih lanjut.
Di luar angka-angka teknis itu, pertarungan keduanya juga mencerminkan strategi yang berbeda. JAC Trekker T9 EV tampil sebagai penantang dengan baterai lebih besar dan tenaga lebih tinggi, sedangkan Hilux EV mengandalkan pengalaman Toyota, motor ganda, serta reputasi global yang sudah terbangun lama.
Flotim.pikiran-rakyat.com mencatat, pilihan konsumen pada akhirnya akan bergantung pada kebutuhan lapangan. Mereka yang mencari daya jelajah dan tenaga ekstra bisa melirik Trekker T9 EV, sementara yang mengutamakan sistem penggerak ganda dan kenyamanan suspensi punya alasan kuat untuk menunggu Hilux EV.
Kehadiran dua pikap listrik ini menandai bahwa persaingan kendaraan niaga listrik di Indonesia mulai memasuki fase baru. Bukan hanya soal siapa yang paling besar atau paling kuat, tetapi juga siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan kerja sehari-hari.
