Kia tidak hanya mengandalkan New Kia Seltos untuk menarik perhatian di GIIAS 2026. Pabrikan Korea Selatan ini juga menyiapkan jajaran kendaraan listrik serta pembaruan untuk model bermesin bensin.
Sinyal tersebut membuka peluang hadirnya pilihan baru di segmen keluarga dan kendaraan multifungsi. Salah satu nama yang mencuat adalah Kia PV5, MPV listrik yang berpotensi menawarkan konfigurasi tujuh penumpang.
VP Operations Kia Sales Indonesia, Harry Yanto, menyebut perusahaan sudah menyiapkan beberapa produk untuk ajang otomotif tersebut. “Ada beberapa line up EV yang akan kita display. Kemudian mobil ICE-nya juga ada, ada sedikit pembaruan,” ujar Harry Yanto.
Rencana Kia di GIIAS 2026 mencakup model yang telah dipastikan hadir hingga produk yang masih berada dalam tahap kajian. Posisi masing-masing model terlihat berbeda, terutama antara kendaraan penumpang konvensional dan lini listrik yang sedang dipertimbangkan.
| Model | Status untuk Indonesia | Informasi Utama |
|---|---|---|
| New Kia Seltos | Dipastikan hadir di GIIAS 2026 | Menjadi salah satu model ICE yang dibawa Kia. |
| Kia Carens | Berpeluang mendapat varian baru | Kia belum mengungkap detail peluncurannya. |
| Kia PV5 | Masih dalam kajian | Berpotensi hadir sebagai MPV listrik penumpang maupun kendaraan komersial. |
Varian Baru Carens Masih Ditutup Rapat
Selain New Kia Seltos, informasi yang diterima Liputan6.com menyebut salah satu produk yang berpeluang meluncur adalah varian baru Kia Carens. Harry tidak membantah kabar itu, tetapi belum memberikan rincian mengenai model yang dimaksud.
“Ya bisa dikatakan seperti itu ya, tapi tunggu tanggal mainnya lah,” kata Harry. Pernyataan tersebut membuat kemungkinan pembaruan Carens tetap terbuka, meski Kia belum menyampaikan spesifikasi maupun waktu peluncurannya.
Kehadiran pembaruan pada lini ICE menunjukkan Kia masih memberi perhatian pada pasar kendaraan bermesin pembakaran internal. Di saat yang sama, produsen ini juga ingin memanfaatkan pameran sebagai panggung untuk memperkenalkan produk EV.
PV5 Membidik Ceruk MPV Listrik
Kia PV5 menjadi salah satu kendaraan listrik yang paling menarik untuk dicermati karena konsepnya berbeda dari mobil listrik penumpang biasa. Model ini tersedia secara global dalam versi penumpang dan varian kargo untuk kebutuhan bisnis.
PV5 sebelumnya sempat dipamerkan di IIMS 2026 dan mendapat respons positif dari pengunjung. Pengunjung terlihat mencoba pintu geser, akses bagasi, serta kabin yang dinilai lebih modern dibandingkan van listrik pada umumnya.
Menurut Harry, peluang PV5 masuk ke Indonesia cukup besar karena pilihan mobil listrik berdesain menarik yang mampu mengangkut tujuh penumpang masih terbatas. Ia mengatakan banyak pengunjung menyukai desain kendaraan tersebut dan berharap tersedia versi 7-seater.
Kia menilai PV5 memiliki karakter tersendiri dibandingkan van listrik yang telah dipasarkan di Tanah Air. Selain desain, pembeda utamanya berada pada positioning sebagai kendaraan multifungsi untuk keluarga ataupun operasional bisnis.
Versi Komersial Turut Diperhitungkan
Di pasar global, PV5 juga hadir dalam bentuk blind van yang ditujukan bagi kebutuhan logistik. Di Korea Selatan, kendaraan listrik itu telah digunakan oleh perusahaan logistik DHL.
Sementara itu, Kia dikabarkan telah menerima sekitar 3.000 unit pesanan PV5 di Thailand untuk kebutuhan armada komersial. Namun, perusahaan melihat karakter pasar Indonesia berbeda karena pelaku usaha domestik masih sangat mempertimbangkan harga kendaraan dan biaya operasional.
Harry menilai perusahaan di Thailand mulai lebih berani beralih ke kendaraan listrik untuk mendukung citra sebagai green company. Kondisi tersebut belum tentu sama di Indonesia, sehingga Kia perlu menentukan sasaran konsumen yang paling sesuai.
Kelompok pembeli yang sedang dikaji antara lain perusahaan rental dan segmen lain yang tidak terlalu sensitif terhadap harga. Kia menegaskan bahwa penentuan positioning harus dilakukan sebelum PV5 benar-benar dipasarkan secara lokal.
Harga PV5 pun belum dapat diperkirakan karena masih bergantung pada kebijakan pajak dan insentif kendaraan listrik pemerintah. Jika nantinya masuk sebagai kendaraan completely built up atau CBU, skema insentif dan perjanjian perdagangan dengan negara asal produksi akan ikut memengaruhi harga jualnya.
Dengan kabin fleksibel serta pilihan versi penumpang dan kargo, PV5 berpotensi mengisi ceruk yang masih minim pesaing. Namun, keputusan akhirnya akan ditentukan oleh harga yang kompetitif dan kesiapan pasar Indonesia menerima MPV listrik di segmen tersebut.
Source: www.liputan6.com






