Honda Vario Evo 160 Bikin Vario 125 Terlihat Sederhana, Ini Pembeda Utamanya

Author: Qoo Media

Honda Vario Evo 160 dan Vario 125 sama-sama mengisi pilihan skutik untuk mobilitas harian, tetapi keduanya menawarkan karakter yang berbeda cukup tajam. Vario Evo 160 membawa mesin lebih besar, opsi pengereman lebih modern, serta tampilan yang lebih agresif.

Vario 125 tetap punya posisi kuat bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi dan kesederhanaan. Namun, selisih fitur dan performa membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan sebelum menentukan pilihan.

Mesin dan Pengereman Menjadi Jarak Terbesar

Pembeda paling terasa berada pada sektor mesin. Vario 125 memakai mesin 125 cc SOHC eSP berpendingin cairan, sedangkan Vario Evo 160 menggunakan mesin 156,9 cc eSP+ 4 katup.

Kapasitas dan konfigurasi mesin tersebut memberi Vario Evo 160 tenaga serta respons akselerasi yang lebih besar. Perbedaannya relevan saat motor dipakai menyalip, membawa beban, atau membutuhkan akselerasi cepat.

Sektor pengereman juga membuat Vario Evo 160 berada di level berbeda. Vario 125 tersedia dengan sistem CBS dan rem belakang tromol, sementara Vario Evo 160 menawarkan pilihan ABS dengan rem cakram belakang.

Ban Vario Evo 160 yang lebih besar turut mendukung rasa stabil saat motor melaju pada kecepatan tinggi. Kombinasi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang menginginkan rasa berkendara lebih meyakinkan.

Aspek Honda Vario Evo 160 Honda Vario 125
Mesin 156,9 cc eSP+ 4 katup 125 cc SOHC eSP
Rangka eSAF, engine mounting di atas Rangka pipa konvensional
Pengereman Pilihan ABS, rem cakram belakang CBS, rem belakang tromol
Fitur tambahan Tombol hazard dan hidden hook Smart Key, alarm, answer back system

Fitur Dasar Sama, Evo 160 Memiliki Nilai Tambah

Kedua skutik sudah dibekali Smart Key System, alarm, dan answer back system. Panel instrumen digitalnya juga menampilkan konsumsi bahan bakar, trip meter, jam, serta indikator aki.

Vario Evo 160 memiliki tombol hazard yang tidak tersedia pada Vario 125. Model ini juga menggunakan hidden hook atau pengait barang lipat yang membuat area depan terlihat lebih rapi.

Keduanya menyediakan dua kompartemen depan dan pengisian daya USB Type-C. Kapasitas bagasi 18 liter serta tangki bahan bakar 5,5 liter juga sama pada kedua model.

Kepraktisan Vario Evo 160 turut datang dari posisi reservoir radiator yang berada di bagian atas. Posisi itu membuat pengecekan dan pengisian cairan pendingin lebih mudah dilakukan.

Desain Menentukan Selera Pengguna

Vario Evo 160 tampil dengan garis bodi tegas, lekukan tajam, dan beberapa ornamen bermotif karbon. Tampilan bagian depannya terlihat lebih panjang, berotot, dan futuristis dibandingkan Vario 125.

Vario 125 memilih pendekatan yang lebih sederhana dengan karakter sporty yang lebih aman untuk berbagai selera. Lampu belakangnya lebih ramping sehingga menghadirkan kesan elegan tanpa tampilan yang terlalu mencolok.

Keduanya telah memakai lampu LED dan daytime running light atau DRL. DRL Vario 125 membentuk pola menyerupai huruf V, sementara Vario Evo 160 menggunakan desain lebih minimalis dengan panel tengah sebagai pemisah.

Rangka Berbeda, Karakter Penggunaan Pun Berubah

Menurut haloyouth.pikiran-rakyat.com, Vario Evo 160 menggunakan enhanced Smart Architecture Frame atau eSAF dengan posisi engine mounting di atas. Konfigurasi ini membantu membuat bobot motor lebih ringan dibanding penggunaan rangka pipa konvensional pada Vario 125.

Bagi pengguna yang hanya membutuhkan kendaraan untuk berangkat kerja, ke pasar, atau kegiatan rutin, Vario 125 masih menjadi pilihan yang masuk akal. Mesin yang efisien dan karakter yang sederhana menjadi daya tarik utama model 125 cc tersebut.

Vario Evo 160 lebih cocok bagi pembeli yang memprioritaskan performa, desain agresif, dan kelengkapan pengereman. Selisih pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan, karena kapasitas bagasi dan tangki bahan bakar keduanya tetap sama.

Terbaru