Mobil plug-in hybrid tidak hanya bisa dipakai berkendara dengan dukungan mesin dan baterai. Pada Chery Tiggo 9 CSH, energi baterai juga dapat dialirkan untuk menyalakan perangkat elektronik di luar kendaraan melalui fitur Vehicle to Load atau V2L.
Kemampuan ini membuat mobil dapat berperan sebagai sumber listrik saat kegiatan di luar ruang. Daya keluarannya disebut mencapai 6,6 kW, angka yang lebih besar dibandingkan keluaran mobil listrik kebanyakan yang berada di kisaran 3,3 kW.
Dengan pasokan tersebut, pengguna dapat mengoperasikan beberapa perangkat secara bersamaan. Contohnya meliputi kipas angin, kompor listrik, dan mesin pembuat kopi.
Fungsi V2L juga dapat dimanfaatkan saat berkemah, piknik, atau menggelar acara nonton bersama. Televisi atau proyektor beserta pengeras suara dapat memperoleh pasokan daya langsung dari baterai mobil.
Menurut laporan www.cnnindonesia.com, Tiggo 9 CSH ditopang baterai berkapasitas 34,46 kWh. Kapasitas ini menjadi sumber energi yang digunakan ketika fitur V2L menyalurkan listrik ke perangkat eksternal.
Daya dan fungsi V2L
| Komponen | Informasi |
|---|---|
| Model | Chery Tiggo 9 CSH |
| Kapasitas baterai | 34,46 kWh |
| Daya keluaran V2L | Hingga 6,6 kW |
| Contoh perangkat | Kipas, kompor listrik, mesin kopi, televisi, proyektor, pengeras suara |
Penggunaan V2L pada mobil PHEV ini pada dasarnya serupa dengan mobil listrik. Kendaraan perlu diparkir lebih dulu di lokasi yang aman sebelum adaptor atau konektor V2L dipasang.
Adaptor tersebut dihubungkan ke port pengisian daya kendaraan. Setelah itu, perangkat elektronik yang akan digunakan dapat dicolokkan ke adaptor V2L.
Mobil Tidak Perlu Menyalakan Mesin
Pengaktifan V2L di Tiggo 9 CSH tidak mengharuskan mesin mobil menyala. Kendaraan cukup berada dalam mode standby untuk memungkinkan sistem membaca konektor dan menyalurkan listrik dari baterai.
Pengguna juga tidak perlu menekan pedal rem untuk mengaktifkan fitur tersebut. Tiggo 9 CSH tidak memakai tombol starter konvensional, sehingga proses pengoperasiannya mengikuti sistem kendaraan yang sudah tersedia.
Begitu adaptor tersambung, sistem akan mendeteksi koneksi secara otomatis. Aliran daya kemudian berjalan dari baterai kendaraan ke perangkat yang terhubung.
Perhatikan Warna Indikator
Konektor V2L memiliki lampu indikator yang perlu diperhatikan selama pemakaian. Warna biru menandakan kondisi siaga, sedangkan warna hijau menunjukkan listrik mengalir dengan normal.
Jika lampu indikator berubah merah, konektor menandakan adanya gangguan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian sebelum penggunaan daya dilanjutkan.
| Warna indikator | Status konektor V2L |
|---|---|
| Biru | Siaga |
| Hijau | Listrik mengalir normal |
| Merah | Ada gangguan |
Batas penggunaan daya dapat diatur melalui menu V2L pada head unit mobil. Pengaturan ini memberi pengguna pilihan untuk menentukan batas pemakaian sebelum energi baterai turun lebih jauh.
Sistem pada Tiggo 9 CSH juga memiliki pengaman untuk menjaga kondisi baterai. V2L akan membatasi penggunaan listrik hingga sisa daya sekitar 10 persen, lalu berhenti secara otomatis saat ambang tersebut tercapai.
Sebagai mobil plug-in hybrid, mesin kendaraan sebenarnya dapat hidup otomatis untuk mengisi ulang baterai ketika daya menipis. Namun, penghentian V2L pada batas sekitar 10 persen tetap menjadi mekanisme perlindungan saat energi baterai dipakai untuk perangkat eksternal.
Pengguna perlu memakai adaptor dan portable charger dengan spesifikasi kabel yang sesuai. Kebutuhan kabel khusus ini berkaitan dengan kemampuan keluaran V2L yang mencapai 6,6 kW.
Karena itu, V2L bukan sekadar colokan tambahan pada kendaraan. Fitur tersebut perlu digunakan dengan konektor, perangkat, serta batas daya yang sesuai agar pasokan listrik dari baterai dapat bekerja sebagaimana mestinya.
Source: www.cnnindonesia.com






