Yamaha resmi membawa Aerox ke era listrik lewat Aerox E, dan langkah ini langsung menempatkannya sebagai produk paling premium di lini motor listrik Yamaha di India. Dengan harga Rs 2,82 lakh atau sekitar Rp53,4 juta, skuter ini masuk ke pasar sebagai opsi mahal yang jelas menyasar pembeli yang menginginkan desain sporty dan teknologi modern.
Yang membuatnya menarik bukan cuma banderolnya, tetapi juga jarak tempuhnya yang mencapai 117 km. Angka itu setara perjalanan dari Jakarta ke Cirebon, sehingga Aerox E tampil sebagai skuter listrik yang tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga daya jelajah yang cukup jauh untuk penggunaan harian.
Posisi Premium di Pasar India
Peluncuran Aerox E dilakukan bersamaan dengan model EC-06 pada pertengahan 2026 di India. Saat ini, ketersediaannya masih terbatas di kota besar seperti Delhi, Mumbai, Pune, Bengaluru, dan Chennai.
Di pasar tersebut, Aerox E menjadi motor listrik Yamaha termahal. Sebagai pembanding, Aerox 155 versi bensin dijual hampir setengah dari harga Aerox E, sehingga selisihnya cukup terasa bagi konsumen yang membandingkan keduanya.
| Model | Harga | Jarak Tempuh | Catatan |
|---|---|---|---|
| Aerox E | Rs 2,82 lakh | 117 km | Motor listrik termahal Yamaha di India |
| EC-06 | Rs 1,67 lakh | Tidak disebutkan | Lebih terjangkau dari Aerox E |
Performa dan Fitur yang Disiapkan Yamaha
Aerox E dibekali motor listrik dengan tenaga puncak 13 bhp dan torsi 48 Nm. Yamaha juga menambahkan Boost Mode untuk memberi semburan tenaga singkat, yang membuat karakter skuter ini tetap terasa sporty.
Mode berkendaranya terdiri dari Eco, Standard, dan Power, sehingga pengendara bisa memilih respons yang sesuai dengan kebutuhan. Kombinasi ini mempertegas bahwa Aerox E tidak ditujukan sebagai skuter listrik biasa, melainkan sebagai model premium dengan fokus pada performa.
| Spesifikasi Utama | Detail |
|---|---|
| Tenaga puncak | 13 bhp |
| Torsi | 48 Nm |
| Mode berkendara | Eco, Standard, Power, Boost Mode |
Desain dan Perlengkapan
Secara visual, Aerox E hampir identik dengan Aerox 155 generasi sebelum Aerox Alpha. Model ini masih membawa lampu LED ganda, smart key, keyless go, dan desain non-step-through dengan tulang belakang di tengah.
Di sisi fitur, Yamaha menyertakan indikator belok LED, rem cakram belakang, serta panel instrumen TFT digital penuh yang terhubung dengan aplikasi. Lewat panel ini, pengguna bisa melihat cuaca, notifikasi, musik, hingga navigasi.
Bagian kaki-kaki juga dibuat serius dengan garpu teleskopik di depan, shock ganda di belakang, velg 14 inci, ban depan 110 dan belakang 140, serta rem cakram depan dengan ABS. www.suara.com mencatat, pendekatan ini menunjukkan Yamaha tetap membawa identitas Aerox yang sporty meski sudah beralih ke tenaga listrik.
Baterai Removable di Bawah Jok
Aerox E memakai dua baterai removable dengan total kapasitas 3 kWh, masing-masing 1,5 kWh, yang ditempatkan di bawah jok. Konsekuensinya, bobot motor ini tercatat 13 kg lebih tinggi dibanding Aerox 155.
Dengan kombinasi baterai yang bisa dilepas, fitur modern, dan jarak tempuh 117 km, Aerox E diposisikan sebagai motor listrik bergaya sporty untuk konsumen perkotaan. Harga yang tinggi membuatnya berada di level atas, namun Yamaha tampak ingin menegaskan bahwa skuter listrik juga bisa tetap tampil agresif dan lengkap fiturnya.
