Indikator 100 Persen Bisa Menipu, Daya Jelajah Motor Listrik Tetap Menyusut

Indikator baterai motor listrik yang kembali ke angka 100 persen tidak selalu berarti energinya masih sebanyak saat kendaraan baru dibeli. Baterai yang telah menua tetap bisa terlihat penuh setelah dicas, tetapi jarak tempuhnya dapat semakin pendek.

Kondisi ini berkaitan dengan kemampuan penyimpanan energi yang berkurang seiring usia dan siklus pemakaian. Penurunan tersebut merupakan karakteristik normal pada baterai lithium-ion yang digunakan kendaraan listrik.

Angka 100 persen pada layar motor atau pengisi daya pada dasarnya menandakan baterai telah mencapai batas tegangan pengisian. Angka itu tidak otomatis menunjukkan kapasitas aktualnya masih sama seperti kondisi awal.

EV and RE Senior Researcher Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ganesha Tri Chandrasa, menjelaskan bahwa indikator penuh mengacu pada tegangan maksimum baterai. Menurutnya, contoh batas tersebut dapat berada di sekitar 4,2 volt per sel.

“Indikator 100 persen pada display atau charger menandakan bahwa baterai telah mencapai tegangan maksimumnya (misalnya 4,2 volt per sel),” kata Ganesha kepada otomotif.kompas.com. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti energi yang tertampung tetap sebanyak ketika baterai masih baru.

100 Persen Mengacu pada Kapasitas yang Masih Tersisa

Pada saat baru, kapasitas baterai dapat dianggap masih mencapai 100 persen dari kemampuan awalnya. Setelah digunakan bertahun-tahun, kapasitas maksimalnya dapat menyusut, misalnya tinggal sekitar 85 persen dari kondisi semula.

Kondisi bateraiIndikator setelah pengisianKapasitas terhadap kondisi awalDampak penggunaan
Masih baru100 persen100 persenEnergi tersimpan sesuai kemampuan awal
Sudah terdegradasi100 persenMisalnya 85 persenEnergi lebih sedikit dan lebih cepat habis

Karena itu, angka penuh pada indikator sebenarnya mengikuti kapasitas yang masih dapat diterima baterai saat ini. Jika kapasitas maksimumnya sudah turun menjadi 85 persen, tampilan 100 persen berarti baterai terisi penuh pada batas 85 persen tersebut.

Ganesha mengibaratkan kondisi ini seperti gelas yang volumenya menyusut akibat kerak di bagian dalam. Gelas baru berkapasitas 500 ml, sedangkan gelas yang telah berkerak dapat menyisakan ruang sekitar 350 ml.

Kedua gelas tetap dapat disebut penuh ketika air telah mencapai batasnya masing-masing. Namun, gelas dengan volume lebih kecil menyimpan air lebih sedikit sehingga lebih cepat kosong saat digunakan.

Jarak Tempuh Berkurang secara Bertahap

Prinsip yang sama berlaku pada baterai motor listrik. Ketika energi yang dapat disimpan terus berkurang, waktu penggunaan dan daya jelajah kendaraan juga ikut menurun.

Penurunan jarak tempuh tidak selalu berarti pengisi daya atau indikator mengalami masalah. Selama penurunannya terjadi secara bertahap, hal itu masih dapat menjadi bagian dari proses penuaan alami pada baterai lithium-ion.

Pemilik motor listrik perlu membedakan antara indikator pengisian penuh dan kapasitas energi yang tersisa. Indikator menunjukkan baterai telah mencapai batas pengisian, sedangkan kapasitas aktual menentukan seberapa lama motor dapat digunakan.

Dengan demikian, motor listrik yang terasa lebih cepat kehabisan daya meski indikatornya 100 persen dapat mengalami degradasi baterai. Kondisi tersebut membuat kapasitas penyimpanan energi menyusut, tanpa mengubah status penuh yang tampil pada layar atau charger.

Source: otomotif.kompas.com
Terkait