Pasar kendaraan Indonesia berpeluang kembali mendekati angka psikologis 1 juta unit pada 2026. Kementerian Perindustrian melihat peluang itu setelah produksi dan penjualan otomotif nasional mencatat pertumbuhan sepanjang semester I.
Proyeksi awal penjualan kendaraan nasional sebesar 850.000 unit dinilai dapat tercapai apabila tren saat ini bertahan hingga akhir tahun. Kinerja tersebut juga membuka peluang bagi pasar domestik untuk kembali mendekati capaian 1 juta unit yang terakhir diraih pada 2023.
Data Semester I Mengarah ke Pemulihan
Indikator utama datang dari sisi pabrik dan pasar. Produksi kendaraan domestik mencapai sekitar 615.000 unit, sedangkan penjualan secara wholesales secara kumulatif berada di level 436.000 unit.
| Indikator | Capaian Semester I 2026 | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Produksi kendaraan domestik | Sekitar 615.000 unit | 11,3 persen |
| Penjualan wholesales | 436.000 unit | 15,9 persen |
Pertumbuhan wholesales yang lebih tinggi daripada produksi menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah terhadap permintaan dalam negeri. Angka tersebut menunjukkan pasar kendaraan masih bergerak di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan.
Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Kemenperin, Patia Junjungan Monangdo, mengatakan aktivitas produksi domestik tetap aktif. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Juli 2026.
“Di tengah dinamika dan tantangan global, aktivitas produksi domestik kita tetap bergerak aktif dan berhasil mencapai 615.000 unit,” ujar Patia. Capaian itu disebut tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Target 850.000 Unit Dinilai Masih Terjangkau
Kementerian Perindustrian menempatkan target 850.000 unit sebagai proyeksi awal penjualan domestik nasional pada 2026. Dengan pertumbuhan penjualan yang telah mencapai 15,9 persen secara kumulatif pada semester pertama, target tersebut dinilai berpeluang dicapai bersama.
Patia menyebut laju pertumbuhan saat ini bahkan dapat membawa penjualan kendaraan bergerak lebih dekat ke 1 juta unit. Batas tersebut menjadi perhatian karena terakhir kali pasar nasional mencapainya pada 2023.
“Dengan tren pertumbuhan sekuat ini, kami optimistis proyeksi penjualan domestik nasional awal tahun sebesar 850.000 unit dapat kita capai bersama, bahkan berpeluang bergerak maju mendekati batas psikologis 1 juta unit yang terakhir kita capai pada 2023,” kata Patia.
Kontribusi Besar bagi Perekonomian
Optimisme terhadap Industri Otomotif Indonesia juga dikaitkan dengan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Industri alat angkut secara konsisten menyumbang 1,2 persen terhadap produk domestik bruto nasional.
Menurut Patia, kontribusi tersebut merepresentasikan nilai tambah ekonomi bersih lebih dari Rp 284 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia. Angka itu tetap dicatat ketika industri menghadapi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
Kinerja produksi dan penjualan pada semester pertama menjadi sinyal bahwa industri kendaraan nasional masih memiliki daya tahan. Kementerian Perindustrian menilai kepercayaan konsumen terhadap pasar kendaraan di Indonesia juga tetap terjaga.
Pergerakan menuju target tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan pertumbuhan produksi dan permintaan domestik untuk bertahan hingga akhir tahun. Namun, data semester I memberikan dasar bagi pemerintah untuk melihat peluang pemulihan penjualan kendaraan dalam skala yang lebih besar.
Source: otomotif.kompas.com






