Masalah mesin yang membuat motor KTM mendadak mati di tengah balapan MotoGP akhirnya mendapat penjelasan. KTM menemukan komponen bertekanan tinggi dari pemasok tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Gangguan tersebut bukan sekadar persoalan teknis biasa karena berpotensi mengubah jalannya balapan dalam hitungan detik. Salah satu dampaknya terlihat saat Pedro Acosta melambat secara tiba-tiba di MotoGP Catalunya, lalu ditabrak Alex Marquez dari belakang.
Insiden itu terjadi ketika Acosta sedang memimpin balapan dan mengangkat tangan sebelum kecepatannya turun. Alex Marquez yang berada di belakang tidak dapat menghindar, sehingga kecelakaan tersebut berujung pada pengibaran bendera merah.
Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, mengonfirmasi bahwa timnya telah menelusuri sumber masalah di dalam mesin. Penyelidikan mengarah pada komponen kritis yang gagal bekerja dalam kondisi tertentu.
Komponen Tekanan Tinggi Tidak Sesuai Standar
Beirer menjelaskan KTM memakai komponen bertekanan tinggi yang kualitasnya tidak sesuai spesifikasi. Bagian tersebut berasal dari pemasok dan menjadi titik utama dalam investigasi kegagalan mesin.
“Kami akhirnya menemukan bahwa kami menggunakan komponen bertekanan tinggi di mesin yang tidak memenuhi standar kualitas yang ditentukan,” kata Beirer. Pernyataan itu disampaikan Beirer kepada Sky Italia dan dikutip oto.detik.com.
Menurut Beirer, komponen mesin yang bersifat kritis itu dapat gagal dalam kondisi tertentu. KTM menyatakan telah menelusuri penyebabnya dan menilai risiko kerusakan tidak akan berulang bila komponen diganti dengan bagian yang benar.
| Bagian | Temuan atau Kondisi |
|---|---|
| Komponen mesin | Komponen bertekanan tinggi tidak memenuhi standar kualitas |
| Dampak di lintasan | Mesin KTM dapat mati mendadak dan membuat motor melambat |
| Langkah KTM | Mengajukan izin membuka mesin tersegel untuk mengganti komponen kritis |
“Komponen mesin kritis ini gagal dalam kondisi tertentu,” ujar Beirer. Ia menambahkan bahwa KTM kini dapat mengesampingkan kemungkinan kerusakan yang sama apabila mesin menggunakan komponen dengan spesifikasi yang semestinya.
Aturan Homologasi Membatasi Perbaikan
Persoalan ini menjadi lebih rumit karena desain mesin MotoGP sudah dibekukan sejak awal musim lalu. KTM tidak bisa begitu saja membongkar mesin yang telah disegel untuk mengganti bagian bermasalah.
Berdasarkan regulasi homologasi mesin MotoGP, pabrikan Austria itu harus meminta persetujuan sebelum membuka mesin. KTM kemudian mengajukan permohonan khusus kepada asosiasi pabrikan MSMA untuk melakukan penggantian dalam kondisi terkontrol.
Permohonan itu ditujukan agar KTM dapat membuka mesin bermasalah selama jeda musim panas. Bagian kritis akan diganti dengan komponen yang benar, tetapi tetap memiliki spesifikasi identik.
Beirer menyebut KTM melampirkan dokumentasi terperinci dalam pengajuan tersebut. Ia mengatakan pabrikan itu sudah menerima tanggapan positif selama GP Sachsenring, walau beberapa jawaban masih ditunggu.
KTM berharap seluruh pihak yang terlibat dapat mendukung proses perbaikan dengan transparansi penuh. Persetujuan itu penting agar penggantian komponen dapat dilakukan tanpa melanggar ketentuan homologasi yang berlaku.
Menunggu Persetujuan Pabrikan Lain
Aprilia telah memberikan dukungan kepada KTM untuk menangani masalah ini. Namun KTM masih memerlukan persetujuan dari Ducati, Honda, dan Yamaha sebelum penggantian komponen mesin dapat dilaksanakan.
Kasus ini menunjukkan bagaimana satu komponen pemasok dapat membawa konsekuensi besar pada balapan MotoGP. Bagi KTM, penyelesaian masalah tersebut kini bergantung pada perbaikan teknis sekaligus persetujuan kolektif dari para pabrikan pesaingnya.
