Kehadiran Mitsubishi New Xforce Hybrid di Indonesia tidak sekadar menambah pilihan penggerak elektrifikasi pada SUV kompak ini. Varian HEV membawa identitas berbeda lewat mesin 1.600 cc, tampilan belakang baru, serta electric shifter di dalam kabin.
Perbedaan tersebut membuat Mitsubishi New Xforce Hybrid tampil lebih mudah dibedakan dari versi bensin, meski bentuk dasarnya masih serupa. Pembaruan itu hadir pada elemen yang langsung terlihat pengemudi maupun pengguna jalan lain.
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atau MMKSI kini memasarkan lini New Xforce dalam tiga varian, yaitu HEV, Ultimate, dan Exceed. Varian hybrid melengkapi opsi mesin bensin yang sudah lebih dahulu menjadi andalan model ini di Indonesia.
Ringkasan Perbedaan Utama
| Bagian | New Xforce Hybrid | New Xforce Bensin |
|---|---|---|
| Mesin | 1.600 cc 4A92 siklus Atkinson dengan sistem hybrid | 1.500 cc 4A91 |
| Lampu belakang | Lensa clear smoke | Kombinasi mika merah dan putih |
| Velg 18 inci | Tiga palang lebar | Lima palang |
| Tuas transmisi | Electric shifter dengan tombol Park | Tuas otomatis konvensional pola PRNDL |
Pembeda terbesar berada pada sektor penggerak. New Xforce Hybrid memakai mesin bensin 1.600 cc berkode 4A92 dengan siklus Atkinson yang dipadukan sistem hybrid.
Sementara itu, New Xforce bermesin bensin tetap mengandalkan unit 1.500 cc berkode 4A91. Mesin tersebut telah digunakan Xforce sejak model ini pertama kali dipasarkan di Indonesia.
Perubahan teknis itu diikuti pembaruan pada bagian belakang mobil. Varian hybrid menggunakan lampu belakang berlensa clear smoke yang memberi kesan lebih modern dan premium.
Versi bensin masih mempertahankan kombinasi mika merah dengan bagian putih pada lampu sein dan lampu mundur. Perbedaan warna lensa ini menjadi salah satu cara paling cepat untuk mengenali kedua versi dari belakang.
Velg Berbeda, Ukuran Tetap Sama
Kedua pilihan New Xforce sama-sama menggunakan velg alloy berukuran 18 inci. Namun, desain velg yang dipakai masing-masing varian tidak sama.
New Xforce Hybrid memakai desain tiga palang lebar dengan karakter yang lebih futuristis. Sebaliknya, versi bensin menggunakan model lima palang yang tampil lebih konvensional.
Menurut haloyouth.pikiran-rakyat.com, perbedaan di area kabin paling jelas terlihat pada sistem pemindah transmisinya. Varian hybrid mengadopsi electric shifter yang lebih ringkas dibanding tuas otomatis biasa.
Pengemudi cukup menekan tombol di bagian atas tuas untuk mengaktifkan posisi Park atau P. Sistem ini membuat area konsol tengah pada Xforce HEV terlihat lebih rapi dan modern.
Pada versi bensin, Mitsubishi masih memakai tuas transmisi otomatis konvensional dengan pola PRNDL. Penggunaan tuas tersebut menjadi salah satu pembeda utama antara kabin varian bensin dan hybrid.
Penyegaran untuk Varian Ultimate
Mitsubishi juga memberi pembaruan pada New Xforce Ultimate bermesin bensin melalui kehadiran panoramic roof. Fitur ini sebelumnya belum tersedia pada varian Ultimate.
Area interior versi bensin turut dibuat lebih sederhana dengan penghilangan material fabric melange bertekstur rajutan pada dashboard Ultimate. Langkah itu menghasilkan tampilan kabin yang lebih bersih dan minimalis.
Secara umum, desain interior New Xforce Hybrid dan Ultimate terlihat hampir sama. Perbedaan utamanya berada pada model tuas transmisi, sedangkan desain jok serta motif pelapis kabin tetap dipertahankan.
Dengan pembagian karakter tersebut, Mitsubishi memberi pilihan yang lebih jelas bagi calon pengguna New Xforce. Varian hybrid menonjolkan penggerak 1.600 cc dan perangkat kabin modern, sedangkan pilihan bensin mendapat penyegaran panoramic roof serta tampilan interior baru.







