Geely Auto Group sedang berada di fase agresif yang sulit diabaikan. Dalam enam bulan pertama 2026, total penjualan globalnya mencapai 1.422.958 unit, sementara ekspor melonjak 158 persen dan menjadi motor utama pertumbuhan.
Kinerja itu juga terasa langsung di Indonesia. Hingga Juni 2026, Geely mencatat wholesales 8.424 unit dan masuk jajaran tiga besar merek asal Tiongkok dengan penjualan tertinggi di pasar domestik.
Ekspor Melesat, Geely Percepat Ekspansi Global
Berdasarkan data resmi perusahaan, Geely membukukan 474.228 unit ekspor pada semester pertama 2026. Angka itu bahkan sudah melampaui total ekspor mereka sepanjang 2025, sekaligus menunjukkan betapa cepatnya laju distribusi merek ini ke pasar luar negeri.
Kontribusi kendaraan energi baru atau NEV juga besar, dengan porsi 59 persen dari total pengiriman ekspor. Di tengah persaingan industri otomotif global, komposisi itu menegaskan bahwa Geely tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga pada produk elektrifikasi.
| Indikator | Capaian Geely | Keterangan |
|---|---|---|
| Penjualan global | 1.422.958 unit | Semester pertama 2026 |
| Ekspor | 474.228 unit | Naik 158 persen secara tahunan |
| Kontribusi NEV | 59 persen | Dari total pengiriman ekspor |
| Wholesales Indonesia | 8.424 unit | Hingga Juni 2026 |
Langkah Cepat di Eropa, Australia, dan Basis Produksi Baru
Ekspansi Geely berjalan agresif di sejumlah wilayah. Dalam 45 hari, perusahaan ini masuk ke tujuh negara Eropa sekaligus, termasuk Jerman dan Prancis, sembari memperkuat jalur distribusi global melalui 13 pusat distribusi.
Di Australia, Geely Starray EM-i mencatat hasil yang menonjol setelah menjadi SUV Plug-in Hybrid terlaris pada Mei 2026. Pencapaian itu memperlihatkan bahwa strategi produk Geely mulai diterima di pasar yang sangat kompetitif.
Perusahaan juga mempercepat lokalisasi manufaktur di Brasil dan Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas operasional sekaligus memudahkan suplai suku cadang ke pasar yang lebih luas.
Indonesia Jadi Panggung Penting, EX2 Menjadi Andalan
Di Indonesia, model Geely EX2 menjadi pendorong terbesar penjualan. Sepanjang semester pertama tahun ini, model tersebut menyumbang 6.582 unit dari total wholesales 8.424 unit.
Tingginya minat konsumen, terutama di kota-kota besar, membuat Geely bergerak cepat meningkatkan kapasitas produksi. Tujuannya jelas, memangkas waktu inden Geely EX2 menjadi sekitar satu bulan.
Mobil listrik ini ditopang jarak tempuh hingga 395 kilometer dan dukungan pengisian daya cepat dari 30 ke 80 persen dalam 25 menit. Kombinasi itu membuatnya relevan untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Selain efisiensi, Geely EX2 juga menawarkan penggerak roda belakang dan radius putar yang ringkas. Dua hal ini menjadi nilai tambah yang penting di pasar urban, terutama ketika persaingan mobil listrik di Indonesia terus mengeras.
Dengan penjualan yang melesat di luar negeri dan posisi yang semakin kuat di Indonesia, Geely menunjukkan bahwa ambisinya tidak berhenti pada status pemain baru. Perusahaan ini tengah mendorong skala bisnis yang lebih besar melalui ekspor, lokalisasi, dan model elektrifikasi yang cepat menyerap perhatian pasar.
Source: www.suara.com






