Banyak pemilik mobil merasa mesin menjadi biang utama saat konsumsi BBM terasa cepat habis. Padahal, perilaku di balik kemudi sering kali punya pengaruh yang lebih besar terhadap efisiensi bahan bakar.
Faktor seperti gaya berkendara, kondisi beban kendaraan, hingga kebiasaan merawat mobil bisa membuat bensin lebih boros tanpa disadari. Dikutip dari www.liputan6.com, berikut 6 kebiasaan yang diam-diam membuat konsumsi BBM meningkat.
1. Berkendara Terlalu Agresif
Gaya mengemudi yang agresif membuat suplai bahan bakar lebih banyak dibandingkan berkendara dengan halus. Menginjak pedal gas secara tiba-tiba juga membuat mesin bekerja kurang efisien.
2. Sering Mengerem Mendadak
Kebiasaan memacu mobil lalu mengerem keras membuat energi kendaraan terbuang sia-sia. Pola gas-rem yang agresif memaksa mesin bekerja ekstra saat kendaraan harus berakselerasi lagi dari awal.
3. Membawa Beban Muatan yang Berlebihan di Dalam Kabin
Mobil yang dipenuhi barang di bagasi akan menanggung bobot lebih besar. Semakin berat beban yang diangkut, semakin besar pula tenaga dan bensin yang dibutuhkan mesin untuk melaju.
4. Tekanan Angin Ban yang Kurang Ideal
Ban yang kempis memperlebar area tapak yang menempel ke aspal. Kondisi ini meningkatkan tahanan gulung sehingga mesin memerlukan tenaga dan BBM lebih besar untuk membuat roda bergerak normal.
5. Jarang Melakukan Servis Secara Berkala
Filter udara yang kotor, oli yang melewati masa pakai, dan busi yang aus dapat menurunkan kualitas pembakaran. Akibatnya, konsumsi bahan bakar ikut naik dan efisiensi mobil menurun.
6. Melewatkan Penggunaan Fitur Eco Mode
Banyak mobil modern sudah dilengkapi Eco Mode untuk mengatur respons mesin dan transmisi agar lebih efisien. Fitur ini ideal digunakan saat menghadapi kemacetan perkotaan, tetapi kerap diabaikan pengemudi yang lebih sering memakai mode Normal atau Sport.
| Kebiasaan | Dampak ke BBM | Inti Masalah |
|---|---|---|
| Berkendara agresif | Bahan bakar lebih banyak terpakai | Gas diinjak tiba-tiba |
| Sering mengerem mendadak | Energi kendaraan terbuang | Pola gas-rem tidak efisien |
| Muatan berlebihan | Beban mesin meningkat | Mobil jadi lebih berat |
| Tekanan ban kurang ideal | Tahanan gulung naik | Mesin butuh tenaga lebih besar |
| Jarang servis berkala | Pembakaran tidak optimal | Komponen kendaraan tidak prima |
| Lupa pakai Eco Mode | Efisiensi bahan bakar turun | Mode berkendara kurang hemat |
Hyundai Mobil Indonesia menyoroti bahwa efisiensi BBM tidak hanya bergantung pada kondisi mesin. Kebiasaan kecil saat berkendara justru bisa menjadi pembeda besar antara mobil yang irit dan mobil yang terasa boros.
Source: www.liputan6.com






