Mesin 1.6 Liter XForce HEV Punya Kompresi 14:1, Kabin dan Handling Tetap Dijaga

Author: Qoo Media

Mitsubishi XForce HEV membawa pendekatan berbeda dari versi bensinnya dengan memakai mesin 1.6 liter yang dikembangkan khusus untuk sistem hybrid. Mesin ini memiliki rasio kompresi 14:1, jauh lebih tinggi dibandingkan rasio 10:1 pada XForce bermesin bensin.

Perubahan teknis itu tidak hanya diarahkan untuk mendukung efisiensi dan performa. Mitsubishi juga berupaya menjaga ruang kabin serta karakter pengendalian XForce agar tambahan komponen elektrifikasi tidak mengubah pengalaman berkendara secara signifikan.

Mesin Khusus untuk Sistem Hybrid

XForce bensin menggunakan mesin 1.5 liter yang satu basis dengan Mitsubishi Xpander. Sementara itu, XForce HEV menggunakan mesin 1.6 liter DOHC MIVEC yang dirancang untuk bekerja selaras dengan motor listrik dan sistem hybrid.

Pereli nasional sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar, menyebut keputusan memakai sistem hybrid harus didukung mesin bensin yang mumpuni. Menurutnya, mesin pembakaran internal tetap memegang peran penting meski kendaraan telah mendapat bantuan tenaga listrik.

“Kita bisa bedain antara mesin ICE yang dipakai di XForce 1.500 cc, kompresinya 10:1. Untuk mesin HEV itu 14:1,” ujar Rifat dalam keterangan yang dimuat otomotif.kompas.com.

Rasio kompresi yang lebih tinggi menjadi salah satu pembeda utama antara XForce HEV dan model bensin. Rifat menilai konfigurasi tersebut membuat Mitsubishi tetap percaya diri dalam mengejar konsumsi bahan bakar yang baik tanpa meninggalkan performa mesin.

Komponen Mitsubishi XForce Bensin Mitsubishi XForce HEV
Mesin bensin 1.5 liter, satu basis dengan Xpander 1.6 liter DOHC MIVEC
Rasio kompresi 10:1 14:1
Motor listrik Tidak disebutkan 114 Tk dan 255 Nm
Output mesin bensin Tidak disebutkan 106 Tk dan 134 Nm

Motor Listrik Menambah Dorongan

Pada sistem hybridnya, motor listrik XForce HEV menghasilkan tenaga 114 Tk dengan torsi 255 Nm. Mesin bensinnya menyumbang tenaga 106 Tk dan torsi 134 Nm.

Data tersebut memperlihatkan bahwa sumber tenaga pada XForce HEV tidak hanya bertumpu pada mesin bensin. Motor listrik memiliki torsi lebih besar, sedangkan mesin 1.6 liter menjadi bagian dari rancangan penggerak yang disiapkan khusus untuk kendaraan hybrid.

XForce HEV hadir di segmen SUV B hybrid lima penumpang di Indonesia. Model ini berada di kelas yang juga diisi Toyota Yaris Cross HEV dan Honda HR-V HEV, serta berhadapan dengan sejumlah PHEV asal China pada rentang harga Rp 450 jutaan.

Baterai Ringkas untuk Menjaga Ruang Kabin

Selain mesin, penempatan baterai menjadi perhatian dalam pengembangan XForce HEV. Mitsubishi berupaya mempertahankan ruang kabin sebagai salah satu nilai penting pada struktur kendaraan ini.

Rifat menjelaskan bahwa baterai mobil hybrid umumnya lebih kecil dibandingkan baterai PHEV dan mobil listrik murni. Ia menggambarkan bobot baterai hybrid berada di kisaran 50-70 kg, sementara PHEV sekitar 120-200 kg dan mobil listrik bisa mencapai 350-700 kg.

Ukuran baterai yang lebih ringkas membuat kendaraan hybrid tidak membutuhkan perubahan struktur sebesar kendaraan dengan baterai lebih besar. Kondisi ini juga menjadi pertimbangan agar tambahan bobot tidak menjadi masalah bagi XForce HEV.

“Nomor dua adalah, secara sasis, kita itu sangat menjunjung tinggi ruang di kabin,” kata Rifat. Ia menilai konfigurasi baterai hybrid memungkinkan Mitsubishi menjaga kelapangan interior tanpa mengorbankan kebutuhan sistem elektrifikasi.

Tambahan Bobot Ditekan demi Handling

Mitsubishi juga menaruh perhatian pada karakter handling XForce HEV. Semakin berat sebuah mobil, semakin besar pula potensi perubahan rasa berkendaranya dibandingkan model bermesin pembakaran internal.

Menurut Rifat, tambahan baterai pada XForce HEV berada di bawah 100 kg. Bobot tersebut diupayakan tetap minimal agar karakter pengendalian versi hybrid tidak jauh berbeda dari XForce bensin.

“Kita tetap akan memberikan means of easiness di dalam mobil kita, sehingga tambahan baterai yang hanya di bawah 100 Kg, itu enggak akan banyak mengubah handling mobilnya,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, Mitsubishi ingin menjaga sensasi berkendara XForce HEV tetap serupa dengan model ICE dari sisi handling.

Perpaduan mesin 1.6 liter berkompresi tinggi, motor listrik, dan baterai yang relatif ringkas menjadi inti teknis XForce HEV. Fokusnya bukan semata menambah elektrifikasi, melainkan mempertahankan efisiensi, ruang kabin, serta karakter berkendara yang telah menjadi perhatian pada XForce.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru